Keuskupan Atambua kembali menggelar Aksi Panggilan Akbar yang dipusatkan di Paroki St. Fransiskus Xaverius Fatuoni, Dekenat Mena. Sebanyak 34 tarekat religius putra dan putri berkumpul untuk membagikan kesaksian hidup membiara kepada umat Allah. Kehadiran puluhan tarekat ini menjadi bukti nyata kekayaan karisma Gereja yang dipersatukan oleh Roh Kudus, sekaligus menjadi momen iman bersejarah dalam perjalanan gereja setempat.
Rangkaian Aksi Panggilan Akbar Keuskupan Atambua yang berlangsung pada 23–26 April 2026 dihidupi oleh tema Minggu Panggilan Sedunia ke-63: ‘Satu dalam Kristus, Bersatu dalam Misi’. Perhelatan ini hadir sebagai wujud nyata panggilan kita untuk bersatu dalam Kristus, sekaligus memperkuat semangat misioner Gereja dalam melayani dunia.
Kegiatan Aksi Panggilan ini melibatkan seluruh elemen umat paroki, mulai dari anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), dan orang tua. Program ini bertujuan menghantar umat untuk menyadari panggilan hidup, baik panggilan khusus sebagai religius (membiara) maupun panggilan profesi di tengah dunia. Berbagai rangkaian kegiatan seperti katekese di setiap lingkungan/KUB, aksi panggilan bersama siswa sekolah, hingga pelayanan komuni bagi kaum lansia dan orang sakit menjadi sarana konkret bagi umat untuk mengenali serta menanggapi sapaan Tuhan. Harapannya, umat tidak hanya memahami panggilan khusus, tetapi juga menyadari panggilan umum sebagai murid Kristus yang diutus untuk mewartakan kasih-Nya.
Ke-34 tarekat religius pria dan wanita yang hadir dalam Aksi Panggilan Akbar di Fatuoni saling membagikan keanekaragaman spiritualitas dan karisma mereka. Kekayaan ini tidak hanya menambah wawasan umat, tetapi juga membantu mereka memahami karakteristik unik dari setiap tarekat. Meskipun berbeda, setiap tarekat memiliki satu tujuan yang sama, sejalan dengan tema Minggu Panggilan 2026. Keberagaman tersebut justru mempererat persatuan dan kerja sama unik dalam memperdalam iman umat kepada Kristus. Alih-alih memecah belah, perbedaan spiritualitas ini menjadi kekayaan yang saling melengkapi bagi para religius maupun umat. Keceriaan dan kegembiraan pun terpancar jelas dari raut wajah setiap peserta yang terlibat.
Kemeriahan Panggung Gembira pada Jumat malam (24/4/2026) menjadi momen tak terlupakan bagi umat Paroki Fatuoni. Berbagai atraksi seni ditampilkan oleh para novis SVD, SSpS, Scholapios, serta para pelajar setempat. Para frater novis menyuguhkan perpaduan drama dan musikalisasi puisi yang menyentuh hati. Suasana semakin berwarna saat para novis SSpS membawakan tarian kipas dan drama menyentuh tentang benih-benih panggilan. Tak kalah menarik, para novis Scholapios menghadirkan teater mendalam tentang Cahaya Kristus yang mengalahkan kegelapan dunia. Pertunjukan ini menjadi kesaksian iman yang indah melalui ekspresi seni.
Rangkaian Aksi Panggilan ini ditutup dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh P. Salvator Towari, SVD, selaku Ketua Komisi Panggilan. Dalam homilinya, Pater Salvator menekankan bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak dari setiap panggilan. Melalui Ekaristi, umat memperoleh kekuatan untuk menjawab sapaan Tuhan dengan setia dan penuh sukacita. “Tidak ada panggilan yang lebih tinggi atau lebih rendah, karena semua panggilan berasal dari Allah yang sama. Yang terpenting adalah kesediaan untuk menjawabnya dengan hati yang tulus dan komitmen nyata,” tegasnya. Beliau menambahkan bahwa dalam Ekaristi, setiap orang dipersatukan dalam Kristus dan diutus kembali ke dunia untuk melaksanakan misi masing-masing. Dengan demikian, kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan iman yang terus berlanjut bagi umat yang bersatu dalam Kristus dan setia dalam misi-Nya.
Kebahagiaan terpancar dari umat Paroki Fatuoni yang menjadi tuan rumah Aksi Panggilan tahun ini. Bagi mereka, kehadiran puluhan biarawan-biarawati bukan sekadar tamu, melainkan inspirasi nyata dalam pelayanan gerejani. Ketua DPP Paroki Fatuoni pun menyampaikan harapannya agar momen ini menjadi benih panggilan bagi anak muda. Beliau menegaskan bahwa harapan umat adalah agar peristiwa iman ini menjadi agenda yang terus berkelanjutan dan bukan sekadar perayaan sesaat.
Semangat kerja sama antara umat dan para biarawan-biarawati yang hadir dalam Aksi Panggilan ini memang terasa sangat kental dan menyentuh hati. “Saya sangat bahagia bisa berada di tengah umat Paroki Fatuoni. Saya melihat bagaimana para orang tua yang setiap hari bekerja keras menafkahi keluarga, bersedia mengorbankan rutinitas mereka ke ladang demi hadir bersama kami. Terima kasih atas pengorbanan dan antusiasme seluruh umat Fatuoni,” ungkap Sr. Yustina.
By Sr. Yustina Abani, SSpS
