Perkuat Tata Kelola dan Sinergi: Yasra Gelar Pertemuan Kepala Sekolah

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memperkokoh manajemen internal lembaga, Yayasan Pendidikan Regina Angelorum Timor menggelar pertemuan intensif yang melibatkan seluruh kepala sekolah di bawah naungannya. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, berpusat di Atambua, Kabupaten Belu,  Nusa Tenggara Timur.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TKK, SD, SMP, hingga SMA/SMK yang tersebar di wilayah pelayanan yayasan.

Pembukaan oleh Pengawas Yayasan selaku Pelaksana Tugas

Sehubungan dengan kondisi Ketua Yayasan yang sedang sakit, tugas kepemimpinan dan pelaksanaan agenda diambil alih oleh Pengawas Yayasan Sr. Yulita Belebau, SSpS.

Guna mencairkan suasana dan membangun energi positif di antara para peserta, kegiatan diawali dengan sesi ice breaking yang dipandu langsung oleh Pengawas Yayasan selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua. Setelah suasana kebersamaan yang hangat terbangun, beliau menyampaikan agenda utama pertemuan serta arah strategis yang ingin dicapai bersama demi kemajuan mutu sekolah se-yayasan.

Sosialisasi Regulasi: Dari Tata Kelola hingga Roadmap Sentralisasi 2028

Agenda inti pertemuan berfokus pada pembenahan sistem administrasi dan operasional satuan pendidikan melalui pemaparan beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Tata Kelola Yayasan: Penegasan kembali struktur, fungsi, dan standar operasional prosedur demi terciptanya manajemen sekolah yang profesional.
  • Sentralisasi Keuangan: Strategi pemaparan sistem satu pintu untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas. Berdasarkan hasil pemetaan, program sentralisasi ini ditargetkan akan resmi berjalan sepenuhnya pada tahun 2028.
  • Peraturan Umum Kepegawaian & Updates: Sosialisasi regulasi ketenagakerjaan terbaru, hak dan kewajiban guru/pegawai, serta penyesuaian aturan terkini di lingkungan yayasan.

Keputusan Strategis Hasil Diskusi Kelompok

Agenda paling dinamis dalam pertemuan ini adalah diskusi kelompok untuk membedah visi dan misi sekolah berdasarkan acuan yayasan. Seluruh kepala sekolah dibagi menjadi dua kelompok besar: kelompok pertama untuk jenjang PAUD dan TKK, sedangkan kelompok kedua untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK.

Dari diskusi intensif tersebut, lahir beberapa keputusan penting yang disepakati bersama:

  1. Adopsi Visi dan Misi: “Kelompok memutuskan untuk mengadopsi sepenuhnya visi dan misi yayasan serta Kemendikdasmen ke dalam visi dan misi masing-masing sekolah. Sebagai penegasan komitmen, teks visi dan misi yayasan wajib dicetak dan dipajang secara resmi berdampingan dengan teks visi dan misi sekolah di setiap instansi.
  2. Keseragaman Identitas (Seragam Yayasan): Kedua kelompok diskusi sepakat dan memutuskan untuk pengadaan seragam yayasan dengan warna yang sama untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TKK hingga SMA/SMK yang akan dimulai pada 2028.
  3. Peninjauan Kalender Pendidikan: Untuk draf kalender pendidikan yayasan, para kepala sekolah diberikan waktu selama satu minggu ke depan untuk mempelajari isinya secara mendalam. Jika terdapat usulan, penambahan, atau koreksi, pihak sekolah diminta untuk berkomunikasi dengan Plt. Ketua Yayasan.
  4. Perayaan HUT Yayasan & Pentas Seni: Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan pada 2 Agustus, disepakati untuk mengadakan pementasan seni budaya yang dipusatkan di SMKS Kusuma Atambua – Raibasin.
  5. Kunjungan Holistik: Pelaksanaan program kunjungan holistik antarsekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Regina Angelorum Timor untuk mempererat persaudaraan, studi banding dan mutu.
  6. Pengembangan Karakter & SDM: Pelaksanaan rekoleksi guru dan pegawai dibagi per wilayah dan per jenjang: PAUD/TKK, SD/SMP, dan SMA/SMK.

Evaluasi Strategis: Pembahasan Hasil RUA dan Sesi Tanya Jawab

Melanjutkan dinamika pertemuan, pihak pengurus yayasan memaparkan poin-poin hasil Rapat Umum Anggota (RUA) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Sesi ini krusial sebagai bentuk pelaporan arah kebijakan makro yayasan ke depan.

Rapat berlangsung dinamis, terutama saat memasuki sesi tanya jawab. Ruang diskusi ini dimanfaatkan oleh para kepala sekolah untuk mengklarifikasi kebijakan, mengajukan solusi atas tantangan di lapangan, serta menyamakan persepsi dalam mengimplementasikan program menuju tahun 2028.

Penutup: Sharing, Makan Siang Bersama, dan Sayonara

Menjelang akhir rangkaian acara, pertemuan maraton ini ditutup dengan sesi berbagi berkat dan tantangan. Para kepala sekolah saling berbagi kisah sukses serta praktik baik (best practices), sekaligus mengutarakan tantangan riil di daerah penugasan masing-masing.”

Seluruh rangkaian kegiatan strategis ini kemudian ditutup dengan hangat melalui acara makan siang bersama sebagai wujud kebersamaan dan persaudaraan. Acara berakhir penuh sukacita dengan sesi “Sayonara”, di mana para kepala sekolah berpamitan untuk kembali ke unit tugas masing-masing, membawa semangat baru demi kemajuan Yayasan Regina Angelorum Timor.

Sr. Maria Yosefin, SSpS

Sentuhan Modern Tenun TTU Hantarkan Rambu Raih Juara Satu

Perpaduan corak etnik yang kuat dari tanah Timor serta pembawaan Rambu Hagya Bani, siswi kelas 7 SMPS Putri St. Xaverius Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT  yang anggun, sukses mencuri perhatian para juri di Jakarta dalam ajang Icon Pesona Batik 2026 yang diselenggarakan oleh Plor Management dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat.

SMPK Puteri St. Xaverius Kefamenanu adalah salah satu sekolah menengah pertama swasta yang berkomitmen untuk membentuk generasi beriman, berkarakter, cerdas, dan berprestasi. Selain fokus pada pencapaian akademik, sekolah ini mengutamakan pembinaan disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pelayanan. Untuk mendukung potensi siswa secara menyeluruh, sekolah memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengekspresikan bakat mereka. Langkah ini didukung penuh oleh Yayasan Regina Angelorum yang menaungi sekolah-sekolah milik suster-suster SSpS Timor melalui keterlibatan aktif dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler.

Bergabungnya Rambu di Sanggar Sandalwood Kefamenanu sukses membawanya ke ajang nasional Pesona Batik Nusantara 2026 (Season 10) di Jakarta. Pergelaran bergengsi ini mencapai puncaknya pada pertengahan Mei, tepatnya lewat malam penganugerahan yang berlangsung khidmat pada 14–18 Mei 2026.

Perjalanan kompetisi ini sejatinya telah dimulai sejak awal tahun melalui Babak Audisi Daerah yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu titik krusialnya ditandai dengan kesuksesan audisi besar yang digelar di Pekanbaru pada 26 April 2026 lalu. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, kompetisi berlanjut ke Babak Semifinal dan Final.

Momentum mendebarkan pun terjadi pada Kamis, 14 Mei 2026, saat juri resmi mengumumkan jajaran Top 10 besar. Tidak butuh waktu lama, atmosfer kompetisi langsung mencair dan berganti menjadi kemeriahan rangkaian Gala Dinner serta Fashion Show berskala nasional yang bergulir hingga kurun waktu 17–18 Mei 2026.

Sepanjang pagelaran di Jakarta, Pesona Batik Nusantara tahun ini menyajikan rangkaian acara utama yang memukau para pencinta mode tanah air. Kemeriahan diawali dengan Malam Preliminary sebagai babak awal pembuktian bakat para finalis. Selanjutnya, panggung utama dihiasi oleh Fashion Show Inklusif dan Tematik yang menampilkan mahakarya lokal, salah satunya lewat peragaan busana bertajuk “Mutiara dari Timur”. Seluruh rangkaian perayaan estetika budaya ini ditutup dengan megah pada Crowning Night atau Malam Penganugerahan, yang menjadi momen emosional saat pengumuman pemenang ICON serta penobatan para juara dari berbagai kategori usia.

Rambu Hagya Bani sukses meraih juara di ajang nasional tersebut dengan mengangkat kekayaan budaya lokal TTU. Busana yang dikenakannya merupakan rancangan desainer berbakat, Adhy (Adhy Designer Indonesia / Purwakanthi Couture), yang secara apik memadukan keindahan kain tradisional dengan sentuhan modern.

Identitas Budaya Biinmaffo: Busana glamor tersebut menonjolkan kekhasan daerah TTU (yang terkenal dengan 3 teknik utama,  yaitu Buna, Sotis/Lotis, dan Ikat). Teknik kerajinan tangan bermotif tinggi ini menjadi kekuatan utama karena polanya mencerminkan kultur luhur orang Timor. Tema Keaslian: Kain yang digunakan tetap mempertahankan esensi tradisional asli hasil tenunan tangan mama-mama pengrajin di TTU, namun dikemas dalam potongan gaun malam (evening gown) bertaraf nasional.

Setelah menerima penghargaan, Rambu kembali ke kampung halamannya di Kefamenanu dan disambut dengan sangat meriah. Kepala Sekolah, para guru, pegawai, dan seluruh siswa SMPK St. Xaverius Puteri menjemput sang juara secara langsung di Bundaran Kilo 9. Dari sana, Rambu diarak menuju sekolah menggunakan mobil pikap dengan kawalan ketat dari kepolisian. Kemeriahan sepanjang jalan taman kota semakin terasa dengan iringan kelompok drumben. Setibanya di gerbang sekolah, tarian adat dari para penari lokal menyambut Rambu, menciptakan suasana haru sekaligus penuh kebanggaan.

“Saya rasa bangga atas pencapaian Rambu. Ini bukti bahwa anak-anak Kefamenanu mampu bersaing dan membawa nama daerah di tingkat nasional. Rambu bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan tinggi terhadap budaya,” ujar Kepala SMPS Puteri St. Xaverius Kefamenanu, Sr. Yohana Bone, SSpS.

Rambu sendiri mengakui, “Saya tidak sangka bisa dapat penghargaan ini. Saya senang bisa memperkenalkan batik dan tenunan Timor kepada lebih banyak orang. Dukungan mama dan papa membuat saya berani maju. Semoga ini bisa memotivasi teman-teman lain untuk bangga dengan budaya kita sendiri,” kata Rambu.

Keterbatasan bukanlah penghalang bagi Rambu untuk terus belajar dan berkarya. Berkat dukungan serta motivasi tanpa henti dari kedua orang tuanya, Rambu terus melangkah mengejar mimpi.

“Kami hidup sederhana dan selalu berpesan kepada Rambu untuk tidak malu dengan kondisi kami yang serbaterbatas. Hal terpenting adalah jangan berhenti belajar dan jangan pernah melupakan budaya sendiri,” tutur orang tua Rambu.

Prestasi yang diraih Rambu kini menjadi inspirasi besar. Atas keberhasilan ini, pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat memberikan perhatian lebih, bukan sekadar menjadi penonton bagi semangat generasi penerus bangsa.

Pihak sekolah menegaskan, “Anak-anak seperti Rambu membutuhkan dukungan nyata dalam bentuk beasiswa, fasilitas pelatihan budaya, hingga ruang untuk promosi. Jangan sampai semangat mereka pudar hanya karena keterbatasan akses.”

Hasil wawancara Editor Website SSpS Timor dengan Sr. Selina Ninu, SSpS (Bendahara SMPK Puteri Kefamenanu) 

Lestarikan Pangan Lokal, Dapur Flobamorata Hadir di SMKS Katolik Kusuma Atambua

SMKS Kusuma Atambua resmi meluncurkan “Dapur Flobamorata” Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., didampingi Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., beserta rombongan. Dapur Flobamorata hadir untuk menyajikan beragam pangan lokal khas Nusa Tenggara Timur di Unit Produksi SMKS Katolik Kusuma, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Senin (30/3/2026).

Suasana hangat menyambut kedatangan rombongan Gubernur NTT sekitar pukul 08.00 WITA oleh keluarga besar suster SSpS Provinsi Timor, guru, dan siswa. Dengan iringan tarian penuh sukacita dari siswa-siswi SMKS Katolik Kusuma Atambua, rombongan dihantar menuju Dapur Flobamorata. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan dilanjutkan dengan pemantauan fasilitas dapur oleh Gubernur beserta rombongan.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT mengapresiasi peluncuran Dapur Flobamorata di SMKS Katolik Kusuma Atambua. Menurutnya, kehadiran fasilitas ini membuktikan bahwa masyarakat NTT, khususnya di Kabupaten Belu, kini telah memiliki wadah khusus untuk memasarkan pangan lokal.

“Hari ini saya sangat bersyukur bisa hadir di peluncuran Dapur Flobamorata. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Belu sudah mempunyai tempat pangan lokal khas NTT,” ungkap Gubernur. Lebih lanjut, beliau menegaskan instruksinya kepada seluruh ASN Provinsi NTT yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu atau yang bekerja di Belu untuk wajib mengunjungi Dapur Flobamorata. “Minimal seminggu sekali ASN provinsi harus makan di sini supaya dapur ini tetap hidup dan karya siswa SMK memiliki pasar,” ujarnya.

Gubernur NTT juga mengingatkan para pejabat untuk memberikan contoh yang baik dengan menghargai karya lokal melalui pembayaran yang pantas. “Suster, jaket yang saya dan Bupati pakai ini harus dibayar,” ujar Gubernur Melki yang menekankan pentingnya tidak menerima pemberian secara gratis. Sebagai aksi nyata, beliau bersama rombongan membeli berbagai produk pangan dan kerajinan di Dapur Flobamorata dengan nilai belanja mencapai Rp1 juta.

Gubernur menekankan pentingnya pengembangan keterampilan bagi siswa SMKS Katolik Kusuma Atambua agar dapat menciptakan produk yang memiliki nilai jual. Beliau berharap setiap SMK di Kabupaten Belu dapat menghadirkan unit usaha serupa untuk menonjolkan potensi dan produk unggulan di setiap sekolah.

Menyajikan aneka olahan khas seperti jagung, pisang, dan umbi-umbian, Dapur Flobamorata hadir dengan pilihan menu mulai dari makanan berat hingga hidangan penutup. Hal ini menjadi bukti kompetensi siswa-siswi SMKS Katolik Kusuma Atambua dalam berinovasi dan bersaing di dunia usaha. Dengan mengangkat bahan lokal sebagai menu utama, sekolah ini menunjukkan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan kekayaan pangan asli NTT.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Sekolah, Sr. Agustina Bete Kiik, SSpS, serta para suster dan tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan peluncuran sekaligus mencicipi berbagai kuliner khas di Dapur Flobamorata.

By Pricillia Mishela Bere (Siswa SMKS Katolik Kusuma Atambua)

“Senandung Syukur” Pesta Pelindung Tk St. Joseph Freinademetz Bello

Keluarga besar TK St. Joseph Freinademetz Bello dalam nada syukur pada pesta pelindung dan syukur atas akreditasinya sekolah, 29 Januari 2026. Ungkapan syukur ini di rangkai dalam Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh P. Jimmy Hayon, SVD Misionaris Mozambik dan pentas seni budaya oleh anak-anak TK.

