Ketika Nama Kami Dipanggil: Awal Kisah Indah di Novisiat

“Apakah yang kamu cari?” Pertanyaan ini mengajak kami, kesembilan Postulan SSpS Timor, untuk merefleksikan kembali penyerahan diri dan menyadari kehadiran Yesus dalam ziarah panggilan kami. Melalui Misa penerimaan yang dirayakan pada pagi hari ini, 4 Juli 2026. Kami diajak untuk bersyukur atas rahmat panggilan yang membawa kami melangkah ke jenjang berikutnya: masa Novisiat. Inilah masa bagi kami untuk mengenal Yesus dan diri kami dengan lebih mendalam.

Diiringi doa dan nyanyian ajakan, kami berarak masuk menuju Kapela Santa Theresia Halilulik yang telah dipenuhi oleh para suster sekomunitas serta para Novis SSpS tahun kedua. Saat melangkah masuk, kami menyadari bahwa momen ini adalah tanda penyerahan diri yang nyata. Berjalan maju langkah demi langkah menjadi simbol bagi kami untuk memulai masa Novisiat—sebuah masa di mana kami harus mampu mengintegrasikan setiap proses yang membutuhkan penyerahan diri serta kesungguhan hati.

Dalam homilinya, Romo Hendrikus Hale, Pr, selaku Pastor Paroki Halilulik, secara mendalam mengupas arti nama kami, kesembilan Postulan. Momen ini sungguh menarik bagi kami dan sesama teman angkatan, karena kami menjadi lebih memahami arti spiritual serta peran dari para santo-santa pelindung yang namanya kami sandang.

Ritual Penerimaan Novis SSpS

Nama Baru

Jika dahulu para Novis SSpS selalu diberikan nama baru yang bersumber dari Ensiklopedi Orang Kudus saat memulai masa Novisiat, kini tradisi tersebut telah berkembang. Sekarang, kami tetap mempertahankan nama permandian (baptis) demi kelancaran pengurusan dokumen pribadi di kemudian hari, tanpa mengurangi esensi sakral dari perjalanan panggilan ini.

Maka, ketika nama kami dipanggil satu per satu dan kami menjawab “Ya”, jawaban tersebut merupakan suatu komitmen untuk mau berproses selama masa Novisiat, meskipun ada perasaan yang bergejolak di dalam dada. Kami percaya momen tersebut adalah jawaban langsung atas suara panggilan Yesus yang menuntut kesiapsediaan untuk mengikuti-Nya. Di saat yang sama, kami pun mengimani bahwa para santo dan santa pelindung kami masing-masing turut mengiringi langkah dan mendoakan peziarahan panggilan ini.

Pakaian Biara

Bila masa lalu, para Postulan yang akan memasuki masa Novisiat mengenakan pakaian adat lengkap lalu menerima busana biara secara utuh, seiring berjalannya waktu tradisi tersebut kini disesuaikan. Sekarang, kami cukup mengenakan selendang tenun daerah yang tersampir di bahu. Selendang ini menjadi pengingat bahwa kami lahir, dibentuk, dan dibesarkan dari akar budaya yang sama. Namun di sisi lain, selendang tersebut juga menyimbolkan keterikatan kami pada keluarga serta kebiasaan lama yang dapat menghambat pertumbuhan selama masa Novisiat. Oleh karena itu, dilepaskannya selendang tenun dari tubuh menjadi tanda nyata bahwa kami siap melepaskan diri dari segala keterikatan yang membelenggu, sehingga kami dapat menjalani setiap proses formatio ini dengan hati yang bebas.

Kitab Suci

Berpedoman pada ajaran Kristus, kami menerima Kitab Suci sebagai simbol Sabda Allah yang hidup. Melalui Kitab Suci, kami belajar mengenal Dia. Hal ini menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengenal, mendekatkan diri, dan meneladani perbuatan baik Yesus adalah dengan membaca serta merenungkan Sabda-Nya. Lebih dari itu, kami diundang untuk menghidupkan buah-buah Sabda tersebut dalam keseharian sebagai seorang Novis.

Medali Roh Kudus

Sebagai calon mempelai Allah Roh Kudus, kepada kami disematkan medali Roh Kudus yang senantiasa mengingatkan kami akan kehadiran dan peran-Nya dalam menuntun setiap langkah hidup. Karena telah memilih untuk bergabung dalam Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus (SSpS), kami menjadikan Roh Kudus sebagai penuntun utama dalam peziarahan ini.

Kami sering mendengar orang-orang mengatakan bahwa “masa Novisiat adalah masa yang paling indah.” Berpegang pada kesaksian itu, semoga kami pun dapat merasakan hal yang sama, serta menemukan apa yang kami cari dan rindukan saat berproses dengan diri sendiri selama dua tahun masa Novisiat mendatang.

Sharing Sr. Matilde Rosario de Aroujo Efi – Novis SSpS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *