Work

Rapat Tahunan SSpS-SVD Indo-Leste

Timor menjadi tempat berlangsungnya Rapat Tahunan SSpS-SVD bagi para provincial dan regional se-Indonesia dan Timor Leste, di rumah retreat SSpS Bello-Kupang. Hadir juga dalam rapat ini, Ketua Yayasan, Sekretaris, Bendahara Vivat Indonesia, ASPAC Zonal Coordinator, Direktur-Bendahara Mission Office SVD Indonesia, Superior Delegatus SVD Indonesia, Tim Sumur Yakub, para koordinator JPIC provinsi/regio Indo-Leste dan utusan dari berbagai komisi.

Agenda pertemuan selama 5 hari di mulai, Selasa, 30 April – 05 Mei 2019 yakni: mengevaluasi, membahas, membaharui dan membuat keputusan-keputusan demi kepentingan provinsi/regio se-Indonesia – Timor Leste, mengenai karya kerasulan dan misi penerus charisma dan spiritualitas Arnoldus Janssen. Adapun pertemuan internal bagi para provinsial/regional SSpS dan SVD.

Kegiatan ini, diawali dengan penerimaan secara resmi oleh SSpS dan SVD se-kota Kupang dengan pawai drumband dan tarian Rote oleh siswa/i SMPK St. Theresia Kupang. Peserta diarak dari depan rumah komunitas Bello menuju aula utama rumah retreat Bello. Sr. Immelda Maria Obe, SSpS selaku ketua panitia mengucapkan selamat datang dan harapannya semoga pertemuan ini menghasilakan solusi yang baik demi perkembangan misi Yesus sendiri di Indo-Leste.

Adanya perayaan Ekaristi pembukaan yang dipimpin oleh Provinsial SVD Timor P. Didimus Nai. “Semoga rapat tahunan ini menghasilkan buah-buah Roh Kudus yang dapat mmenggerakkan kita dalam tugas dan pelayanan SSpS – SVD kedepan” harap Pater Didi dalam homilynya. Untuk memeriahkan Syukur, pujian dan permohonan dalam Ekaristi kudus ini, hadir koor gabungan para suster student SSpS Liliba, para bruder SVD dan komunitas SSpS-SVD se-kota Kupang.

Di hari ketiga rapat tahunan SSpS-SVD Indo-Leste, komisi VIVAT Indonesia yang beranggotakan 3 orang (P. Paulus Rahmat, Sr. Genoveva Amaral dan Sr. Helena Lilis) melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan memapakarkan rencana program kerja VIVAT Indonesia di tahun 2019 meliputi: menjamin hak-hak para tenaga kerja migran, adanya regulasi bagi para tenaga kerja migran dan meningkatkan peran media dan NGO dalam kasus traffiking.

System kerja VIVAT Indonesia mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. “Selain tugas administrasi, VIVAT Indonesia bisa dan telah mengkoordinir bantuan solidaritas bagi korban bencana alam di Donggala dan tsunami di Banten.” ungkap pegawas VIVAT Indonesia Sr. Odilia Welerubun – Provinsial SSpS Jawa.

Sementara tim Sumur Yakup (P. John Masneno) tak kalah menguraikan berbagai kegiatan spiritual dan mendeskripsikan rencana program kerja Sumur Yakup diantaranya: mengadakan retreat psiko-spiritual dan workshop bagi; para formator, yang berpesta perak maupun yang kaul kekal dan retreat serta pendampingan bagi yang mengalami krisis.

Menanggapi rencana-rencana program kerja dari berbagai komisi, para provinsial dan regional SSpS-SVD Indo-Leste membentuk devisi khusus penanganan bencana alam, pelatihan JPIC-VIVAT dan joint responses melawan Human Traffiking. Untuk merealisasikan program rencana kerja ini setiap provinsi dan regio diminta kesediaannya untuk mengutus dan merelakan anggotanya untuk mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.

Sr. Maria Vianney, SSpS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *