Putra-Putri Arnoldus Janssen Provinsi Timor Adakan Lokakarya dan Retret AJS Gabungan Di Nenuk

  “BERKOBAR – KOBAR DALAM SEMANGAT GENERASI PENDIRI”

Komkom SSpS Timor News: Tim AJS Provinsi SSpS dan SVD Timor menyelenggarakan Lokakarya dan Retret Gabungan untuk para Novis SVD dan SSpS  selama 3 minggu Timor bertempat di Biara St. Yosef Nenuk. Para peserta berjumlah 33 orang, yang terdiri dari 26 Frater Novis dan 7 suster Novis SSpS.

Kegiatan ini dibuka dengan perayaan Ekaristi pada Selasa,06 Februari 2024, pukul 08.00 Wita, di Aula Biara St. Yosef Nenuk. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh  P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor) bersama para Socius Novisiat St.Yosef Nenuk. Dalam kotbahnya Pater Provinsial meminta para LokRetan untuk sungguh- sungguh  memanfaatkan moment ini dengan tinggal dan berakar dalam kasih Tuhan. Diakhir perayaan Ekaristi, kegiatan tersebut dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh P. John Edu, SVD sebagai  provinsial SVD Timor, Sr. Filomena Bui,SSpS sebagai anggota Dewan Provinsi SSpS Timor dan 2 orang perwakilan dari para LokRetan.

Bertolak dari tema umum, “Tinggalah Dalam kasihKu” (Yoh. 15:19)  kami peserta LokRetan  dibekali dengan berbagai input yang diberikan oleh para pemateri diantaranya: Pater Karni Doman, SVD,  (Magister Novis) Pater Aris Gah, SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo, SVD, P. Edi Agun, SVD, P. Linu, SVD,  Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,  (Maagistra Novis) Sr. Filomena Bui, SSpS (Pendamping Novis) dan Sr. Rosa Da Lima, SSpS. (Tim AJS SSpS Timor)

Kami mendalami materi tentang Sejarah Spiritualitas Arnoldus Janssen, Latar Belakang Spiritualitas Generasi Pendiri, Lima unsur Teologis Generasi Pendiri, Pertumbuhan dan Perkembangan Kapitel General SVD dan SSpS, juga materi tentang Kaul-kaul yang perlu dihayati dalam mengikuti Yesus yaitu kaul Kemiskinan, Ketaatan dan Kemurnian. Dan untuk lebih memperdalam pemahaman akan input- input yang telah diberikan, para LokRetan diajak untuk mengalami kasih Allah dalam kontemplasi Life History melalui nama-nama penuh kenangan cinta, pencinta- pencinta anonim, mengalami cinta Allah dalam penderitaan dan mengalami cinta Allah dalam alam semesta.

Setelah mendengarkan input para LokRetan diberi pertanyaan – pertanyaan refleksi agar  lebih mendalami input yang diberikan. Selanjutnya  para LokRetan pun masuk dalam kelompok basis untuk mensharingkan hasil refleksi dan kemudian diplenokan pada sore hari.   Kelompok basis yang dimaksudkan ialah kelompok generasi pendiri yakni kelompok St. Arnoldus Janssen, St. Yosef Freinademetz, Beata Maria Helena, Beata Yosepha Stenmanns, Muder Mikhaela, dan kelompok para bruder. Didalam kelompok-kelompok ini kami pun terbuka untuk berbagi pengalaman akan Allah melalui sharing kelompok dan berani menyumbangkan kreativitas dan menampilkannya dalam bentuk dramatisasi tentang latar belakang keluarga, karakter dan spiritualitas dari setiap generasi pendiri yang telah dibagikan.

Puncak dari kegiatan Lokakarya adalah Retret Terbimbing selama 8 hari. Kami membuka retret ini pada tanggal 19 Pebruari malam tepat pukul 20.00 Wita.  Pembukaan Retret  dipimpin oleh P. Kons Talung, SVD. Para pembimbing retret diantaranya adalah P. Lukas Uran, SVD, P. Kons Talung, SVD, Sr. Laurensina Namok, SSpS, Sr. Emiliana Bere, SSpS, Sr. Rosa Da Lima, SSpS. P. Karni Doman,SVD,  P.Aris Gah,SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo,SVD, P. Edi Agun, SVD, P.Linu,SVD, Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,   dan Sr. Filomena Bui, SSpS.

Kami sangat bersyukur dan berterimakasih karena mendapat kesempatan untuk memperdalam hidup rohani melalui kontemplasi yang dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam sehari  dan kemudian mensharingkannya kepada pembimbing sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Melalui teks-teks yang diberikan, kami pun dihantar untuk menyadari kasih Allah yang tak bersyarat, dan  kami pun mampu membuat komitmen pribadi dan mempersembahkannya dalam perayaan Ekaristi penutupan Retret.

Kegiatan Lokret  AJS ini ditutup pada 27 Pebruari 2024 dengan misa penutupan yang dipimpin oleh P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor). Pemukulan gong oleh Pater  Yohanes Eduard SVD, Provinsial SVD Timor dan Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor dan perwakilan dari 2 lokretan sebagai tanda kegiatan Lokakarya dan Retret Gabungan AJS ditutup secara resmi.

Berita: Novis Sr. Maria Petrodina dan Sr.Carla Hello

Foto: Sr. Fridolianty Seran, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani SSpS
KomKom SSpS Timor

Live In Para Suster Balita-Alita Di Stasi St. Maria Fatima Tahon

                                                              dok.: foto bersama umat dalam gereja St. Maria Fatima Tahon

Pada tanggal 8-11 Pebruari 2024 tiga puluh (30) suster SSpS jenjang Balita – Alita (usia kaul kekal 0-12 tahun) melaksakanan kegiatan Live In di Stasi St. Fatima Tahon,  Paroki Ratu Damai Fulur. Para suster datang dari berbagai komunitas di wilayah pulau Timor: Komunitas Bello, Merdeka, Kiupukan, Biudukfoho, Halilulik, Atambua, Tenubot, Temkuna dan Lahurus.

Walau pun diguyur hujan yang sangat deras, para suster disambut dengan hangat dan penuh sukacita oleh Pastor Paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan pastor rekan Rm. John Pilis, Pr bersama para suster SSpS komunitas Fulur dan umat stasi St. Fatima Tahon.

Rm. Stef dalam sambutan penerimaan mengharapkan agar kegiatan Live In  dapat membawa nilai – nilai positif dalam kehidupan umat di stasi Tahon khususnya dapat menumbuhkan benih panggilan di dalam hati anak – anak.

Sr. Yermia Hoar, SSpS sebagai koordinator Balita – Alita juga mengharapkan agar kegiatan live in bisa membawa suatu nilai positif baik bagi umat Stasi Tahon mau pun para suster sendiri. Semoga kehadiran para suster, tinggal bersama umat, melihat dan mengalami kehidupan para umat senantiasa  membawa sukacita, kegembiraan dan semangat dalam menjalani hidup dan panggilan masing-masing.

Beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam Live in selama 4 hari di Stasi Tahon diantara: doa bersama keluarga-keluarga, katekese,sharing iman dan mengunjungi dan  menghantar Komuni Kudus kepada para jompo dan orang sakit. Para suster juga mengadakan rekoleksi interen dengan tema “ Menjadi Pembawa Belaskasih Allah di Tengah Dunia yang Terluka.” Rekoleksi ini dipimpin oleh Sr. Patrisia Bria SSpS. Moment ini diadakan evaluasi program dan pemilihan kepengurusan yang baru periode 2024-2026.

Selain itu para suster juga mengadakan aksi Laudato Si bersama aparat desa, pihak keamanan (tentara)  dan sekelompok umat  menanam anakan pohon lindung seperti mahoni, jati putih dan bambu di daerah sekitar sumber air. Para suster berharap agar pohon yang di tanam disekitar sumber air dapat bertumbuh dengan subur dan di jaga oleh umat sehingga mata air tidak kering dan tidak terjadi longsor. Sementara itu anakan pohon buah yang dibawa para suster seperti jambu, asam mangga, pepaya dan lain-lain diberikan kepada keluarga-keluarga untuk ditanam dipekarangan rumah atau di kebun.

Pada hari Minggu 11 Peberuari 2024 bertepatan dengan Hari Orang Sakit Sedunia, para suster merayakan Ekaristi bersama umat Stasi St. Fatima Tahon.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan koor dimeriahkan oleh suara-suara merdu dari para suster.

Sr. Elga Rafu, SSpS sebagai ketua Balita-Alita dalam sambutannya mengucapkan limpah terimakasih kepada Pastor Paroki-pastor rekan dan seluruh umat stasi St. Maria Fatima Tahon yang terbuka menerima kehadiran para suster. Pastor paroki berharap semoga kehadiran para suster membawa berkat bagi umat stasi Tahon, terutama anak-anak dan remaja puteri bisa tertarik masuk kongregasi SSpS.

Setelah perayaan ekaristi para suster, yang berprofesi sebagai tenaga medis (dokter dan perawat)  mengadakan pengobatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi seluruh umat. Para suster juga membagi makanan tambahan gizi kepada anak-anak, membagi pakaian bagi anak-anak dan perlengkapan bayi. Sementara suster-suster yang lain mengadakan aksi panggilan bersama anak-anak SD, SMP, SMA dan OMK di dalam gereja.

Umat stasi St. Maria Fatima Tahon merasa senang dan bahagia menerima para suster untuk tinggal bersama mereka. Banyak pengalaman yang telah di bagikan bersama; ada sukacita, damai, kekuatan dan kasih persaudaraan.

Berita/Laporan: Sr. Rosdiana Mooy, SSpS

Foto: Alita-Balita

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda, SSpS
KomKom SSpS Timor

Komunitas SSpS St. Klara Tenubot Rayakan Pesta Santo Arnoldus Janssen Bersama Anak-anak Panti Asuhan, Orangtua Kaum Religius dan Biarawan-Biarawati Di Lingkungan Sekitar Biara

 

Pesta Santo Arnoldus Janssen Dok. Komkom SSpS Timor

 

SSpS Timor News; Komunitas St. Klara Tenubot merayakan Pesta Santo Arnoldus dengan penuh sukacita bersama para postulan, anak-anak Panti Asuhan,  orang- tua para religius, dan komunitas-komunitas religius yang berada di sekitar Biara. Perayaan syukur ini dipimpin oleh Pater Mikhael Rusae SVD dan di dampingi imam konselebran Pater Marselo, Sch dan Pater Yanto, Sch. Para Postulan membawakan sebuah dinamika kreatif yaitu  tarian Belaskasih

Dalam kotbahnya Pater Mikhael menyampaikan beberapa catatan penting yang menjadi satu keprihatinan gereja dewasa ini yaitu kehidupan keluarga-keluarga kristen yang akhir-akhir mengalami banyak persoalan bahkan terjadi keretakan yang mengakibatkan perceraian dalam gereja Katolik. Pater juga menyoroti soal kesetiaan sebagai pengikut Kristus dan secara khusus bagi kaum terpanggil. “ Hendaklah kita selalu berkanjang dalam kesetiaan kepada Yesus Tuhan dan Guru kita. Santo Arnoldus Janssen adalah sosok yang setia dan teguh dalam iman akan Allah. Kesetiaannya itu terpancar dari relasi yang intim dengan Yesus melalui doa yang intens. Ia selalu mencari kehendak Allah dalam dalam doa-doanya yang tak kunjung putus. Dalam doa inilah ia menemukan kehendak Allah dengan  mendirikan tiga tarekat misi yang besar,” ungkap Pater Mikhael.

Sr. Arnolda Seran SSpS Pemimpin komunitas mengatakan, “ pesta Arnoldus Janssen tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana kami selalu merayakan dalam komunitas bersama para postulan. Tetapi untuk tahun ini kami ingin merayakan bersama anak-anak panti, orangtua para imam, suster, bruder, frater yang berada di lingkungan sekitar biara serta komunitas-komunitas religius disekitar biara, seperti Tarekat FSGM, OFM bersama calon-calon, dan komunitas Ordo Scholapio dan calon-calon. “ Kami ingin berbagi kegembiraan dan sukacita bersama sesama di sekitar kami, bahwa Bapa Arnoldus itu bukan milik kita semata-mata tetapi milik seluruh umat. Ini kesempatan yang baik untuk membangun jejaring dan relasi yang akrab baik dengan umat mau pun sesama religius,” tandas Sr Arnolda.

Sebelum kami merayakan Pesta Bapa Arnoldus pendiri tarekat kita, kami juga mengadakan Ibadat Triduum bersama para postulan, dan orangtua-keluarga  dari  para religius di lingkungan sekitar biara. Kerinduan terbesar kami adalah memperkenalkan semangat dan kebajikan Santo Arnoldus Janssen kepada umat dan kongregasi religius lain di sekitar biara kita. Selain dari  itu, kita juga harus memperkenalkan mimpi dan semangat misi Bapa Pendiri, Santo Arnoldus Janssen, “ Semoga Allah Tritunggal hidup dalam hati kita dan dalam hati semua orang. Dan semoga hati Yesus sumber kasih juga hidup dan meraja dalam hati semua orang. Salah satu semangat dari Bapa Arnoldus adalah Belaskasih dan kami juga mewujudkan semangat ini kepada sesama di sekitar kami. Tahun ini SSpS merayakan Tahun Belaskasih. Kami komunitas merayakan tahun belaskasih ini dengan berbagi sukacita dan kegembiraan dengan anak-anak Panti Asuhan dan sesama di sekitar kami.“ ungkap Sr. Arnolda

“Suasana keakraban dan kegembiraan terjalin dalam kebersamaan ini. Kami saling membantu dan melengkapi, berbagi cerita satu sama lain, mendengarkan, saling melayani satu sama lain.  Beberapa orang tua kaum religius membantu kami untuk urusan konsumsi sampai memberekan urusan dapur. Kami senang dan bahagia karena orangtua kaum religius punya rasa memiliki kami sebagai bagian dari keluarga mereka. Perayaan syukur ini kami rangkai dengan makan bersama dan kemundian dilanjutkan dengan  rekreasi menari bersama. ” pungkas Sr. Arnolda.

Perayaan Ekaristi Syukur ini dimeriahkan oleh koor dari para postulan SSpS Timor.

Berita/Laporan: Sr Innes Maximiliani
KomKom SSpS Timor
Foto/Dok: Sr. Esy Yosina Kase, SSpS

Rekoleksi Para Novis SSpS Timor Menjelang Pesta Pelindung Komunitas Novisiat

Menjelang pesta pelindung Novisiat yaitu Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 16  suster Novis SSpS Timor (10 Novis I dan 6 Novis II)  mengadakan rekoleksi  pada tanggal 22-24 November 2023  di Rumah Novisiat Halilulik. Para suster Novis II yang sedang mengalami praktek di komunitas-komunitas pun berkumpul untuk melaksanakan kegiatan ini. Rekoleksi ini dibuka pada 22 November malam dan ditutup pada tanggal 24 siang, dengan pembimbing rekoleksi Sr. Fridolianti Seran, SSpS  (Magistra Novis) dan dan Sr. Filomena Bui, SSpS (Pendamping Novis)

Tema Umum rekoleksi adalah: “DIA SETIA MENUNGGU-KU” dengan inspirasi Biblisnya  dari Injil Yohanes 1:35-4. Kami juga dituntun untuk merenungkan beberapa sub tema kecil yang sangat berkesan dan  sekaligus menantang kami untuk melihat kehendak Tuhan dalam diri kami.

Hari pertama kami mendalami tema “APAKAH YANG KAMU CARI?” Untuk menjadikan tema ini bagian dari diri kami,  maka kami dituntun melalui kontemplasi terbimbing, refleksi, sharing bersama dan input-input yang membantu kami untuk menjawabi pertanyaan “apa yang di cari sebagai seorang Novis?”

Sr. Fridolyanti Seran, SSpS dan Sr Filomena Bui SSpS membantu kami dengan dinamika sederhana agar kami bisa menemukan jawabannya. Kami diminta untuk memilih salah satu barang yang sudah disiapkan yang sangat menarik mata dan menyenangkan hati. Kamipun membiarkan diri untuk dibimbing oleh Roh ke mana Ia  menuntun kami untuk berlangkah.

Hari kedua kami mendalami tema;“BAGAIMANA ENGKAU MENGENAL AKU?” yang didasarkan pada perjumpaan awal Natanael dengan Yesus  dalam kisah Injil Yoh 1:45. Di sini, kami diajak untuk menyadari dan merasakan bagaimana Yesus mengenal diri  secara pribadi lebih dalam daripada kami mengenal diri kami sendiri. Dia mengenal kami secara utuh dan sempurna. Sesi ini di akhiri dengan beberapa pertanyaan penuntun yang membantu kami untuk melihat diri sejauh mana kami secara pribadi telah mengenal Yesus dan sesama yang ada di sekitar kami?

Setelah makan siang kami melanjutkan rekoleksi dengan berziarah ke Gua Maria Lokomea-Lurasik, 30 menit perjalanan dari komunitas Novisiat-Halilulik. Di sana kami berdoa Rosario dan merayakan Ekaristi kudus bersama Romo Ino Bere Nahak, Pr.  Sebelum merayakan Ekaristi Kudus kami mendapat pelayanan sakramen pengakuan dari Rm. Ino Bere. Setelah perayaan ekaristi kami pun kembali ke Novisiat-Halilulik

Hari ketiga, kami mendalami sebuah tema yang juga menarik untuk direfleksikan yakni “AKU DAN KOMUNITAS”. Tema ini menghantar kami untuk semakin menyadari akan pentingnya hidup berkomunitas yang mana di dalamnya terdapat orang-orang yang dipanggil khusus untuk menjadi pengikut-Nya yang juga masih manusia yang memiliki kelebihan dan keterbatasan.

Rekoleksi pun ditutup pada hari Sabtu, 25 November tepat pukul 11.30 dengan ibadat singkat yang dipimpin oleh Sr. Carla dan Sr. Febri. Dalam ibadat ini, kami di ajak untuk mengungkapkan komitmen untuk di pertanggung jawabkan dalam hari-hari hidup selanjutnya. Selama dalam hari-hari rekoleksi kami juga mengadakan adorasi setiap malam dari jam 20.00-20.45.

Puncak dari Rekoleksi adalah kami merayakan Pesta Kristus Raja Semesta Alam Pelindung Komunitas Novisiat pada hari Minggu, 26 November. Kami merayakan Ekaristi Kudus bersama para suster Komunitas Halilulik. Perayaan Ekaristi di pimpin oleh P. Aris Gah, SVD. Dalam homilinya Pater mengatakan bahwa Yesus Gembala yang baik adalah Alfa dan Omega, Awal dan Akhir hidup kita. Karena itu, sebagai pengikut-Nya diharapkan agar kita selalu taat dan berpasrah pada kehendak-Nya dan membiarkan Yesus merajai hati kita. Bagaimana Ia bisa merajai hati kita, kalau di dalamnya ada iri hati, dengki  dan dendam? Lebih lanjut Pater Aris mengatakan, “Setiap kita dipanggil untuk menjadi raja atas dirinya sendiri dengan cara: setia tekun untuk berproses dengan diri, sikap mengendalikan diri terhadap godaan-godaan dan tidak mudah menyerah.

Perayaan Ekaristi ini dimeriahkan oleh suara merdu para Novis dan beberapa suster dari Komunitas Profes. Melengkapi kegembiraan dan sukacita merayakan pesta pelindung komunitas, kami mengudang komunitas Profes untuk santap malam bersama dan rekreasi bersama di komunitas Novisiat.

“ Ya Yesus Raja Semesta Alam, Hendaknya Engkau Merajai juga seluruh diri dan perjalanan panggilan kami. Amin”

Berita/Laporan: Rebecha Nuban  (Novis II)

Foto: Sr. Fridolyanti Seran SSpS dan Sr. Filomena Bui, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani, SSpS
KomKom SSpS Timor

LIVE IN Para Suster Yunior Karya dan Para Calon Menjelang Hari Minggu Misi Se-Dunia ke-97 di Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo-Malaka-Nusa Tenggara Timur

Dalam rangka merayakan hari minggu misi sedunia yang ke 97,  para suster yunior SSpS Timor Distrik Atambua bersama para postulant dan aspiran  mengadakan kegiatan live-in di Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo-Malaka. Kegiatan live ini para suster Yunior kali ini diadakan di kabupaten Malaka dan Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo diplih sebagai tempat live in para suster yunior dan calon sebagai tempat berbagi cerita misi. Paroki St. Fransiskus Asisi adalah adalah paroki baru buah pemekaran dari Paroki St. Yohanes Rasul Webrimata. Umatnya sebagian besar pernah menjadi umat paroki St. Yohanes Batista Besikama dan juga St. Yohanes Rasul Webrimata. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dengan jumlah peserta 48 orang, terdiri dari 23 suster yunior, 16 postulan, dan 9 aspiran, didampingi  Sr. Merita Missa, SSpS Pemimpin Postulant dan Sr. Aurea Ximenes SSpS, Pemimpin Aspiran.

Tema Hari Minggu Misi Se-dunia ke-97 ” Hati Berkobar-kobar Dan Kaki Bergegas Pergi Mewartakan Kabar Sukacita”  memberi semangat dan antusiasme bagi kami para generasi muda provinsi SSpS Timor. Kami pun bergegas dengan penuh sukacita melangkahkan kaki menuju Malaka menjumpai umat Allah di Paroki St. Fransiskus Asisi untuk berbagi sukacita Injil dengan mereka. Perjalanan menuju Paroki St. Fransiskus Lakulo cukup jauh disertai medan yang menantang tetapi kami mengalami suatu perjalanan yang sungguh menyenangkan dan menggembirakan karena semangat kami untuk menjumpai umat di sana.

Kehadiran kami disambut hangat dan penuh sukacita oleh pastor paroki, RD. Edy Laku Mali, Pr,  Frater TOP dan seluruh umat. Kami diterima secara adat di depan pintu gerbang paroki dengan pengalungan selendang kepada kedua suster pendamping dan diarak dengan  tarian bidu menuju halaman paroki di mana sebagian besar umat sudah menunggu kedatangan kami dengan beberapa rangkaian acara diantaranya ucapan selamat datang dan sambutan dari pastor paroki sekaligus membuka secara resmi kegiatan live in para suster, kemudian pembagian para aspiran, postulan dan suster ke 17 lingkungan.

Kegiatan hari pertama adalah pelayanan komuni kudus bagi orang sakit, dan lansia (lanjut usia),  katekese dan doa rosario misioner di setiap lingkungan di mana kami tinggal. Ada pun bahan katekese yang kami berikan berkaitan dengan realita dunia tentang masalah-masalah aktual yang terjadi dalam kehidupan berkeluarga, sosial, dan juga pertobatan ekologi. Bahan katekese ini kami bawakan kreatif sehingga menggugah hati umat. Banyak diantara mereka mensharingkan pengalaman hidup keluarga, perjuangan dan suka duka  menjalani hidup sebagai orang Katolik.

Kegiatan hari kedua, kami merayakan Hari Minggu Misi ke-97 bersama umat di Gereja Paroki. Umat membludak memadati gedung gereja, berbeda dengan hari-hari minggu selama ini. Perayaan Ekaristi  dipimpin oleh RD. Edy Laku, Pr Pastor Paroki Lakulo, dan koor dimeriahkan oleh suara merdu dari para suster, postulan dan aspiran serta OMK paroki. Pada saat homily Sr. Marselina Muti, SSpS Ketua Yunior Karya diberi kesempatan untuk bercerita tentang Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) dan karya misi SSpS di seluruh dunia. Sebagai suster misionaris yang berkarya di seluruh dunia, maka pada bagian doa permohonan, dibawakan dalam beberapa bahasa diantaranya Inggris, Spanyol, Tetun, dawan dan Bunak. Setelah perayaan Ekaristi kami mengadakan beberapa kegiatan diantara: Literasi SEKAMI bersama  anak-anak, Pameran mini, dan pertandingan bola voli bersama umat.

Kami juga menggelar pentas budaya pada malam harinya. Kami mengawali acara malam budaya dengan parade budaya dari para suster yunior, postulan, dan aspiran. Kami mengenakan pakaian adat dan menampilkan tarian tradisional dari daerah kami masing-masing; Dawan, Belu, Bunak, Manggarai dan Alor. Kami juga membawakan beberapa acara lainnya seperti fragmen, dan drama musikal yang bertemakan panggilan. Selain pertunjukan-pertunjukan yang kami bawakan, ada juga penampilan-penampilan dari anak-anak SEKAMI dan  OMK setempat. Tujuan dari pentas budaya untuk menyampaikan pesan moral kepada umat sekalian, bahwa kemana pun kita melangkah dan menjalani hidup, kita adalah mahkluk yang berbudaya,  dengan adat dan tradisi yang memiliki nilai-nilai yang sangat luhur dan membentuk pribadi manusia. Maka hendaklah kita senantiasa  mencintai, merawat dan melestarikan budaya kita masing-masing.

Kegiatan hari ketiga adalah hari terakhir live in kami.  Kami mengadakan aksi panggilan di sekolah-sekolah yakni di SD, SMP, dan SMA. Semua guru dan anak-anak sangat gembira menyambut kehadiran kami sehingga kami terbuka untuk sharing panggilan, misi, dan bermain bersama anak-anak. Kegiatan ini adalah animasi rohani bagi anak-anak untuk menumbuhkan motivasi dan benih panggilan agar anak-anak  tertarik untuk menjadi imam, suster, dan  bruder. Setelah  kegiatan aksi panggilan berakhir, kami pun kembali ke rumah keluarga dimana kami tinggal, untuk pamit ke paroki dan kembali ke komunitas kami masing-masing.

Kami sangat bersyukur dan merasa bahagia dengan keterbukaan hati setiap keluarga yang mau menerima kami tinggal dirumah mereka selama 3 hari. Meskipun kami baru saling mengenal tetapi kami merasa seperti berada di keluarga sendiri sehingga membuat kami nyaman dan mampu beradaptasi dengan kehidupan keluarga dan lingkungan. Selama bersama keluarga kami terlibat untuk membantu pekerjaan dalam rumah, berdoa rosario dan mendengarkan sharing-haring mereka.

Pengalaman live in di paroki St. Fransiskus Asisi adalah  suatu perjumpaan dengan Allah yang sungguh nyata dan mengasihi kami. Kami saling berbagi cerita hidup bersama umat sederhana, di tempat terpencil. Kami pun kembali ke komunitas masing-masing dengan hati berkobar-kobar penuh semangat dan kegembiraan untuk tetap teguh dan setia pada panggilan kami. Harapan kami semoga kehadiran kami di tengah umat meneguhkan  iman, harapan dan kasih kepada Allah dan semoga Allah sendirilah yang menumbuhkan benih panggilan dalam hati anak-anak dan remaja agar bersedia menjawab sapaan Allah.

 

Berita/Laporan: Sr. Yurita Abi, SSpS

Foto: Sr. Klara Teun

Editor: Sr. Innes Amuntoda, SSpS

Komkom SSpS Timor