“St. Joseph sebagai misionaris, Ia pergi tinggalkan kampung halamannya Oeis, di Tyrol Italia bagian Selatan, dan tidak pernah kembali – Ia tidak libur seperti saya yang sedang berlibur. Ia berlayar dengan kapal laut menuju Cina. Menghabiskan sebagian besar hidupnya di wilayah Shantung. Ia bekerja keras membangun gereja, melayani umat, berjalan bersama umat dalam suka dan duka terutama di masa-masa sulit. Ia menghadapi banyak tantangan seperti penganiayaan Boxer. Ia tidak pernah meninggalkan umat Shantung sekalipun ia memiliki kesempatan untuk keluar dari Cina. Ia memilih untuk tetap tinggal bersama umat yang dia layani bahkan ia pun meninggal sebagai orang Cina setelah terserang penyakit tifus”, cerita Pater Jimmy dalam homilinya dan anak-anak tenang mendengarkan dengan antusias. Perayaan Ekaristi dimeriahkan oleh koor anak-anak Tk St. Joseph Freinademetz.

Pesta pelindung sekolah dan upaya mengsukseskan proses akreditasi pada tanggal 8 Agustus 2025 menjadi moment yang patut disyukuri. Keluarga besar TK St. Joseph Freinademetz Bello berterima kasih kepada tim asesor ibu Adelina Nubatonis dan bapak Soni Benu dari kabupaten TTS. “Tanggal 2 Desember 2025, kami terima berita yang selama ini kami nantikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. Kami sangat gembira ketika mendengar bahwa TK St. Joseph Freinademetz terakreditasi dengan nilai A”, ungkap Sr. Rebeka, SSpS.

Selaku kepala sekolah Ibu Elfrida Nesi, S.Pd mengucapkan terima kasih atas setiap bantuan dan dukungan serta kerjasama dari orang tua, para guru dan para suster bagi perkembangan TK. St. Joseph Freinademetz. “Mari kita jadikan sekolah ini layak dan berkualitas bagi anak-anak kita” ajak ibu Elfrida.

Sementara Sr. Aloisia Teti, SSpS (dewan Provinsi SSpS Timor),  dalam sambutanya berpesan dan mengajak para guru, orang tua serta para suster SSpS untuk terus membangun kerja sama yang baik, mendidik dan merawat anak-anak dengan kasih sayang yang seimbang. Seperti Motto  St. Joseph Freinademetz. “Satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh semua orang adalah bahasa cinta”.  Maka dengan bahasa cinta dan  pelayanan penuh kasih, kita akan menghasilkan generasi yang berkualitas dan mampu berkembang dalam iman, pengetahuan dan kasih.

Sesudah perayaan Ekaristi diadakan pentas seni; Dance, tarian daerah dan nyanyian yang dibawakan oleh anak-anak Tk St. Joseph Freinademetz. Terlihat setiap anak tampil memukau. Anak-anak memiliki keyakinan kuat terhadap kemampuan, kualitas, dan penilaian diri sendiri, yang diproyeksikan melalui sikap tenang, berani, dan positif di hadapan pengurus Komite, orang tua, para guru, para suster SSpS se-komunitas probanis dan komunitas Bello serta semua yang hadir dalam perayaan syukur ini.

Mari kita dukung anak-anak dan keluarga besar TK St. Joseph Freinademetz dengan cara kita masing-masing.

Sr. Veronika Bele Bau, SSpS

Menoleh untuk Menata: 50 Tahun SMKS Kusuma Atambua

Hari ini 15 Januari 2026 merupakan momen bersejarah bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Katolik Kusuma Atambua, yang didirikan oleh Para Suster Kongregasi Suster-Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) 50 tahun yang lalu. Hari berdirinya SMAKS Kusuma bertepatan dengan pesta Santo Arnoldus Janssen pendiri tiga tarekat misi; SVD, suster SSpS dan Suster SSpSAP. “Menoleh untuk Menata” merupakan tema yang diusung oleh Lembaga Pendidikan SMKS Katolik Atambua dalam merefleksikan perjalanan setengah abadnya.

Awal didirikannya SMKS Katolik Kusuma Atambua untuk memberikan pendidikan kejuruan berkualitas yang mengedepankan nilai-nilai agama dan karakter pada remaja putri. Semangat misioner yang diwariskan Santo Arnoldus Janssen menjiwai para pionir yang terus berjuang untuk mengembangkan lembaga pendidikan ini. Seiring berjalanannya waktu, SMKS Kusuma Atambua tumbuh dan berkembang dengan pesat dan di kenal di seluruh kalangan masyarakat lokal, nasional dan internasional. Melihat kebutuhan Masyarakat Lembaga pendidikan ini mulai menerima putera-putera untuk di didik.

Program Kejuruan

SMKS Kusuma Atambua saat ini memiliki enam program kejuruan dengan tujuan mengoptimalkan potensi lokal dan menghadapi tantangan industri global. Ada pula program kejuruannya:

  1. Kuliner

Lewat program ini, Siswa diajarkan teknik memasak berbagai jenis masakan mulai dari masakan tradisional Nusa Tenggara Timur, masakan Indonesia klasik, hingga masakan internasional. Mereka belajar tentang manajemen dapur, keamanan pangan, serta inovasi produk kuliner yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. “Beberapa dari kami sudah buka usaha rumah makan, dan banyak dari kami yang bekerja di rumah makan, kafe, atau bekerja di hotel berbintang dan restoran ternama di dalam dan luar daerah”, cerita alumni.

  1. Busana

Program Busana fokus pada pembelajaran desain busana, teknik menjahit profesional, manajemen produksi, serta pemasaran produk. Siswa dilatih untuk mengembangkan kreativitas dalam merancang busana yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, program ini juga mengajarkan pemanfaatan bahan lokal seperti tenun ikat tradisional dari berbagai daerah di NTT untuk menciptakan citra produk khas NTT.

  1. Usaha Perjalanan Wisata (UPW)

Bekal program ini, Siswa belajar tentang perencanaan perjalanan, manajemen destinasi wisata, pemasaran pariwisata, bahasa asing untuk keperluan pariwisata, serta pengetahuan tentang budaya dan alam lokal. Program ini bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dinas pariwisata daerah, asosiasi wisatawan lokal, dan perusahaan perjalanan untuk memberikan pengalaman praktik langsung kepada siswa. Alumni program ini banyak yang bekerja sebagai pemandu wisata profesional, manajer di perusahaan perjalanan, atau bahkan mendirikan usaha perjalanan wisata sendiri.

  1. Perhotelan

Program Perhotelan mengajarkan seluruh aspek manajemen hotel mulai dari operasional resepsionis, housekeeping, food and beverage service, hingga manajemen keuangan dan pemasaran hotel. Siswa mendapatkan pembelajaran praktis di laboratorium hotel yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sebenarnya, termasuk kamar tamu contoh, area restoran, dan ruang resepsionis. Program ini memiliki kemitraan dengan beberapa hotel berbintang di Kupang, Bali, dan di daerah Indonesia lainnya untuk program magang siswa, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman kerja langsung di lingkungan industri yang profesional.

  1. Kesehatan

Program Kesehatan fokus pada pembelajaran keperawatan dasar, kesehatan masyarakat, manajemen fasilitas kesehatan, serta pengetahuan tentang nutrisi dan kesehatan reproduksi. Siswa diajarkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, baik di lingkungan rumah sakit, puskesmas, maupun dalam bentuk layanan kesehatan masyarakat. Banyak alumni program ini yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk menjadi perawat profesional atau bekerja sebagai tenaga kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan di daerah.

  1. Spa dan Kecantikan

Merupakan kejuruan yang relatif baru. Program Spa dan Kecantikan telah berkembang pesat. Siswa belajar tentang teknik perawatan spa tradisional dan modern, manajemen salon dan spa, keamanan produk kecantikan, serta konsultasi kecantikan yang sesuai dengan jenis kulit dan kondisi tubuh klien. Program ini juga mengintegrasikan pengetahuan tentang bahan alami lokal seperti rempah-rempah dan tanaman obat yang dapat digunakan dalam produk perawatan spa dan kecantikan. Alumni program ini banyak yang bekerja di salon dan spa berkelas dan ada juga yang membuka usaha perawatan mandiri.

Perayaan

Menyongsong 50 tahun SMKS Kusuma Atambua menggelar serangkaian pertandingan (awal Oktober 2025) yakni; Futsal antar SMP, fashion show, storytelling, tarian kreasi dan mewarnai. Diadakan juga kegiatan Rohani: rekoleksi bagi Orang tua siswa, para siswa dan guru. Sedangkan kegiatan jalan santai (Rabu 14/1/2026), yang diikuti semua siswa, guru, suster dan alumni. Pada 5 titik penting di kota Atambua, ke 6 program jurusan mendemostrasikan apa yang telah mereka pelajari dan praktekan saat magang. Atraksi ini mengundang masyarakat se-kota Atambua menyaksikan dan mengalaminya. Serangkaian kegiatan ini diadakan untuk mengenang jasa dan menghormati perjuangan para pendahulu yang telah menghantar sekolah mencapai usia emas.

Raibasin, Atambua 15 Januari 2026, wilayah pengembagan SMKS Kusuma Atambua dan Edo Hotel menjadi tempat Perayaan Ekariti Syukur 50 tahun SMKS Kusuma Atambua dan syukur 25 tahun pengabdian 5 guru; Sr Maria Fatima Seran, SSpS, Ibu Rana, Ibu Yani, Ibu Ina dan Ibu Mia. Misa syukur ini  di pimpin Pater Iren Lolon, SVD (Wakil Provinsial SVD Timor). Kepada para jubilaris lembaga ini menyematkan cincin penghargaan dan terimakasih.

Pesan dan kesan

“Momen 50 tahun ini menjadi titik balik bagi SMKS Kusuma Atambua untuk menoleh melihat usaha para pendahulu dan proses perjalanan lembaga ini yang berkembang dan memberikan kontribusi bagi pendidikan di Nusa Tenggara Timur. Lembaga ini juga perlu melihat ke depan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai spiritualitas yang diwariskan Santo Arnoldus Janssen, dan terus menata perkembangan lembaga ini dengan berkomitmen untuk menjadikan lembaga pendidikan kejuruan ini, yang tidak hanya menghasilkan lulusan ahli di bidangnya, tetapi juga dapat melahirkan pribadi yang memiliki integritas, rasa tanggung jawab sosial, dan semangat untuk berkarya bagi kemajuan bangsa. Perayaan 50 tahun ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam upaya kita untuk memberikan pendidikan kejuruan yang lebih baik dan lebih relevan dengan kebutuhan zaman”, ungkap kepala sekolah Sr. Agustina Bete Kiik, SSpS dalam sambutan.

Sementara ibu Ernesta Bau mengatas namai alumni dalam sambutannya mengatakan, “SMKS Katolik Kusuma Atambua telah mencetak ribuan alumni yang berkontribusi aktif dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik di sektor pemerintahan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), bidang profesional, maupun sebagai wirausahawan mandiri.”

Selanjutnya pemotongan tumpeng dan pementasan tradisi seni budaya likurai oleh siswa/siswi dengan koreografi tarian moderen 50 tahun SMKS Kusuma, yang dipadukan dengan kostum tradisional yang dikenakan sebagai wujud nyata untuk terus menjaga kearifan lokal dan melestarikan nilai-nilai budaya.

Hadir pula dalam syukur 50 tahun SMKS Kusuma perwakilan dinas pendidikan Provinsi, Sr Provinsial bersama anggota dewan Provinsi SSpS Timor, para Imam Tuhan,  para alumni, orang tua siswa dan tamu undangan baik dari bidang pendidikan maupun dari industri-industri terdekat.

Sr. Emauela Talan, SSpS