Gandeng SMKS Kusuma, Tim Keuskupan Atambua Latih OMK & Petani Fatuoni Mandiri

FATUONI, 5 September 2026 – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi umat dan memperkuat ketahanan pangan, Paroki Santo Fransiskus Xaverius Fatuoni di Keuskupan Atambua menggelar kegiatan pelatihan gratis. Pelatihan ini berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif serta teknik pengolahan makanan berbasis bahan baku lokal.

Kegiatan yang berlangsung di kompleks paroki ini menyasar tiga pilar penggerak utama di pedesaan, yakni para petani, peternak, dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Fatuoni.

Bagian dari Program Strategis Keuskupan Atambua

Kegiatan di Paroki Fatuoni ini merupakan bagian dari program strategis yang sedang digencarkan oleh Keuskupan Atambua. Saat ini, pengembangan ekonomi kreatif berbasis pengolahan makanan lokal telah ditetapkan sebagai salah satu program prioritas keuskupan untuk mendorong kedaulatan pangan dan ekonomi umat di wilayah perbatasan.

Demi memastikan keberlanjutan program, Keuskupan Atambua secara khusus membentuk Tim Khusus Pengembangan Ekonomi Kreatif. Tim ini bertanggung jawab penuh untuk mengkoordinasi, mendampingi, dan mengeksekusi seluruh rangkaian aktivitas pelatihan yang menyasar dua lini utama, yaitu tingkat paroki dan sekolah-sekolah Katolik se-Keuskupan Atambua.

Kolaborasi Instruktur dan Pembagian Materi Pelatihan

Dalam pelaksanaannya, pelatihan ini menghadirkan instruktur berkompeten yang membagi materi sesuai dengan kebutuhan peserta di lapangan:

Sektor Peternakan: Ketua Program, Romo Edo Oeleu, Pr, didampingi oleh Mas Eko, memimpin pelatihan langsung bagi bapak-bapak petani dan peternak untuk meracik pakan ternak berkualitas bagi babi dan ayam.“Kami ingin para peternak tidak lagi bergantung pada pakan pabrikan yang mahal. Dengan memanfaatkan bahan di sekitar; sagu, kelapa dan lain-lain untuk menekan biaya produksi dan keuntungan peternak otomatis meningkat,” ujar Romo Edo Oeleu, Pr di sela-sela kegiatan. Dampaknya, para peserta racik makanan ternak berlanjut para pembentukan kelompok usaha… Maju terus dan jangan menyerah…

Sementara di Sektor Kuliner Kreatif: Suster Arnolda Seran, SSpS, dibantu oleh empat siswi kelas 11 SMKS Kusuma Atambua, memimpin pelatihan bagi OMK dalam mengolah komoditas mentah menjadi aneka produk kuliner.“Semua yang dihidangkan di sini adalah ubi ungu dan putih, singkong, pisang dan talas. Kita olah menjadi kue donat, kroket, pastel, stik, cake dan bolu, nugget, brownis ubi ungu, lapis singkong, puding, dan kripik. Semua ini bahan lokal. Harap latihan ini bisa diteruskan,” kata Sr. Arnolda Seran, SSpS.

Antusiasme tinggi juga terpancar dari para peserta yang langsung mempraktikkan materi pembuatan kue. “Bagi saya, ternyata buat puding dari ubi tidak susah seperti yang saya bayangkan. Sementara membuat donat dari ubilah yang butuh proses bertahap dan butuh waktu,” ungkap salah seorang peserta pelatihan dengan penuh semangat.

Belajar Rumus Hitung Harga Jual agar Untung

Pelatihan tidak hanya berhenti pada proses memasak, tetapi juga menyentuh aspek manajemen bisnis dasar. Sesi diskusi menjadi hidup ketika Ketua OMK Paroki Fatuoni melempar pertanyaan kritis.

“Jika saya ingin menjual bolu yang entah utuh atau sudah dipotong, berapa harga yang perlu saya beri?” tanyanya.

Merespons pertanyaan tersebut, Suster Arnolda Seran, SSpS langsung memberikan gambaran nyata mengenai rumus penentuan harga. Beliau menekankan pentingnya menghitung seluruh biaya produksi yang dikeluarkan agar usaha tidak mengalami kerugian.

Suster Arnolda memerinci bahwa harga jual harus dihitung secara matang berdasarkan:

  1. Biaya Bahan Baku Baku (Food Cost): Mulai dari harga ubi, telur, kelapa, susu, hingga air yang digunakan.
  2. Biaya Operasional: kayu api untuk mengukus/memanggang, kemasan, hingga biaya transportasi.
  3. Upah Tenaga Kerja: Menghargai waktu dan tenaga yang dikeluarkan selama proses produksi, baik untuk kue utuh maupun yang dijual per potong.

Sinergi Kaum Muda dan Petani demi Masa Depan

Pastor Paroki Fatuoni, Romo Fransiskus Naikofi, Pr, menekankan bahwa keterlibatan kaum muda sangat krusial dalam program ini. Keduabelas (12) OMK yang mengikuti pelatihan hari ini, diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di paroki dengan memanfaatkan kreativitas dan bahan lokal. Di sisi lain, para petani dan peternak bertindak sebagai penyedia utama bahan baku yang berkualitas.

“Gereja tidak hanya merawat iman, tetapi juga memperjuangkan kesejahteraan hidup umatnya. Kolaborasi antara ketekunan petani dan kreativitas anak muda adalah kunci utama untuk membangkitkan ekonomi kreatif di paroki kita,” ungkap Romo Frans.

Melalui pendampingan sistematis dari tim keuskupan, Romo Frans berharap pelatihan ini melahirkan kelompok-kelompok usaha mikro baru berbasis umat. Kelompok usaha ini diharapkan mampu menopang perekonomian keluarga, membuka akses pasar yang lebih luas, sekaligus mengurangi angka pengangguran di kalangan generasi muda.

By: Maria Yosefin, SSpS

Maknai Tahun Belaskasih Para Suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik Gelar Bakti Sosial Bagi Umat Di Pedalaman Timor Tengah Selatan

BAKSOS SSpS Timor. Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat di Wilayah Sabun-Oinlasi TTS. Sr. dr. Mery Neno SSpS sedang memeriksa pasien.
Dok Keg. BAKSOS di Sabun-Oinlasi TTS

Belaskasih: Tergerak Hati Melintas Batas, Mendengar, Menjamah dan Mengobati yang sakit dan membutuhkan Kasih Tulus.

SSpS Timor News. Memaknai Tahun Belas Kasih Kongregasi (Year Of Compassion), pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tujuh belas (17) pada Sabtu 01 Juni 2024,  17 suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik yang bertugas di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik  (Belu) mengadakan Bakti Sosial di Stasi Sabun Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang, wilayah Timor Tengah Selatan.

Untuk menjangkau tempat ini para suster harus menempuh perjalanan selama 5 jam melintasi kabupaten Timor Tengah Utara. Rombongan para suster berangkat dari Halilulik pada Sabtu 01 Juni, pukul 11.00 Wita dengan menumpangi Pick Up dan tiba di Stasi Sabun-Oinlasi pukul 17.00. Kedatangan para suster disambut hangat oleh RD. Yulius Efi, Pr Pastor yang bertugas di stasi ini dan umat Stasi Sabun secara adat oleh para tokoh adat dan sejumlah umat di stasi Sabun.

Pada malam harinya para suster mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan besok harinya, diantaranya latihan koor untuk perayaan Hari Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus.  Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.

Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.

Kegiatan baksos ini  bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun,  mereka  di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.

Romo Lius Efu, Pr selaku Pastor Stasi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Sr. dr. Mery Neno, SSpS Direkttur RSKM Halilulik bersama para suster dari komunitas Halilulik di tengah kesibukan yang padat telah meluangkan waktu datang jauh-jauh dari Halilulik untuk melayani umat sederhana dan pterpencil, pedalaman Timor Tengah Selatan. “Memang selama ini dalam perayaan-perayaan besar Gereja, Stasi Sabun selalu dibantu oleh para suster SSpS Komunitas Oinlasi dan hari ini  para suster yang jauh datang dari Halilulik-Belu, datang lagi memberi pengobatan gratis dan menanggung koor dalam perayaan ekarisi penerimaan komuni pertama, ini merupakan suatu sejarah dan rahmat bagi umat Stasi Sabun”, ungkap Romo Lius.

Sr. dr Mery Neno SSpS Direktur RSKM Halilulik mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Romo Lius dan umat setempat. “ Kami berterimakasih kepada Romo Lius atas keterbukaan menerima para suster dari Halilulik dan diterima secara adat, juga antusiasme umat untuk kegiatan kami ini. Kami berharap semoga pelayanan kali ini berkenan di hati para umat di sini,  Jika ada yang membutuhkan pengobatan lanjutan bisa berobat ke RSKM Halilulik.  Terimakasih juga kepada Puskesmas Boking untuk kerjasamanya hari ini secara telah mengambil bagian dalam pelayanan kepada ibu-ibu hamil. Kami juga memohon maaf jika dalam pelayanan kami, ada kekurangan dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan umat. Kami juga berharap, kehadiran kami para suster SSpS menumbuhkan panggilan bagi generasi muda untuk menjadi pastor, suster, bruder.” Ungkap Sr. Mery.

Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat senang karena  kehadiran para suster  sungguh membawa dampak yang positif  bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin  berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi  kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Kegiatan Baksos ini berlangsung dari kurang lebih pukul 13.45-19.30 WITA. Umat  menunggu dengan setia pelayanan dari suster dan menemani para puster hingga terselesainya kegiatan ini.

Tepat pukul 20.30 WITA para suster kembali ke Halilulik, diantar oleh beberapa umat Stasi Sabun kembali ke Halilulik dengan penuh sukacita dan haru dan dilepas pergikan secara adat dan pengalungan sebagai ucapan terima kasih dari umat kepada Sr Direktris RSKM Halilulik dan perwakilan pimpinan rumah Komunitas Halilulik.

Perlu diketahui, secara geografis Stasi Sabun terletak di wilayah kecamatan Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Stasi Sabun merupakan salah satu Stasi dari Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang. Ada 11 Komunitas Umat Basis (KUB) dan 4 Kapela di wilayah Stasi Sabun.

Berita/Laporan: Sr Emanuela Talan, SSpS
Dokumentasi/Foto: Sr. Sesilia Un SSpS
Editor: Sr Innes Amuntoda SSpS
Komkom SSpS Timor

Live In Para Suster Balita-Alita Di Stasi St. Maria Fatima Tahon

                                                              dok.: foto bersama umat dalam gereja St. Maria Fatima Tahon

Pada tanggal 8-11 Pebruari 2024 tiga puluh (30) suster SSpS jenjang Balita – Alita (usia kaul kekal 0-12 tahun) melaksakanan kegiatan Live In di Stasi St. Fatima Tahon,  Paroki Ratu Damai Fulur. Para suster datang dari berbagai komunitas di wilayah pulau Timor: Komunitas Bello, Merdeka, Kiupukan, Biudukfoho, Halilulik, Atambua, Tenubot, Temkuna dan Lahurus.

Walau pun diguyur hujan yang sangat deras, para suster disambut dengan hangat dan penuh sukacita oleh Pastor Paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan pastor rekan Rm. John Pilis, Pr bersama para suster SSpS komunitas Fulur dan umat stasi St. Fatima Tahon.

Rm. Stef dalam sambutan penerimaan mengharapkan agar kegiatan Live In  dapat membawa nilai – nilai positif dalam kehidupan umat di stasi Tahon khususnya dapat menumbuhkan benih panggilan di dalam hati anak – anak.

Sr. Yermia Hoar, SSpS sebagai koordinator Balita – Alita juga mengharapkan agar kegiatan live in bisa membawa suatu nilai positif baik bagi umat Stasi Tahon mau pun para suster sendiri. Semoga kehadiran para suster, tinggal bersama umat, melihat dan mengalami kehidupan para umat senantiasa  membawa sukacita, kegembiraan dan semangat dalam menjalani hidup dan panggilan masing-masing.

Beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam Live in selama 4 hari di Stasi Tahon diantara: doa bersama keluarga-keluarga, katekese,sharing iman dan mengunjungi dan  menghantar Komuni Kudus kepada para jompo dan orang sakit. Para suster juga mengadakan rekoleksi interen dengan tema “ Menjadi Pembawa Belaskasih Allah di Tengah Dunia yang Terluka.” Rekoleksi ini dipimpin oleh Sr. Patrisia Bria SSpS. Moment ini diadakan evaluasi program dan pemilihan kepengurusan yang baru periode 2024-2026.

Selain itu para suster juga mengadakan aksi Laudato Si bersama aparat desa, pihak keamanan (tentara)  dan sekelompok umat  menanam anakan pohon lindung seperti mahoni, jati putih dan bambu di daerah sekitar sumber air. Para suster berharap agar pohon yang di tanam disekitar sumber air dapat bertumbuh dengan subur dan di jaga oleh umat sehingga mata air tidak kering dan tidak terjadi longsor. Sementara itu anakan pohon buah yang dibawa para suster seperti jambu, asam mangga, pepaya dan lain-lain diberikan kepada keluarga-keluarga untuk ditanam dipekarangan rumah atau di kebun.

Pada hari Minggu 11 Peberuari 2024 bertepatan dengan Hari Orang Sakit Sedunia, para suster merayakan Ekaristi bersama umat Stasi St. Fatima Tahon.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan koor dimeriahkan oleh suara-suara merdu dari para suster.

Sr. Elga Rafu, SSpS sebagai ketua Balita-Alita dalam sambutannya mengucapkan limpah terimakasih kepada Pastor Paroki-pastor rekan dan seluruh umat stasi St. Maria Fatima Tahon yang terbuka menerima kehadiran para suster. Pastor paroki berharap semoga kehadiran para suster membawa berkat bagi umat stasi Tahon, terutama anak-anak dan remaja puteri bisa tertarik masuk kongregasi SSpS.

Setelah perayaan ekaristi para suster, yang berprofesi sebagai tenaga medis (dokter dan perawat)  mengadakan pengobatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi seluruh umat. Para suster juga membagi makanan tambahan gizi kepada anak-anak, membagi pakaian bagi anak-anak dan perlengkapan bayi. Sementara suster-suster yang lain mengadakan aksi panggilan bersama anak-anak SD, SMP, SMA dan OMK di dalam gereja.

Umat stasi St. Maria Fatima Tahon merasa senang dan bahagia menerima para suster untuk tinggal bersama mereka. Banyak pengalaman yang telah di bagikan bersama; ada sukacita, damai, kekuatan dan kasih persaudaraan.

Berita/Laporan: Sr. Rosdiana Mooy, SSpS

Foto: Alita-Balita

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda, SSpS
KomKom SSpS Timor

Komunitas Talitakum Kupang Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Para Korban Perdagangan Manusia

SSpS Timor News: Memperingati Pesta  St Josephine Bakhita dan Hari Doa Internasional Serta Kesadaran Menentang Perdagangan Manusia, Komunitas Talitakum Kupang  yang di koordinir oleh Sr. Fransiska Romana Yasmini RVM dan Sr. Fransiska Snae SSpS, mengadakan Doa Lintas Agama Dengan Tema : Perjalanan Bermartabat, Mendengar, Bermimpi Dan Bertindak.

Tujuan utama dari pringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran yang tentang fenomena perdagangan orang sekaligus kesempatan untuk merefleksikan tindakan kekerasan dan ketidakadilan yang semakin marak yang sangat berdampak dalam kehidupan banyak orang. Kegiatan doa bersama ini diadakan  di Aula SMPK St Theresia Kupang, dihadiri Pendeta dari Gereja Masehi Injili Timor, Perwakilan Agama Budha, Muslim dan juga perwakilan Orang Muda Gereja Protestan,  para suster, pastor dan Frater dari berbagai konggregasi  SSpS (Sevarum Spiritus Sancti), RVM (Religious of the Virgin Mary), OCD ( Ordo Carmelitarum Discalceatorum) FDCC (Figlia Della Carita Canossiana), CDD (Congregatio Discipulorum Domini), CM (Carmelite Misionaries), CMF  (Cordis Mariae Filii)  anak-anak Asrama asuhan para suster SSpS serta Anak-anak SDK Canosiana

Kegiatan ini diawali dengan doa pembuka dan berkat yang dibawakan oleh Pater Berto,  OCD, dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Mars Komunitas Taltakum dan dilanjutkan lagi dramatisasi perjuangan St. Bhakita oleh anak-anak SDK Canosian. Sr. Ligia FDCC menjelaskan secara lebih detail Santa Bhakita dan perjuangan hidupnya dan kemudian diangkat menjadi pelindung korban kekerasan dan perdagangan manusia. Pendeta Emmy Sahertian juga berbagi cerita dan pengalaman melalui video-video terkait kasus kekerasan dan perdagangan manusia dan bagaimana menangani kasus-kasus yang telah terjadi. “ Jaman sekarang banyak orang melakukan kejahatan dan penjualan manusia dengan bermodalkan HP (handphone). Melalui media sosial seperti FB (Facebook, WA (whatsapp) dan media sosial lainnya dengan iming-iming pekerjaan  bagus dengan gaji yang tinggi; ada juga tawaran beasiswa kuliah di luar negeri dan lain sebagainya.” ungkap Pendeta Emmy. Lebih lanjut ia menghimbau agar para pemuda-pemudi dan kaum perempuan agar tidak tergiur akan tawaran-tawaran yang menggiurkan yang nantinya akan menyusahkan diri sendiri dan juga banyak pihak.

