Maknai Tahun Belaskasih Para Suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik Gelar Bakti Sosial Bagi Umat Di Pedalaman Timor Tengah Selatan

BAKSOS SSpS Timor. Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat di Wilayah Sabun-Oinlasi TTS. Sr. dr. Mery Neno SSpS sedang memeriksa pasien.
Dok Keg. BAKSOS di Sabun-Oinlasi TTS

Belaskasih: Tergerak Hati Melintas Batas, Mendengar, Menjamah dan Mengobati yang sakit dan membutuhkan Kasih Tulus.

SSpS Timor News. Memaknai Tahun Belas Kasih Kongregasi (Year Of Compassion), pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tujuh belas (17) pada Sabtu 01 Juni 2024,  17 suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik yang bertugas di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik  (Belu) mengadakan Bakti Sosial di Stasi Sabun Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang, wilayah Timor Tengah Selatan.

Untuk menjangkau tempat ini para suster harus menempuh perjalanan selama 5 jam melintasi kabupaten Timor Tengah Utara. Rombongan para suster berangkat dari Halilulik pada Sabtu 01 Juni, pukul 11.00 Wita dengan menumpangi Pick Up dan tiba di Stasi Sabun-Oinlasi pukul 17.00. Kedatangan para suster disambut hangat oleh RD. Yulius Efi, Pr Pastor yang bertugas di stasi ini dan umat Stasi Sabun secara adat oleh para tokoh adat dan sejumlah umat di stasi Sabun.

Pada malam harinya para suster mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan besok harinya, diantaranya latihan koor untuk perayaan Hari Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus.  Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.

Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.

Kegiatan baksos ini  bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun,  mereka  di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.

Romo Lius Efu, Pr selaku Pastor Stasi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Sr. dr. Mery Neno, SSpS Direkttur RSKM Halilulik bersama para suster dari komunitas Halilulik di tengah kesibukan yang padat telah meluangkan waktu datang jauh-jauh dari Halilulik untuk melayani umat sederhana dan pterpencil, pedalaman Timor Tengah Selatan. “Memang selama ini dalam perayaan-perayaan besar Gereja, Stasi Sabun selalu dibantu oleh para suster SSpS Komunitas Oinlasi dan hari ini  para suster yang jauh datang dari Halilulik-Belu, datang lagi memberi pengobatan gratis dan menanggung koor dalam perayaan ekarisi penerimaan komuni pertama, ini merupakan suatu sejarah dan rahmat bagi umat Stasi Sabun”, ungkap Romo Lius.

Sr. dr Mery Neno SSpS Direktur RSKM Halilulik mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Romo Lius dan umat setempat. “ Kami berterimakasih kepada Romo Lius atas keterbukaan menerima para suster dari Halilulik dan diterima secara adat, juga antusiasme umat untuk kegiatan kami ini. Kami berharap semoga pelayanan kali ini berkenan di hati para umat di sini,  Jika ada yang membutuhkan pengobatan lanjutan bisa berobat ke RSKM Halilulik.  Terimakasih juga kepada Puskesmas Boking untuk kerjasamanya hari ini secara telah mengambil bagian dalam pelayanan kepada ibu-ibu hamil. Kami juga memohon maaf jika dalam pelayanan kami, ada kekurangan dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan umat. Kami juga berharap, kehadiran kami para suster SSpS menumbuhkan panggilan bagi generasi muda untuk menjadi pastor, suster, bruder.” Ungkap Sr. Mery.

Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat senang karena  kehadiran para suster  sungguh membawa dampak yang positif  bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin  berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi  kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Kegiatan Baksos ini berlangsung dari kurang lebih pukul 13.45-19.30 WITA. Umat  menunggu dengan setia pelayanan dari suster dan menemani para puster hingga terselesainya kegiatan ini.

Tepat pukul 20.30 WITA para suster kembali ke Halilulik, diantar oleh beberapa umat Stasi Sabun kembali ke Halilulik dengan penuh sukacita dan haru dan dilepas pergikan secara adat dan pengalungan sebagai ucapan terima kasih dari umat kepada Sr Direktris RSKM Halilulik dan perwakilan pimpinan rumah Komunitas Halilulik.

Perlu diketahui, secara geografis Stasi Sabun terletak di wilayah kecamatan Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Stasi Sabun merupakan salah satu Stasi dari Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang. Ada 11 Komunitas Umat Basis (KUB) dan 4 Kapela di wilayah Stasi Sabun.

Berita/Laporan: Sr Emanuela Talan, SSpS
Dokumentasi/Foto: Sr. Sesilia Un SSpS
Editor: Sr Innes Amuntoda SSpS
Komkom SSpS Timor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *