Maknai Tahun Belaskasih Para Suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik Gelar Bakti Sosial Bagi Umat Di Pedalaman Timor Tengah Selatan

BAKSOS SSpS Timor. Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat di Wilayah Sabun-Oinlasi TTS. Sr. dr. Mery Neno SSpS sedang memeriksa pasien.
Dok Keg. BAKSOS di Sabun-Oinlasi TTS

Belaskasih: Tergerak Hati Melintas Batas, Mendengar, Menjamah dan Mengobati yang sakit dan membutuhkan Kasih Tulus.

SSpS Timor News. Memaknai Tahun Belas Kasih Kongregasi (Year Of Compassion), pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tujuh belas (17) pada Sabtu 01 Juni 2024,  17 suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik yang bertugas di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik  (Belu) mengadakan Bakti Sosial di Stasi Sabun Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang, wilayah Timor Tengah Selatan.

Untuk menjangkau tempat ini para suster harus menempuh perjalanan selama 5 jam melintasi kabupaten Timor Tengah Utara. Rombongan para suster berangkat dari Halilulik pada Sabtu 01 Juni, pukul 11.00 Wita dengan menumpangi Pick Up dan tiba di Stasi Sabun-Oinlasi pukul 17.00. Kedatangan para suster disambut hangat oleh RD. Yulius Efi, Pr Pastor yang bertugas di stasi ini dan umat Stasi Sabun secara adat oleh para tokoh adat dan sejumlah umat di stasi Sabun.

Pada malam harinya para suster mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan besok harinya, diantaranya latihan koor untuk perayaan Hari Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus.  Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.

Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.

Kegiatan baksos ini  bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun,  mereka  di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.

Romo Lius Efu, Pr selaku Pastor Stasi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Sr. dr. Mery Neno, SSpS Direkttur RSKM Halilulik bersama para suster dari komunitas Halilulik di tengah kesibukan yang padat telah meluangkan waktu datang jauh-jauh dari Halilulik untuk melayani umat sederhana dan pterpencil, pedalaman Timor Tengah Selatan. “Memang selama ini dalam perayaan-perayaan besar Gereja, Stasi Sabun selalu dibantu oleh para suster SSpS Komunitas Oinlasi dan hari ini  para suster yang jauh datang dari Halilulik-Belu, datang lagi memberi pengobatan gratis dan menanggung koor dalam perayaan ekarisi penerimaan komuni pertama, ini merupakan suatu sejarah dan rahmat bagi umat Stasi Sabun”, ungkap Romo Lius.

Sr. dr Mery Neno SSpS Direktur RSKM Halilulik mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Romo Lius dan umat setempat. “ Kami berterimakasih kepada Romo Lius atas keterbukaan menerima para suster dari Halilulik dan diterima secara adat, juga antusiasme umat untuk kegiatan kami ini. Kami berharap semoga pelayanan kali ini berkenan di hati para umat di sini,  Jika ada yang membutuhkan pengobatan lanjutan bisa berobat ke RSKM Halilulik.  Terimakasih juga kepada Puskesmas Boking untuk kerjasamanya hari ini secara telah mengambil bagian dalam pelayanan kepada ibu-ibu hamil. Kami juga memohon maaf jika dalam pelayanan kami, ada kekurangan dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan umat. Kami juga berharap, kehadiran kami para suster SSpS menumbuhkan panggilan bagi generasi muda untuk menjadi pastor, suster, bruder.” Ungkap Sr. Mery.

Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat senang karena  kehadiran para suster  sungguh membawa dampak yang positif  bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin  berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi  kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Kegiatan Baksos ini berlangsung dari kurang lebih pukul 13.45-19.30 WITA. Umat  menunggu dengan setia pelayanan dari suster dan menemani para puster hingga terselesainya kegiatan ini.

Tepat pukul 20.30 WITA para suster kembali ke Halilulik, diantar oleh beberapa umat Stasi Sabun kembali ke Halilulik dengan penuh sukacita dan haru dan dilepas pergikan secara adat dan pengalungan sebagai ucapan terima kasih dari umat kepada Sr Direktris RSKM Halilulik dan perwakilan pimpinan rumah Komunitas Halilulik.

Perlu diketahui, secara geografis Stasi Sabun terletak di wilayah kecamatan Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Stasi Sabun merupakan salah satu Stasi dari Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang. Ada 11 Komunitas Umat Basis (KUB) dan 4 Kapela di wilayah Stasi Sabun.

Berita/Laporan: Sr Emanuela Talan, SSpS
Dokumentasi/Foto: Sr. Sesilia Un SSpS
Editor: Sr Innes Amuntoda SSpS
Komkom SSpS Timor

Visitasi General Di Komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi Keuskupan Agung Kupang-Timor Tengah Selatan

Foto: Para Suster Sekomunitas Bersama Sr. Miriam Altenhofen SSpS (Visitatris) dan Sr Fransiska Snae SSpS (Penerjemah)
Visitasi General Komunitas Oinlasi, 21-24 Maret 2024 Dok. Sr. Veronika Bele Bau, SSpS

SSpS Timor News: “Apa yang Engkau kehendaki Aku Perbuat Bagi-Mu?.. Rabuni Supaya aku dapat Melihat (Mrk. 10;51)” menjadi tema visitasi Jenderal tahun 2024 Provinsi SSpS Timor. Visitasi Jenderal SSpS Provinsi Regina Angelorum Timor secara resmi di mulai pada 17 Maret 2024. Sr. Miriam Altenhofen, SSpS dan Sr. Jana Pavla Natalia Tothova, SSpS menjadi Visitatris di Provinsi SSpS Timor. Kegiatan Visitasi ini di buka dengan perayaan misa pembukaan Visitasi Jenderal yang terjadi di Komunitas St. Maria Fatima Belo-Kupang, dihadiri oleh para suster, calon suster dan mitra misi SSpS Timor. Misa dipimpin oleh P. Julius Yasinto, SVD.

Perjalanan Visitasi telah dimulai dan sedang berlangsung. Pada Kamis, 21 Maret 2024 Sr. Miriam Altenhofen, SSpS, pemimpin kongregasi SSpS didampingi oleh Sr. Maria Fransiska Snae, SSpS (penerjemah) tiba di komunitas St. Yohanes Maria Vianney Onlansi untuk melaksanakan Visitasi Jenderal yang akan berlangsung selama tiga hari mulai  21-24 Maret 2024. Para suster disambut dengan sapaan selamat datang oleh bapak Anton Tefa selaku Kepala desa sekaligus menjadi wakil dari orangtua para suster, selanjutnya pegalungan selendang sebagai ucapan selamat datang kemudian para suster diarak menuju Kapela komunitas dengan tarian dari daerah Soe-TTS oleh anak-anak SEKAMI paroki St. Paulus Oinlasi.  Setelah acara penjemputan usai dilanjutkan dengan santap siang bersama umat di komunitas.

Hari pertama visitasi dimulai tanggal 21 Maret 2024 pukul 16.00Wita bertempat di ruang pertemuan komunitas. Kegiatan diawali dengan doa oleh Sr. Veronika, SSpS. Dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Sr. Anna Angela, SSpS sebagai pemimpin komunitas. Sebelum masuk dalam sesi perkenalan ibu Agung mengatakan “Selamat memasuki masa visitasi, saya berada disini untuk mengalami dan melihat secara dekat karya misi dan kehidupan di komunitas ini, sharing bersama sebagai komunitas dan juga secara pribadi”. Kemudian masing-masing suster di berikan kesempatan untuk memperkenalkan diri (nama, asal, perjalan panggilan singkat, Pendidikan, dan tugas saat ini) dan mengungkap kerinduan atau harapan selama visitasi berlangsung.

Setelah Sesi perkenalan selesai, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan ujian singkat bagi para suster dalam komunitas untuk beberapa menit menjadi seperti “Bartimeus” seorang buta yang mendapat penyembuhan dari Yesus, para suster diajak untuk hening dan merefleksikan pengalaman tersebut lalu disharingkan perasaan dan hal yang paling menyenuh kelika menjadi seperti “Bartimeus”. Rangkain kegiatan hari pertama di tutup dengan doa dan santap malam bersama.

Visitasi hari kedua 22 Maret 2024 dimulai pada pukul 08.00-10.00 WITA. Pada Sesi kedua ini, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan input tentang realitas kongregasi, pertumbuhan dan tantangannya, keanggotaan dan misi baru yang akan dimulai dibeberapa negara salah satunya di Kongo. Setelah mendengarkan presentasi dari ibu agung para suster di beri kesempatan untuk mensharingkan perasaan sekaligus memberi memberikan pertanyaan terkait keadaan kongregasi saat ini. Sr. Miriam Altenhofen banyak mensharingkan pengalamannya ketika berkunjung dan mengalami hidup bersama para suster di daerah misi. Ia menjelaskan, “setiap tempat memiliki tantangannya masing-masing, tetapi kita harus bersyukur karena oleh tuntunan Roh Kudus dan doa dari pendiri dan co pendiri kita, misi kita masih terus berkembang hingga saat ini”. Setelah sharing selesai kegiatan dilanjutkan kunjungn ke unit-unit karya di komunitas yaitu Klinik St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi dan juga asrama putri. Ibu Agung juga menyempatkan diri untuk mengunjungi dan bertemu dengan RD Robi Seran Pr. Selaku kepala Sekolah SMPK St. Petrus Oinlasi. Sore hari tepat pukul 16.00-19.00 Wita kegiatan dilanjutkan dengan agenda pertemuan pribadi dengan para suster, setiap suster mendapat kesempatan untuk sharing secara pribadi bersama ibu agung selama 30 Menit. Setelah selesai dilanjutkan dengan makan malam bersama.

23 maret 2024, hari ketiga visitasi, para suster mendengarkan dan merefleksikan bersama tentang Lingkaran emas dengan pertanyaan dasar “What, How dan Why”. Ibu Agung menjelaskan bahwa penting bagi setiap suster SSpS sadar akan setiap Tindakan dan rencana yang akan dilakukan, ibu Agung juga mengatakan sebelum memulai sesuatu perlu bertanya diri, misalnya untuk apa saya berdoa?, bagaimana saya berdoa dan mengapa saya berdoa? Sehingga apa yang ingin kita lakukan punya makna dan akan terus kita lakukan karena ada tujuan yang ingin dicapai. Sekecil apapun pekerjaan, misi harus punya rencana yang matang. Kemudian Sr. Miriam memberikan waktu kepada para suster untuk membuat sebuah rencana bersama dalam komunitas dan mensharingkan rencana tersebut. Setelah selesai sharing dan pertemuan sesi ke tiga, Sr. Miriam, SSpS, Sr. Maria Fransiska bersama para suster komunitas Oinlasi melakukan perjalanan singkat menuju Stasi St. Fransiskus Xaverius Kokoi untuk mengunjungi umat di stasi tersebut sekaligus melihat progress pembangunan bakal komunitas SSpS di Kokoi.

Foto: Sr Miriam bersama Tua Adat dan umat stasi Kakoi Paroki St. Fransiskus Xaverius Noetoko

Tiba di Kokoi para suster disambut dengan sapaan adat atau sering disebut dengan istilah natoni oleh kepala desa Fatulunu, pegalungan selendang dan tarian gong /tarian tradisional khas dari masyarakat suku Amanatun, rombongan diarak menuju pastoran. Setelah itu, ibu Agung bersama para suster di suguhi tarian oko mama (tarian suguhan sirih pinang) dan sekali lagu ibu Agung dan para suster di berikan pegalungan selendang sebagai ucapan terima kasih karena ibu Agung berkenan mengunjungi umat di Stasi Kokoi. Umat Stasi Kokoi sangat antusias menerima kedatanag ibu Agung bersama Sr. Maria Fransiska, SSpS.

Foto Bersama Pastor Paroki Kakoi RD. Roby Seran, Pr
Foto: Sr. Miriam Bertemu dengan Pastor Paroki Noetoko RD. Roby Seran Pr

Pada kesempatan tersebut, ibu Agung didampingi oleh Sr. Maria Fransiska, RD. Peter selaku pastor paroki, Rd Andreas dan RD. Robi Seran bertemu dengan para pemilik tanah yang menyerahkan tanah bagi Provinsi SSpS untuk pembangunan komunitas baru. Setelah bertemu dengan para pemilik tanah ibu Agung melanjutkan kunjungan ke bakal komunitas baru, melihat progress pembangunan yang sedang berlangsung.

Ibua Agung mengucapkan terima kasih kepada pastor paroki dan pastor Stasi serta umat Stasi Kokoi karena telah secara sukarela memberikan tanah bagi SSpS dan atas dukungan juga Kerjasama baik yang telah terjalin bersama para suster komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi. Rangkaian kunjungan di Stasi Kokoi di tutup dengan santap siang bersama, lalu para suster Kembali ke komunitas untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Berita: Sr Veronika Bele Bau, SSpS
Foto: Sr. Veronika Bele Bau, SSpS
Editor: Sr. Innes Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor

Putra-Putri Arnoldus Janssen Provinsi Timor Adakan Lokakarya dan Retret AJS Gabungan Di Nenuk

  “BERKOBAR – KOBAR DALAM SEMANGAT GENERASI PENDIRI”

Komkom SSpS Timor News: Tim AJS Provinsi SSpS dan SVD Timor menyelenggarakan Lokakarya dan Retret Gabungan untuk para Novis SVD dan SSpS  selama 3 minggu Timor bertempat di Biara St. Yosef Nenuk. Para peserta berjumlah 33 orang, yang terdiri dari 26 Frater Novis dan 7 suster Novis SSpS.

Kegiatan ini dibuka dengan perayaan Ekaristi pada Selasa,06 Februari 2024, pukul 08.00 Wita, di Aula Biara St. Yosef Nenuk. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh  P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor) bersama para Socius Novisiat St.Yosef Nenuk. Dalam kotbahnya Pater Provinsial meminta para LokRetan untuk sungguh- sungguh  memanfaatkan moment ini dengan tinggal dan berakar dalam kasih Tuhan. Diakhir perayaan Ekaristi, kegiatan tersebut dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh P. John Edu, SVD sebagai  provinsial SVD Timor, Sr. Filomena Bui,SSpS sebagai anggota Dewan Provinsi SSpS Timor dan 2 orang perwakilan dari para LokRetan.

Bertolak dari tema umum, “Tinggalah Dalam kasihKu” (Yoh. 15:19)  kami peserta LokRetan  dibekali dengan berbagai input yang diberikan oleh para pemateri diantaranya: Pater Karni Doman, SVD,  (Magister Novis) Pater Aris Gah, SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo, SVD, P. Edi Agun, SVD, P. Linu, SVD,  Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,  (Maagistra Novis) Sr. Filomena Bui, SSpS (Pendamping Novis) dan Sr. Rosa Da Lima, SSpS. (Tim AJS SSpS Timor)

Kami mendalami materi tentang Sejarah Spiritualitas Arnoldus Janssen, Latar Belakang Spiritualitas Generasi Pendiri, Lima unsur Teologis Generasi Pendiri, Pertumbuhan dan Perkembangan Kapitel General SVD dan SSpS, juga materi tentang Kaul-kaul yang perlu dihayati dalam mengikuti Yesus yaitu kaul Kemiskinan, Ketaatan dan Kemurnian. Dan untuk lebih memperdalam pemahaman akan input- input yang telah diberikan, para LokRetan diajak untuk mengalami kasih Allah dalam kontemplasi Life History melalui nama-nama penuh kenangan cinta, pencinta- pencinta anonim, mengalami cinta Allah dalam penderitaan dan mengalami cinta Allah dalam alam semesta.

Setelah mendengarkan input para LokRetan diberi pertanyaan – pertanyaan refleksi agar  lebih mendalami input yang diberikan. Selanjutnya  para LokRetan pun masuk dalam kelompok basis untuk mensharingkan hasil refleksi dan kemudian diplenokan pada sore hari.   Kelompok basis yang dimaksudkan ialah kelompok generasi pendiri yakni kelompok St. Arnoldus Janssen, St. Yosef Freinademetz, Beata Maria Helena, Beata Yosepha Stenmanns, Muder Mikhaela, dan kelompok para bruder. Didalam kelompok-kelompok ini kami pun terbuka untuk berbagi pengalaman akan Allah melalui sharing kelompok dan berani menyumbangkan kreativitas dan menampilkannya dalam bentuk dramatisasi tentang latar belakang keluarga, karakter dan spiritualitas dari setiap generasi pendiri yang telah dibagikan.

Puncak dari kegiatan Lokakarya adalah Retret Terbimbing selama 8 hari. Kami membuka retret ini pada tanggal 19 Pebruari malam tepat pukul 20.00 Wita.  Pembukaan Retret  dipimpin oleh P. Kons Talung, SVD. Para pembimbing retret diantaranya adalah P. Lukas Uran, SVD, P. Kons Talung, SVD, Sr. Laurensina Namok, SSpS, Sr. Emiliana Bere, SSpS, Sr. Rosa Da Lima, SSpS. P. Karni Doman,SVD,  P.Aris Gah,SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo,SVD, P. Edi Agun, SVD, P.Linu,SVD, Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,   dan Sr. Filomena Bui, SSpS.

Kami sangat bersyukur dan berterimakasih karena mendapat kesempatan untuk memperdalam hidup rohani melalui kontemplasi yang dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam sehari  dan kemudian mensharingkannya kepada pembimbing sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Melalui teks-teks yang diberikan, kami pun dihantar untuk menyadari kasih Allah yang tak bersyarat, dan  kami pun mampu membuat komitmen pribadi dan mempersembahkannya dalam perayaan Ekaristi penutupan Retret.

Kegiatan Lokret  AJS ini ditutup pada 27 Pebruari 2024 dengan misa penutupan yang dipimpin oleh P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor). Pemukulan gong oleh Pater  Yohanes Eduard SVD, Provinsial SVD Timor dan Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor dan perwakilan dari 2 lokretan sebagai tanda kegiatan Lokakarya dan Retret Gabungan AJS ditutup secara resmi.

Berita: Novis Sr. Maria Petrodina dan Sr.Carla Hello

Foto: Sr. Fridolianty Seran, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani SSpS
KomKom SSpS Timor

Live In Para Suster Balita-Alita Di Stasi St. Maria Fatima Tahon

                                                              dok.: foto bersama umat dalam gereja St. Maria Fatima Tahon

Pada tanggal 8-11 Pebruari 2024 tiga puluh (30) suster SSpS jenjang Balita – Alita (usia kaul kekal 0-12 tahun) melaksakanan kegiatan Live In di Stasi St. Fatima Tahon,  Paroki Ratu Damai Fulur. Para suster datang dari berbagai komunitas di wilayah pulau Timor: Komunitas Bello, Merdeka, Kiupukan, Biudukfoho, Halilulik, Atambua, Tenubot, Temkuna dan Lahurus.

Walau pun diguyur hujan yang sangat deras, para suster disambut dengan hangat dan penuh sukacita oleh Pastor Paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan pastor rekan Rm. John Pilis, Pr bersama para suster SSpS komunitas Fulur dan umat stasi St. Fatima Tahon.

Rm. Stef dalam sambutan penerimaan mengharapkan agar kegiatan Live In  dapat membawa nilai – nilai positif dalam kehidupan umat di stasi Tahon khususnya dapat menumbuhkan benih panggilan di dalam hati anak – anak.

Sr. Yermia Hoar, SSpS sebagai koordinator Balita – Alita juga mengharapkan agar kegiatan live in bisa membawa suatu nilai positif baik bagi umat Stasi Tahon mau pun para suster sendiri. Semoga kehadiran para suster, tinggal bersama umat, melihat dan mengalami kehidupan para umat senantiasa  membawa sukacita, kegembiraan dan semangat dalam menjalani hidup dan panggilan masing-masing.

Beragam kegiatan yang dilaksanakan dalam Live in selama 4 hari di Stasi Tahon diantara: doa bersama keluarga-keluarga, katekese,sharing iman dan mengunjungi dan  menghantar Komuni Kudus kepada para jompo dan orang sakit. Para suster juga mengadakan rekoleksi interen dengan tema “ Menjadi Pembawa Belaskasih Allah di Tengah Dunia yang Terluka.” Rekoleksi ini dipimpin oleh Sr. Patrisia Bria SSpS. Moment ini diadakan evaluasi program dan pemilihan kepengurusan yang baru periode 2024-2026.

Selain itu para suster juga mengadakan aksi Laudato Si bersama aparat desa, pihak keamanan (tentara)  dan sekelompok umat  menanam anakan pohon lindung seperti mahoni, jati putih dan bambu di daerah sekitar sumber air. Para suster berharap agar pohon yang di tanam disekitar sumber air dapat bertumbuh dengan subur dan di jaga oleh umat sehingga mata air tidak kering dan tidak terjadi longsor. Sementara itu anakan pohon buah yang dibawa para suster seperti jambu, asam mangga, pepaya dan lain-lain diberikan kepada keluarga-keluarga untuk ditanam dipekarangan rumah atau di kebun.

Pada hari Minggu 11 Peberuari 2024 bertepatan dengan Hari Orang Sakit Sedunia, para suster merayakan Ekaristi bersama umat Stasi St. Fatima Tahon.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor paroki Rm. Stefanus Boisala, Pr dan koor dimeriahkan oleh suara-suara merdu dari para suster.

Sr. Elga Rafu, SSpS sebagai ketua Balita-Alita dalam sambutannya mengucapkan limpah terimakasih kepada Pastor Paroki-pastor rekan dan seluruh umat stasi St. Maria Fatima Tahon yang terbuka menerima kehadiran para suster. Pastor paroki berharap semoga kehadiran para suster membawa berkat bagi umat stasi Tahon, terutama anak-anak dan remaja puteri bisa tertarik masuk kongregasi SSpS.

Setelah perayaan ekaristi para suster, yang berprofesi sebagai tenaga medis (dokter dan perawat)  mengadakan pengobatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi seluruh umat. Para suster juga membagi makanan tambahan gizi kepada anak-anak, membagi pakaian bagi anak-anak dan perlengkapan bayi. Sementara suster-suster yang lain mengadakan aksi panggilan bersama anak-anak SD, SMP, SMA dan OMK di dalam gereja.

Umat stasi St. Maria Fatima Tahon merasa senang dan bahagia menerima para suster untuk tinggal bersama mereka. Banyak pengalaman yang telah di bagikan bersama; ada sukacita, damai, kekuatan dan kasih persaudaraan.

