Klinik Pratama St. Antonius Betun, Rayakan Natal Dan Tahun Baru Bersama Para Jompo, Penderita Sakit dan Berkebutuhan Khusus di Wilayah Betun Dan Sekitarnya

 Natal Bersama Para Jompo, dan Berkebutuhan Khusus Wilayah Betun dan Sekitarnya

Pada Pesta Kanak-Kanak Suci, Martir tanggal 28 Desember 2023,  Klinik Pratama St. Antonius Betun mengadakan Misa Syukuran Natal dan Tahun Baru bersama para jompo, orang sakit dan berkebutuhan khusus, yang berada di kota Betun dan wilayah sekitarnya termasuk wilayah Alas-Kobalima. Misa syukur ini dimulai pada pukul 10.00 witeng, di pimpin oleh Deken Malaka, Pater Roni Moensaku. SVD, dihadiri juga Sr. Teodorin Bone, SSpS Ketua Yayasan Kesehatan Maria Virgo, Sr. Laurensina Mamok, SSpS Pemimpin Komunitas, dan Kepala Desa Wehali-Malaka, serta para suster sekomunitas.

Pater Roni Moensaku dalam kotbah mengatakan, ” Merayakan Natal dalam moment seperti ini adalah  sesungguhnya kita mengenang kembali Cinta Kasih Allah yang begitu besar kepada manusia sehingga memberikan Putere-Nya yang tunggal menjadi manusia, tinggal bersama kita  dan mengalami hidup sebagai manusia biasa seperti kita. Allah Sang Emanuel yang menjelma itu senantiasa masuk dalam kehidupan dunia kita, merasakan suka-duka hidup kita. Merayakan Natal sesungguhnya merayakan  keberpihakan Allah kepada kita. Bukti Allah berpihak kepada kita dengan mengirim orang-orang baik sebagai penyalur Kasih-Nya dan menjumpai kita hari ini. Kebersamaan kita hari ini dan bingkisan-bingkisan kecil yang nanti akan kita terima adalah hadiah Natal dari Bayi Mungil Yesus sendiri melalui kebaikan hati  para dermawan yang sungguh mencintai  dan peduli dengan kita. Kita patut bersykur karena Klinik Pratama St. Antonius Betun telah menjadi penyalur kasih Allah kepada sesama yang sakit, yang sudah lanjut usia dan berkebutuhan khusus. Siapa saja  yang memiliki hati yang peduli terhadap yang kecil dan sederhana, terpinggirkan,  mereka pun  telah mewakili gereja memberi perhatian khusus kepada para jompo dan semua yang berkebutuhan khusus. ” Kita semua diajak untuk peka dan memberi perhatian kepada sesama disekitar kita; lansia, mereka yang sakit, juga yang berkebutuhan khusus, ” tandas Pater Roni.

Sr. Teodorin Bone, SSpS, Ketua Yayasan Maria Virgo dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang dengan penuh kerelaan dan ketulusan hati memberi perhatian yang besar kepada para jompo, yang sakit dan yang berkebutuhan khusus di wilayah Malaka. ” Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bingkisan kado natal untuk saudara-saudari kita. Kepada PT. Washeng Keke Mandiri, yang sangat peduli dengan kaum kecil dan sederhana, juga kepada Klinik Pratama St. Antonius Betun yang telah menjadi sarana penyalur kasih dan kebaikan Allah bagi yang sakit dan menderita. Terimakasih berlimpah juga kepada Sr. Angela Salome, SSpS kepala Klinik Betun bersama seluruh Staf dan Bapak Robi Tei Seran Kepala Desa Wehali yang telah bekerja bersama-sama, saling membantu mempersiapkan segala sesuatu sehingga acara syukuran ini berjalan dengan baik dan lancar penuh sukacita. Terimakasih berlimpah juga kepada Pater Deken yang telah meluangkan waktu memimpin misa syukur ini, juga sudah memberkati para pasien di klinik dan semua yang hadir dalam perayaan syukur ini, secara khusus para jompo, dan yang berkebutuhan khusus. Tuhan akan mengganjari setiap perbuatan baik kita dan semoga kita semua menjadi penyalur berkat bagi sesama yang lain,  ” ungkap Sr Teodorin.

Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan beberapa rangkaian acara diantaranya; makan siang bersama, acara  hiburan dan pembagian kado Natal. Sebanyak 175 bingkisan kado Natal yang diberikan kepada para jompo, orang sakit dan berkebutuhan khusus. Ada juga acara hiburan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang diwakili oleh Dedy. Anak Dedy menyumbangkan beberapa lagu menghibur semua yang hadir dengan suaranya yang merdu. Para jompo pun tak ketinggalan, dengan sukacita mereka pun menyumbangkan beberapa lagu untuk menghibur semua yang hadir.  Semua oma-opa, anak-anak  berkebutuhan khusus dan semua yang hadir saling berbagi kegembiraan merayakan sukacita Natal Kristus.

Sukacita Misa syukur Natal bersama ini dimeriahkan oleh Koor dari staf Klinik St. Antonius Betun bersama umat dari Kletek dan anak-anak praktek SMK Arnoldus Betun.

Salam Damai Natal Dan Bahagia Tahun Baru 2024

 

 

Berita/Laporan: Sr. Angela Salome, SSpS dan Randi (Klinik Betun)

Foto-foto: Randi dan Sr. Angela Salome, SSpS

Editor: Sr. Innes Amuntoda SSpS
KomKOm SSpS Timor

 

Tutup Tahun Formasi, Postulan SSpS Timor Gelar Pentas Budaya

Postulan SSpS  Timor menggelar pentas budaya pada penutupan masa formasi Postulan di komunitas Postulat Tenubot, Jumat 10 Juni 2022. Kegiatan yang mengusung tema “ Berakar Dalam Budaya, Berpacu Dalam Panggilan Dan Berkomunio Dalam Belaskasih Allah Tritunggal  diawali dengan perayaan Ekaristi Inkulturasi yang dipimpin oleh Pater Didimus Nai, SVD (Provinsial SVD Timor) bersama imam  konselebran P. Salvator Toari SVD  dan P. Karni Doman SVD (Magister Novisiat SVD Nenuk). Liturgi yang bernuansa inkultrasi sangat terlihat dan terasa jelas dari busana dan lagu-lagu serta doa-doa dalam berbagai bahasa daerah yang ditampilkan dan dibawakan oleh para postulant; ada adat/budaya Manggarai, Bajawa, Lembata, Timor, Sumba, Alor, Belu. Orang tua dan keluarga para postulant yang diundang hadir dalam kegiatan ini pun mengenakan pakaian adat masing-masing daerah. Tak ketinggalan para suster dari beberapa komunitas terdekat yang diundang ikut dalam kegiatan ini pun mengenakan sarung atau selendang  masing-masing daerah. Lagu-lagu dalam perayaan ekaristi dari berbagai daerah didendangkan dengan suara yang merdu dan membahana dipadu dengan iringan music organ, gitar dan music ritmis kajol yang dimainkan oleh para suster yunior dan aspiran.

Dalam kotbahnya Pater Didi Nai, SVD menekankan pentingnya pembinaan yang integral dalam masa formasi dasar agar para calon belajar mengenal identitas pribadi, berakar dalam budaya dan berjuang untuk  saling mengenal dan menerima satu sama lain dari berbagai latar belakang baik budaya, karakter dan keunikan lainnya sehingga nantinya menjadi seorang misionaris yang bisa beradaptasi didaerah mana pun.

Setelah perayaan Ekaristi para suster dan semua yang hadir berarak bersama Patung Bunda Maria menuju ke aula pentas, dihantar dengan tarian gong  dari daerah Amarasi dan kemudian dilanjutkan dengan ritual penyambutan tamu dengan tarian Ma’ekat dan Oko Mamaq bagi para tamu undangan Acara pentas dibuka secara resmi oleh Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor ditandai dengan pemotongan tumpeng. Dalam sambutan Sr. Immelda Obe, SSpS Provinsial memberi apresiasi yang tinggi kepada para postulan atas inisiatif, usaha  dan kreatifitas dalam menggali budaya masing-masing daerah dan berusaha menampilkan dengan cara yang sangat kreatif dan bernilai seni. “Kita hidup dan berakar dalam budaya masing-masing, kemana pun kita melangkah dan hidup kita tetap membawa dan menampilkan adat dan budaya daerah kita. Sebagai calon suster Religius Misionaris Abdi Roh Kudus kalian senantiasa dituntut untuk mengakarkan diri pada budaya baik budaya daerah sendiri mau pun budaya dan adat istiadat daerah yang lain.  Belajar adat dan budaya ditempat dimana kita berkarya. Dengan demikian kita akan menyatu dengan masyarakat dan umat di mana kita diutus baik untuk misi domestik mau pun misi internasional. Ini suatu langkah awal yang menghantar kalian untuk senantiasa beradaptasi dimana saja,“ tandas Sr. Immelda. Lebih lanjut Sr. Immelda mengungkapkan peneguhan dan dukungan kepada para postulan, “ proficiat kepada para postulan yang telah menyelesaikan masa pembinaan di postulan dan selamat memulai masa Novisiat di Halilulik. Kalian akan memulai masa Novisiat dengan dinamika pembentukan yang berbeda di postulan. Tetaplah tekun mencari kehendak Allah dalam seluruh perjalanan panggilanmu. Roh Kudus akan memampukan kalian untuk belajar lebih semangat menjadi pelayan-Nya dalam kongregasi SSpS provinsi Timor.”

Setelah itu dilanjutkan suguhan Tarian Napoin Li’ana dari Sekon (Suku Amlupu). Budaya lain yang ditampilkan adalah; Upacara Kure dari Noemuti TTU, Tarian Barter dari Lamalera Lembata, Upacara Napoin Liana dari suku Amlupu, Sekon TTU, Upacara Hamis Batar dari Belu, Tarian Bonet dari TTS, Tarian Tenun dari TTU dan Tarian Kosu dari Amarasi. Selain beragam tarian dan budaya  adat yang ditampilkan, para postulant juga menyuguhkan  makanan khas daerah masing-masing yang disiapkan disetiap stand-stand. Ada jagung bose, jagung titi, nasi jagung, laku tobe, ut, jantung pisang bakar, uvilu, daging ikan paus, kompiang, kopi asli dll.

Sr. Innes Maximiliani, SSpS