LIVE IN Para Suster Yunior Karya dan Para Calon Menjelang Hari Minggu Misi Se-Dunia ke-97 di Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo-Malaka-Nusa Tenggara Timur

Dalam rangka merayakan hari minggu misi sedunia yang ke 97,  para suster yunior SSpS Timor Distrik Atambua bersama para postulant dan aspiran  mengadakan kegiatan live-in di Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo-Malaka. Kegiatan live ini para suster Yunior kali ini diadakan di kabupaten Malaka dan Paroki St. Fransiskus Asisi Lakulo diplih sebagai tempat live in para suster yunior dan calon sebagai tempat berbagi cerita misi. Paroki St. Fransiskus Asisi adalah adalah paroki baru buah pemekaran dari Paroki St. Yohanes Rasul Webrimata. Umatnya sebagian besar pernah menjadi umat paroki St. Yohanes Batista Besikama dan juga St. Yohanes Rasul Webrimata. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dengan jumlah peserta 48 orang, terdiri dari 23 suster yunior, 16 postulan, dan 9 aspiran, didampingi  Sr. Merita Missa, SSpS Pemimpin Postulant dan Sr. Aurea Ximenes SSpS, Pemimpin Aspiran.

Tema Hari Minggu Misi Se-dunia ke-97 ” Hati Berkobar-kobar Dan Kaki Bergegas Pergi Mewartakan Kabar Sukacita”  memberi semangat dan antusiasme bagi kami para generasi muda provinsi SSpS Timor. Kami pun bergegas dengan penuh sukacita melangkahkan kaki menuju Malaka menjumpai umat Allah di Paroki St. Fransiskus Asisi untuk berbagi sukacita Injil dengan mereka. Perjalanan menuju Paroki St. Fransiskus Lakulo cukup jauh disertai medan yang menantang tetapi kami mengalami suatu perjalanan yang sungguh menyenangkan dan menggembirakan karena semangat kami untuk menjumpai umat di sana.

Kehadiran kami disambut hangat dan penuh sukacita oleh pastor paroki, RD. Edy Laku Mali, Pr,  Frater TOP dan seluruh umat. Kami diterima secara adat di depan pintu gerbang paroki dengan pengalungan selendang kepada kedua suster pendamping dan diarak dengan  tarian bidu menuju halaman paroki di mana sebagian besar umat sudah menunggu kedatangan kami dengan beberapa rangkaian acara diantaranya ucapan selamat datang dan sambutan dari pastor paroki sekaligus membuka secara resmi kegiatan live in para suster, kemudian pembagian para aspiran, postulan dan suster ke 17 lingkungan.

Kegiatan hari pertama adalah pelayanan komuni kudus bagi orang sakit, dan lansia (lanjut usia),  katekese dan doa rosario misioner di setiap lingkungan di mana kami tinggal. Ada pun bahan katekese yang kami berikan berkaitan dengan realita dunia tentang masalah-masalah aktual yang terjadi dalam kehidupan berkeluarga, sosial, dan juga pertobatan ekologi. Bahan katekese ini kami bawakan kreatif sehingga menggugah hati umat. Banyak diantara mereka mensharingkan pengalaman hidup keluarga, perjuangan dan suka duka  menjalani hidup sebagai orang Katolik.

Kegiatan hari kedua, kami merayakan Hari Minggu Misi ke-97 bersama umat di Gereja Paroki. Umat membludak memadati gedung gereja, berbeda dengan hari-hari minggu selama ini. Perayaan Ekaristi  dipimpin oleh RD. Edy Laku, Pr Pastor Paroki Lakulo, dan koor dimeriahkan oleh suara merdu dari para suster, postulan dan aspiran serta OMK paroki. Pada saat homily Sr. Marselina Muti, SSpS Ketua Yunior Karya diberi kesempatan untuk bercerita tentang Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) dan karya misi SSpS di seluruh dunia. Sebagai suster misionaris yang berkarya di seluruh dunia, maka pada bagian doa permohonan, dibawakan dalam beberapa bahasa diantaranya Inggris, Spanyol, Tetun, dawan dan Bunak. Setelah perayaan Ekaristi kami mengadakan beberapa kegiatan diantara: Literasi SEKAMI bersama  anak-anak, Pameran mini, dan pertandingan bola voli bersama umat.

Kami juga menggelar pentas budaya pada malam harinya. Kami mengawali acara malam budaya dengan parade budaya dari para suster yunior, postulan, dan aspiran. Kami mengenakan pakaian adat dan menampilkan tarian tradisional dari daerah kami masing-masing; Dawan, Belu, Bunak, Manggarai dan Alor. Kami juga membawakan beberapa acara lainnya seperti fragmen, dan drama musikal yang bertemakan panggilan. Selain pertunjukan-pertunjukan yang kami bawakan, ada juga penampilan-penampilan dari anak-anak SEKAMI dan  OMK setempat. Tujuan dari pentas budaya untuk menyampaikan pesan moral kepada umat sekalian, bahwa kemana pun kita melangkah dan menjalani hidup, kita adalah mahkluk yang berbudaya,  dengan adat dan tradisi yang memiliki nilai-nilai yang sangat luhur dan membentuk pribadi manusia. Maka hendaklah kita senantiasa  mencintai, merawat dan melestarikan budaya kita masing-masing.

Kegiatan hari ketiga adalah hari terakhir live in kami.  Kami mengadakan aksi panggilan di sekolah-sekolah yakni di SD, SMP, dan SMA. Semua guru dan anak-anak sangat gembira menyambut kehadiran kami sehingga kami terbuka untuk sharing panggilan, misi, dan bermain bersama anak-anak. Kegiatan ini adalah animasi rohani bagi anak-anak untuk menumbuhkan motivasi dan benih panggilan agar anak-anak  tertarik untuk menjadi imam, suster, dan  bruder. Setelah  kegiatan aksi panggilan berakhir, kami pun kembali ke rumah keluarga dimana kami tinggal, untuk pamit ke paroki dan kembali ke komunitas kami masing-masing.

Kami sangat bersyukur dan merasa bahagia dengan keterbukaan hati setiap keluarga yang mau menerima kami tinggal dirumah mereka selama 3 hari. Meskipun kami baru saling mengenal tetapi kami merasa seperti berada di keluarga sendiri sehingga membuat kami nyaman dan mampu beradaptasi dengan kehidupan keluarga dan lingkungan. Selama bersama keluarga kami terlibat untuk membantu pekerjaan dalam rumah, berdoa rosario dan mendengarkan sharing-haring mereka.

Pengalaman live in di paroki St. Fransiskus Asisi adalah  suatu perjumpaan dengan Allah yang sungguh nyata dan mengasihi kami. Kami saling berbagi cerita hidup bersama umat sederhana, di tempat terpencil. Kami pun kembali ke komunitas masing-masing dengan hati berkobar-kobar penuh semangat dan kegembiraan untuk tetap teguh dan setia pada panggilan kami. Harapan kami semoga kehadiran kami di tengah umat meneguhkan  iman, harapan dan kasih kepada Allah dan semoga Allah sendirilah yang menumbuhkan benih panggilan dalam hati anak-anak dan remaja agar bersedia menjawab sapaan Allah.

 

Berita/Laporan: Sr. Yurita Abi, SSpS

Foto: Sr. Klara Teun

Editor: Sr. Innes Amuntoda, SSpS

Komkom SSpS Timor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *