Menuju Rekam Medis Elektronik yang Handal
Yayasan Maria Virgo memperkuat komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pelatihan Rekam Medis Elektronik (RME). Kegiatan yang berlangsung pada 21 Maret 2026 di Klinik Pratama St. Yosef Kefamenanu, ini diikuti oleh 11 peserta dari berbagai klinik di bawah naungan Yayasan Maria Virgo.
RME merupakan sistem digital terintegrasi untuk mencatat dan menyimpan data pelayanan kesehatan pasien. Hadir sebagai pengganti rekam medis konvensional, RME dijamin memiliki kekuatan hukum yang sah sepanjang tata kelolanya mematuhi regulasi yang berlaku.
Sr. Theodora Bone, SSpS, resmi membuka acara tersebut. Beliau menggarisbawahi pentingnya RME dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang modern dan terpercaya. “Saya berharap para peserta dapat menyerap materi pelatihan dengan maksimal agar kualitas layanan di setiap klinik naungan yayasan semakin meningkat,” tegas Ketua Yayasan Maria Virgo.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari penuh ini disusun secara sistematis, mencakup berbagai sesi mulai dari pengukuran kemampuan awal (pre-test) hingga evaluasi akhir (post-test).
Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WITA dengan Sesi I: Pre-Test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, pada Sesi II, Ibu Maxima Teti, A.Md.Pk., memaparkan materi mengenai regulasi dan konsep dasar RME melalui metode presentasi yang interaktif.
Memasuki Sesi III dan IV, Ibu Maria Yesni Anelci, S.Kep., Ns., memfasilitasi diskusi, studi kasus, hingga simulasi terkait standar pengisian SOAP, CPPT, serta dokumentasi triase dan rawat inap. Sesi ini membekali peserta dengan pemahaman praktis mengenai alur dokumentasi klinis yang sesuai standar.
Setelah istirahat, pelatihan dilanjutkan dengan Sesi V, di mana peserta melakukan praktik langsung (hands-on) input RME dari pendaftaran hingga farmasi dengan panduan Ibu Yohana Toti, S.Si. Agenda kemudian beralih ke Sesi VI yang diisi dengan diskusi mendalam mengenai keamanan data pasien serta pentingnya audit internal sebagai bagian dari pengendalian mutu pelayanan.
Seluruh rangkaian kegiatan akhirnya ditutup dengan pelaksanaan Sesi VII: Post-Test pada pukul 15.00 hingga 15.30. Hasil evaluasi akhir ini menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman para tenaga kesehatan mengenai sistem RME secara signifikan.
Pelatihan ini merupakan respons terhadap tuntutan regulasi kesehatan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 mengenai kewajiban rekam medis di fasilitas kesehatan, serta PMK Nomor 24 Tahun 2022 yang mengatur standardisasi rekam medis elektronik. Selain itu, aspek keamanan data juga menjadi fokus utama sesuai amanat UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Melalui penguatan aspek legalitas ini, Yayasan Maria Virgo berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh unit pelayanannya mampu mengimplementasikan RME. Langkah ini diharapkan dapat menjamin keamanan data sekaligus kepatuhan terhadap standar pelayanan kesehatan nasional.
By Sr. Fransisca Aquilorum Teme, SSpS






Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus. Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.
Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.
Kegiatan baksos ini bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun, mereka di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.
Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat
senang karena kehadiran para suster sungguh membawa dampak yang positif bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Selain itu para suster juga mengadakan aksi Laudato Si bersama aparat desa, pihak keamanan (tentara) dan sekelompok umat menanam anakan pohon lindung seperti mahoni, jati putih dan bambu di daerah sekitar sumber air. Para suster berharap agar pohon yang di tanam disekitar sumber air dapat bertumbuh dengan subur dan di jaga oleh umat sehingga mata air tidak kering dan tidak terjadi longsor. Sementara itu anakan pohon buah yang dibawa para suster seperti jambu, asam mangga, pepaya dan lain-lain diberikan kepada keluarga-keluarga untuk ditanam dipekarangan rumah atau di kebun.
Setelah perayaan ekaristi para suster, yang berprofesi sebagai tenaga medis (dokter dan perawat) mengadakan pengobatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi seluruh umat. Para suster juga membagi makanan tambahan gizi kepada anak-anak, membagi pakaian bagi anak-anak dan perlengkapan bayi. Sementara suster-suster yang lain mengadakan aksi panggilan bersama anak-anak SD, SMP, SMA dan OMK di dalam gereja.
Umat stasi St. Maria Fatima Tahon merasa senang dan bahagia menerima para suster untuk tinggal bersama mereka. Banyak pengalaman yang telah di bagikan bersama; ada sukacita, damai, kekuatan dan kasih persaudaraan.
Pater Roni Moensaku dalam kotbah mengatakan, ” Merayakan Natal dalam moment seperti ini adalah sesungguhnya kita mengenang kembali Cinta Kasih Allah yang begitu besar kepada manusia sehingga memberikan Putere-Nya yang tunggal menjadi manusia, tinggal bersama kita dan mengalami hidup sebagai manusia biasa seperti kita. Allah Sang Emanuel yang
menjelma itu senantiasa masuk dalam kehidupan dunia kita, merasakan suka-duka hidup kita. Merayakan Natal sesungguhnya merayakan keberpihakan Allah kepada kita. Bukti Allah berpihak kepada kita dengan mengirim orang-orang baik sebagai penyalur Kasih-Nya dan menjumpai kita hari ini. Kebersamaan kita hari ini dan bingkisan-bingkisan kecil yang nanti akan kita terima adalah hadiah Natal dari Bayi Mungil Yesus sendiri melalui kebaikan hati para dermawan yang sungguh mencintai dan peduli dengan kita. Kita patut bersykur karena Klinik Pratama St. Antonius Betun telah menjadi penyalur kasih Allah kepada sesama yang sakit, yang sudah lanjut usia dan berkebutuhan khusus. Siapa saja yang memiliki hati yang peduli terhadap yang kecil dan sederhana, terpinggirkan, mereka pun telah mewakili gereja memberi perhatian khusus kepada para jompo dan semua yang berkebutuhan khusus. ” Kita semua diajak untuk peka dan memberi perhatian kepada sesama disekitar kita; lansia, mereka yang sakit, juga yang berkebutuhan khusus, ” tandas Pater Roni.
Sr. Teodorin Bone, SSpS, Ketua Yayasan Maria Virgo dalam sambutan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang dengan penuh kerelaan dan ketulusan hati memberi perhatian yang besar kepada para jompo, yang sakit dan yang berkebutuhan khusus di wilayah Malaka. ” Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bingkisan kado natal untuk saudara-saudari kita. Kepada PT. Washeng Keke Mandiri, yang sangat peduli dengan kaum kecil dan sederhana, juga kepada Klinik Pratama St. Antonius Betun yang telah menjadi sarana penyalur kasih dan kebaikan Allah bagi yang sakit dan menderita. Terimakasih berlimpah juga kepada Sr. Angela Salome, SSpS
kepala Klinik Betun bersama seluruh Staf dan Bapak Robi Tei Seran Kepala Desa Wehali yang telah bekerja bersama-sama, saling membantu mempersiapkan segala sesuatu sehingga acara syukuran ini berjalan dengan baik dan lancar penuh sukacita. Terimakasih berlimpah juga kepada Pater Deken yang telah meluangkan waktu memimpin misa syukur ini, juga sudah memberkati para pasien di klinik dan semua yang hadir dalam perayaan syukur ini, secara khusus para jompo, dan yang berkebutuhan khusus. Tuhan akan mengganjari setiap perbuatan baik kita dan semoga kita semua menjadi penyalur berkat bagi sesama yang lain, ” ungkap Sr Teodorin.
Setelah perayaan ekaristi dilanjutkan dengan beberapa rangkaian acara diantaranya; makan siang bersama, acara hiburan dan pembagian kado Natal. Sebanyak 175 bingkisan kado Natal yang diberikan kepada para jompo, orang sakit dan berkebutuhan khusus. Ada juga acara hiburan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang diwakili oleh Dedy. Anak Dedy menyumbangkan beberapa lagu menghibur semua yang hadir dengan suaranya yang merdu. Para jompo pun tak ketinggalan, dengan sukacita mereka pun menyumbangkan beberapa lagu untuk menghibur semua yang hadir. Semua oma-opa, anak-anak berkebutuhan khusus dan semua yang hadir saling berbagi kegembiraan merayakan sukacita Natal Kristus.
Sukacita Misa syukur Natal bersama ini dimeriahkan oleh Koor dari staf Klinik St. Antonius Betun bersama umat dari Kletek dan anak-anak praktek SMK Arnoldus Betun.