Berita/Laporan: Sr. Rosdiana Mooy, SSpS

Foto: Alita-Balita

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda, SSpS
KomKom SSpS Timor

Komunitas Talitakum Kupang Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Para Korban Perdagangan Manusia

SSpS Timor News: Memperingati Pesta  St Josephine Bakhita dan Hari Doa Internasional Serta Kesadaran Menentang Perdagangan Manusia, Komunitas Talitakum Kupang  yang di koordinir oleh Sr. Fransiska Romana Yasmini RVM dan Sr. Fransiska Snae SSpS, mengadakan Doa Lintas Agama Dengan Tema : Perjalanan Bermartabat, Mendengar, Bermimpi Dan Bertindak.

Tujuan utama dari pringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran yang tentang fenomena perdagangan orang sekaligus kesempatan untuk merefleksikan tindakan kekerasan dan ketidakadilan yang semakin marak yang sangat berdampak dalam kehidupan banyak orang. Kegiatan doa bersama ini diadakan  di Aula SMPK St Theresia Kupang, dihadiri Pendeta dari Gereja Masehi Injili Timor, Perwakilan Agama Budha, Muslim dan juga perwakilan Orang Muda Gereja Protestan,  para suster, pastor dan Frater dari berbagai konggregasi  SSpS (Sevarum Spiritus Sancti), RVM (Religious of the Virgin Mary), OCD ( Ordo Carmelitarum Discalceatorum) FDCC (Figlia Della Carita Canossiana), CDD (Congregatio Discipulorum Domini), CM (Carmelite Misionaries), CMF  (Cordis Mariae Filii)  anak-anak Asrama asuhan para suster SSpS serta Anak-anak SDK Canosiana

Kegiatan ini diawali dengan doa pembuka dan berkat yang dibawakan oleh Pater Berto,  OCD, dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Mars Komunitas Taltakum dan dilanjutkan lagi dramatisasi perjuangan St. Bhakita oleh anak-anak SDK Canosian. Sr. Ligia FDCC menjelaskan secara lebih detail Santa Bhakita dan perjuangan hidupnya dan kemudian diangkat menjadi pelindung korban kekerasan dan perdagangan manusia. Pendeta Emmy Sahertian juga berbagi cerita dan pengalaman melalui video-video terkait kasus kekerasan dan perdagangan manusia dan bagaimana menangani kasus-kasus yang telah terjadi. “ Jaman sekarang banyak orang melakukan kejahatan dan penjualan manusia dengan bermodalkan HP (handphone). Melalui media sosial seperti FB (Facebook, WA (whatsapp) dan media sosial lainnya dengan iming-iming pekerjaan  bagus dengan gaji yang tinggi; ada juga tawaran beasiswa kuliah di luar negeri dan lain sebagainya.” ungkap Pendeta Emmy. Lebih lanjut ia menghimbau agar para pemuda-pemudi dan kaum perempuan agar tidak tergiur akan tawaran-tawaran yang menggiurkan yang nantinya akan menyusahkan diri sendiri dan juga banyak pihak.

Sr. Fransiska Romana Yasmini, RVM selaku koordinator Komunitas Talitakum Kupang, dalam sambutannya  menyampaikan rasa syukur dan terimakasih  kepada semua yang berkenan hadir dan terlibat dalam kegiatan ini. Mengakhiri kegiatan ini, Sr. Deviyani Lada SSpS mewakili tokoh-tokoh agama dan seluruh tarekat religius yang hadir membawakan doa untuk para korban kejahatan dan perdagangan manusia. Semua peserta yang hadir bersatu dan bersepakat  menolak segala bentuk  kekerasan dan perdagangan manusia.

Kegiatan ini ditutup dengan doa untuk para korban kejahatan kemanusiaan terutama perdagangan manusia yang dibawakan oleh Sr Deviyani,SSpS.

Untuk diketahui, Hari Doa Dan Kesadaran Internasional Menetang Perdagangaan Manusia, dirayakan secara resmi pada tahun 2015 pada 08 Pebruari bertepatan dengan Pesta Santa Bhakita, pelindung para korban kejahatan dan perdagangan manusia.

Berita/Laporan: Sr Deviyani Lada, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor