Komunitas Talitakum Kupang Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Para Korban Perdagangan Manusia

SSpS Timor News: Memperingati Pesta  St Josephine Bakhita dan Hari Doa Internasional Serta Kesadaran Menentang Perdagangan Manusia, Komunitas Talitakum Kupang  yang di koordinir oleh Sr. Fransiska Romana Yasmini RVM dan Sr. Fransiska Snae SSpS, mengadakan Doa Lintas Agama Dengan Tema : Perjalanan Bermartabat, Mendengar, Bermimpi Dan Bertindak.

Tujuan utama dari pringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran yang tentang fenomena perdagangan orang sekaligus kesempatan untuk merefleksikan tindakan kekerasan dan ketidakadilan yang semakin marak yang sangat berdampak dalam kehidupan banyak orang. Kegiatan doa bersama ini diadakan  di Aula SMPK St Theresia Kupang, dihadiri Pendeta dari Gereja Masehi Injili Timor, Perwakilan Agama Budha, Muslim dan juga perwakilan Orang Muda Gereja Protestan,  para suster, pastor dan Frater dari berbagai konggregasi  SSpS (Sevarum Spiritus Sancti), RVM (Religious of the Virgin Mary), OCD ( Ordo Carmelitarum Discalceatorum) FDCC (Figlia Della Carita Canossiana), CDD (Congregatio Discipulorum Domini), CM (Carmelite Misionaries), CMF  (Cordis Mariae Filii)  anak-anak Asrama asuhan para suster SSpS serta Anak-anak SDK Canosiana

Kegiatan ini diawali dengan doa pembuka dan berkat yang dibawakan oleh Pater Berto,  OCD, dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Mars Komunitas Taltakum dan dilanjutkan lagi dramatisasi perjuangan St. Bhakita oleh anak-anak SDK Canosian. Sr. Ligia FDCC menjelaskan secara lebih detail Santa Bhakita dan perjuangan hidupnya dan kemudian diangkat menjadi pelindung korban kekerasan dan perdagangan manusia. Pendeta Emmy Sahertian juga berbagi cerita dan pengalaman melalui video-video terkait kasus kekerasan dan perdagangan manusia dan bagaimana menangani kasus-kasus yang telah terjadi. “ Jaman sekarang banyak orang melakukan kejahatan dan penjualan manusia dengan bermodalkan HP (handphone). Melalui media sosial seperti FB (Facebook, WA (whatsapp) dan media sosial lainnya dengan iming-iming pekerjaan  bagus dengan gaji yang tinggi; ada juga tawaran beasiswa kuliah di luar negeri dan lain sebagainya.” ungkap Pendeta Emmy. Lebih lanjut ia menghimbau agar para pemuda-pemudi dan kaum perempuan agar tidak tergiur akan tawaran-tawaran yang menggiurkan yang nantinya akan menyusahkan diri sendiri dan juga banyak pihak.

Sr. Fransiska Romana Yasmini, RVM selaku koordinator Komunitas Talitakum Kupang, dalam sambutannya  menyampaikan rasa syukur dan terimakasih  kepada semua yang berkenan hadir dan terlibat dalam kegiatan ini. Mengakhiri kegiatan ini, Sr. Deviyani Lada SSpS mewakili tokoh-tokoh agama dan seluruh tarekat religius yang hadir membawakan doa untuk para korban kejahatan dan perdagangan manusia. Semua peserta yang hadir bersatu dan bersepakat  menolak segala bentuk  kekerasan dan perdagangan manusia.

Kegiatan ini ditutup dengan doa untuk para korban kejahatan kemanusiaan terutama perdagangan manusia yang dibawakan oleh Sr Deviyani,SSpS.

Untuk diketahui, Hari Doa Dan Kesadaran Internasional Menetang Perdagangaan Manusia, dirayakan secara resmi pada tahun 2015 pada 08 Pebruari bertepatan dengan Pesta Santa Bhakita, pelindung para korban kejahatan dan perdagangan manusia.

Berita/Laporan: Sr Deviyani Lada, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *