Kapitel Rumah Komunitas Sta. Theresia Halilulik (05-08 Februari 2026) merupakan ruang perjumpaan yang bermakna bagi setiap anggota komunitas untuk saling mendengarkan, berbagi, dan membuat keputusan bersama. Topik Persatuan dalam Keberagaman menjadi napas yang menghidupi proses kapitel. Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkaya cara pandang komunitas dalam melangkah ke depan. Setiap pribadi hadir dengan latar belakang, karakter, pandangan, dan pengalaman hidup yang berbeda, namun semua disatukan oleh visi dan semangat yang sama.
Tarian kreasi biblis 1 kor : 12 : 4 – 11 di awal pembukaan kapitel rumah diperankan oleh para suster Novis SSpS Halilulik. Para suster dalam balutan kain tais berarak dari kapela komunitas menuju aula Maria Virgo (MV). Dalam doa dan nyanyian sambil mengiringi lilin kapitel, icon komunitas serta simbol-simbol lain seperti gambar pendiri dan co-pendiri serta nama-nama para suster yang telah meninggal, lilin komunitas, dan lilin-lilin dari setiap unit dalam komunitas.
Dalam suasana kapitel, perbedaan pendapat dan cara berpikir kerap muncul sebagai bagian dari proses kehidupan bersama. Dialog yang jujur dan penuh kasih menggelakkan setiap pribadi untuk memenangkan kepentingan pribadi. Dialog menjadi sarana untuk menemukan kehendak Tuhan. “Seringkali kehidupan bersama diuji karena perbedaan. Keberagaman yang diolah akan menjadi kekuatan bila kita membuka hati, mendengarkan, dan menghargai pendapat dan pandangan yang berbeda,” sharing salah satu peserta kapitel.
Diakhir Kapitel rumah yang beranggotakan 41 suster kaul kekal dan 6 suster kaul sementara. “Setelah bergumul bersama selama empat hari para kapitularis merasa diteguhkan untuk terus berjalan sebagai satu tubuh untuk saling menopang dalam tugas dan perutusan.” Ujar presiden kapitel Sr. Agnes Diaz, SSpS. Kesadaran untuk merangkul perbedaan menjadi tanda nyata bahwa persatuan tidak berarti keseragaman. Persatuan sejati lahir ketika komunitas memiliki anggota yang dewasa, tangguh, dan penuh harapan dalam semangat kasih, saling melengkapi untuk mewujudkan komitmen ‘Bedah rahim tetapi kami saudara dalam ikatan kasih Allah Tritunggal’ …
Sr. Agustina Rona, SSpS dan Sr. Frida Lioba, SSpS