Sr. Fransiska Romana Yasmini, RVM selaku koordinator Komunitas Talitakum Kupang, dalam sambutannya  menyampaikan rasa syukur dan terimakasih  kepada semua yang berkenan hadir dan terlibat dalam kegiatan ini. Mengakhiri kegiatan ini, Sr. Deviyani Lada SSpS mewakili tokoh-tokoh agama dan seluruh tarekat religius yang hadir membawakan doa untuk para korban kejahatan dan perdagangan manusia. Semua peserta yang hadir bersatu dan bersepakat  menolak segala bentuk  kekerasan dan perdagangan manusia.

Kegiatan ini ditutup dengan doa untuk para korban kejahatan kemanusiaan terutama perdagangan manusia yang dibawakan oleh Sr Deviyani,SSpS.

Untuk diketahui, Hari Doa Dan Kesadaran Internasional Menetang Perdagangaan Manusia, dirayakan secara resmi pada tahun 2015 pada 08 Pebruari bertepatan dengan Pesta Santa Bhakita, pelindung para korban kejahatan dan perdagangan manusia.

Berita/Laporan: Sr Deviyani Lada, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor

 

Peringati Pesta St. Bakhita, Pelindung Para Korban Human Traficking; Forum Peduli Perempuan Dan Anak SSpS Timor Gelar Doa Damai

SSpS Timor News: Bertepatan dengan Pesta St. Bahkita pelindung para budak/korban perdagangan manusia dan menjelang Pemilu tanggal 14 Februari 2024, Sr. Sesilia Ketut, SSpS selaku koordinator Forum Peduli Perempuan dan Anak (FPPA) Provinsi SSpS Timor, bersama para suster komunitas St. Imakulata Atambua  menggelar doa Pemilu damai dan doa bersama bagi para korban Human Trafficcking. Dalam doa Pemilu Damai didaraskan doa rosario mulai dari Gua Maria Katedral Atambua menuju gua Maria FPPA Komunitas St. Maria Immaculata Atambua yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu Egidius Nurak, Kepala Kesbangpol Kabupaten Belu, elemen-elemen pemeritah yang terkait, Pendeta Skholatika dari Gereja Betel Atambua, para suster dan calon SSpS Timor serta umat dan komunitas-komunitas peduli human trafficking.

Doa bersama ini sebagai bentuk harapan agar Pesta demokrasi 2024 berjalan dengan damai, aman dan kondusif serta sebagai bangsa yang besar kita mendapatkan pemimpin yang adil, jujur, berintegritas dan punya kepedulian kepada rakyat kecil secara khusus para korban Human Trafficking. Selain itu tujuan dari digelarnya doa damai sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban human trafficking sekaligus sebagai aksi tolak perdagangan manusia dan Tindakan-tindakan diskriminatif terhadap kebebasan kaum marginal.

Membuka seluruh rangkaian acara doa pemilu Damai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Belu, Bapak  Egidius Nurak, memberi apresiasi atas inisiatif dan kesediaan para suster SSpS Timor memfasilitasi doa pemilu damai. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Sr. Sesilia Ketut, SSpS bersama para suster sekalian karena telah menyelengarakan kegiatan doa bersama dengan tujuan utama agar Pemilu 14 Februari 2024 mendatang boleh berjalan dengan damai”

Ini merupakan satu sumbangsih besar bagi bangsa kita, tentunya kita berharap pemilu kita nanti dapat berjalan damai dan aman dan seluruh masyrakat Indonesia terutama semua yang hadir disini dapat menggunakan hak suaranya sehingga bisa memilih pemimpin negara sesuai dengan harapan kita dan dapat membawa Indonesia semakin sejahtera”

Menutup kegiatan doa bersama pemilu damai dan doa Tolak Human Trafficking Koordinator FPPA Provinsi Regina Angelorum Timor Sr. Sesilia Ketut, SSpS mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dan kehadiran masyarakat mendukung kegiatan ini sekaligus mengajak semua elemen masyarakat untuk terus mendoakan proses pemilu yang sedang berlangsung dan terus mendoakan para korban human trafficking agar para korban memperoleh kebebasan, keadilan serta perdagangan orang tidak lagi terjadi.

Berita/Laporan: Sr. Veronika Bele Bau, SSpS

Foto/Dok: KomKom SSpS Timor

Editor: Sr. Innes Amuntoda, SSpS
Komkom SSpS Timor