TIM PIMPINAN PROVINSI SSpS TIMOR DILANTIK HARI INI
” GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH YANG ADA PADAMU, JANGAN DENGAN TERPAKSA TETAPI DENGAN SUKARELA SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH (1 Petrus 5: 2)

SSpS Timor News: Hujan berkat mengawali Misa Syukur Pelantikan Tim Pimpinan Rovinsi SSpS Timor. Hari ini Sabtu, 18 Januari 2025, adalah hari istimewa dan penuh berkat bagi para suster SSpS Provinsi Timor. Allah Tritunggal berkenan mencurahkan Roh IlahiNya dan melantik para suster Tim Pimpinan SSpS Provinsi Timor terpilih periode 2024-2027. Para suster se-provinsi berkumpul di Biara Provinsi St. Maria Imakulata Atambua untuk mengikuti perayaan syukur ini. Para suster Tarekat Putri Maranatha (Cucu Arnoldus Janssen) pun turut hadir mendukung dan mendoakan para suster yang akan dilantik.
Upacara Pelantikan dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi di Kapela Biara St. Imakulata Atambua, yang dipimpin oleh Pater Didimus Nai, SVD dan didampingi Pater Andi SVD.
Pater Didi Nai mengawali kotbahnya dengan mengulangi tema; “Gembalakanlah domba-dombaKU, jangan dengan terpaksa melainkan dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah,”
Para suster yang akan dilantik adalah benar-benar pilihan Allah melalui suara sama saudarimu, karena itu jangan takut. Tuhanlah yang memilih anda, Tuhan tahu kelebihan dan keterbatasanmu, Tuhan tahu kebaikanmu, Tuhan tahu kejelekanmu. Kalian diutus Allah untuk mengemban tugas kepemimpinan itu. Karena dipilih oleh Tuhan maka hendaklah harus membuka diri dituntun oleh Roh Kudus, bukan mengikuti kemauan sendiri atau kelompok tetapi maunya Tuhan yang memanggil dan mengutus kita untuk tugas ini. Walau pun berat, dalam spirit transformasi yang ada didalam diri untuk dibagi harus terus dibagi. Semua ini diharapkan bisa mengarahkan semua anggota sebagai peziarah-peziarah untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
Hari ini adalah moment penuh Rahmat dimana terjadi peralihan tugas dan tanggungjawab dari Tim Pimpinan yang lama ke Tim Pimpinan yang baru. Lebih lanjut Pater Didi menegaskan bahwa kepemimpinan “ Leadership is the power to influence” kemampuan untuk mempengaruhi dapat dilakukan melalui profesionalisme dalam aspek manejerial dan aspek administratif, dan ditambah lagi dengan kepemimpinan religious. Syarat dan kriteria untuk menjadi pemimpin, adalah harus memiliki visi untuk melihat ke depan dan bergerak mengambil langkah-langkah melalui strategi-strategi yang dibangun. Selain itu yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah kemampuan untuk membuat-mengambil keputusan. Kemampuan untuk berdishermen sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin dituntut bukan hanya bisa mengambil keputusan tetapi juga berani mengambil tindakan/eksekusi.
Di akhir kotbahnya Pater Didi berpesan, “Lakukan semuanya dengan hati yang jujur dan bersih, memimpin dengan memberi teladan kepada semua anggota yang menjadi domba-domba penggembalaan.”
Setelah kotbah dilanjutkan upacara pelantikan. Para suster menyanyikan Lagu “Veni Creator” memohon terang Roh Ilahi untuk menerangi dan menguduskan para suster. Acara selanjutnya adalah pembacaan Surat Resmi dari CLT untuk Pengangkatan Tim Pimpinan Provinsi, Pembacaan Konstitusi Artikel 601 dan 605 tentang Kepemimpinan. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan Konstitusi, Kitab Suci dan Lilin (simbol Cahaya Kristus) dari Pemimpin Provinsi Lama kepada Pemimpin Provinsi Baru. Para suster pimpinan baru dengan lilin beryala ditangan mendaraskan doa Syukur dan Penyerahan Diri. Setelah upacara Pelantikan, perayaan Ekaristi dilanjutkan
Sr. Fridolianti Seran SSpS Pemimpin Provinsi SSpS Timor yang baru dalam sambutannya mewakili tim pimpinan mengucapkan limpah terimakasih kepada tim pimpinan lama yang sudah memberi diri seutuhnya bekerja dengan penuh tanggungjawab penuh pengorbanan untuk pertumbuhan dan perkembangan serta kemajuan karya misi SSpS Timor selama ini. “ Banyak hal yang telah para suster buat dan telah membawa banyak perubahan dalam provinsi kita. Kami akan melanjutkan apa yang para suster sudah kerjakan selama ini demi perkembangan provinsi kita.
Diakhir sambutan Sr. Fridolianti mengajak para suster dan mitra misi untuk bergandengan tangan, berjalan bersama dalam semangat Sinodalitas untuk membangun provinsi kita yang tercinta.
Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Pemimpin Provinsi yang lama menyampaikan limpah terimakasih kepada para suster yang telah mendukung dan mendoakan para suster pimpinan selama 3 tahun masa kepemimpinan mereka. “ Kami bersyukur kepada Allah Tritunggal karena kekuatan KasihNya telah memilih ke-5 saudari kita untuk melanjutkan kepemimpinan dalam provinsi ini selama tiga tahun kedepan. Kami menyadari bahwa tanpa dukungan doa dan kerjasama yang baik, kami tidak sanggup melakukan tugas kepemimpinan ini. Juga kepada mitra misi, para karyawan/ti yang dengan setia membantu dan menjadi rekan kerja para suster dalam karya misi provinsi ini. Terimakasih berlimpah untuk semua saja, dimana sejak awal bersama dua murid Emaus berjalan bersama selama tiga tahun kepemimpinan kami.
Diakhir sambutan, Sr Immelda menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan keterbatasan sebagai sebagai manusia lemah. “Dari hati yang tulus kami memohon maaf dari para suster agar kami melanjutkan tugas yang diberikan kepada kami dengan hati yang bebas dan ringan.”
Proficiat dan selamat bertugas menjalankan misi perutusan Allah dalam Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus Provinsi Regina Angelorum Timor. Terimakasih berlimpah kepada Tim Pimpinan Lama; Sr Immelda Maria Obe (Provinsial), Sr. Maria Fransiska Snae, Sr. Helma Nahak, Sr. Angela Salome dan Sr Filomena Bui atas pemberian dirimu yang tulus dan telah bertanggungjawab penuh cinta dan pengorbanan untuk pertumbuhan dan perkembangan provinsi SSpS Timor dan karyanya.
TIM PIMPINAN SSpS TERPILIH:
Sr. Fridolianti Maria Goreti Seran, SSpS (Provinsial)
Sr. Aloisia Teti, SSpS (Anggota Dewan)
Sr. Dafrosa Muti SSpS (Anggota Dewan)
Sr. Genoveva Bikan SSpS (Anggota Dewan)
Sr. Scholastika Jenau SSpS (Anggota Dewan)
Berita: Sr Innes Maximiliani Amuntoda SSpS Foto/dok: Sr Fransiska Teme SSpS


Jhon Edu, SVD dalam kotbahnya mengajak ke -14 calon misionaris untuk menjadi misionaris Roh Kudus ditengah dunia yang kehilangan akar iman, harapan dan kasih. Memiliki ketulusan hati, kemurnian hati serta sikap rendah hati seperti anak kecil. Selain itu para suster harus memiliki semangat tobat, lahir sebagai manusia baru dengan hati yang baru karena ketika tiba ditempat misi akan berhadapan dengan pengalaman baru. Biarlah Spirit Kerendahan hati dan kasih menjiwai pelayanan misi.
Selanjutnya ke 14 suster peserta OMB diterima secara resmi Oleh Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor. Acara penerimaan para calon misionaris dimulai dengan penyerahan Peta Negara misi kepada 14 suster sebagai tanda perutusan dan penyerahann lambang Allah Tritunggal Maha Kudus Kepada Tim koordinator Program OMB dengan harapan para peserta OMB mampu membangun Komunitas Allah Tritunggal yang unik, satu, sama, dialog dan terbuka untuk satu sama lain dan semua yang dilayani.
Masa Orientasi Misi Bersama akan berlangsung selama satu bulan. Peserta OMB akan didampingi oleh Sr. Apriana Nitti, SSpS, Sr. Kristin Maria, SSpS, Sr. Magdalena Bete, SSpS, Sr. Maria Fransika Snae, SSpS dan Sr. Maria Blandina Bano, SSpS sebagai tim koordinator kegiatan OMB Provinsi Regina Angelorum Timor.

Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus. Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.
Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.
Kegiatan baksos ini bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun, mereka di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.
Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat
senang karena kehadiran para suster sungguh membawa dampak yang positif bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Perjalanan Visitasi telah dimulai dan sedang berlangsung. Pada Kamis, 21 Maret 2024 Sr. Miriam Altenhofen, SSpS, pemimpin kongregasi SSpS didampingi oleh Sr. Maria Fransiska Snae, SSpS (penerjemah) tiba di komunitas St. Yohanes Maria Vianney Onlansi untuk melaksanakan Visitasi Jenderal yang akan berlangsung selama tiga hari mulai 21-24 Maret 2024. Para suster disambut dengan sapaan selamat datang oleh bapak Anton Tefa selaku Kepala desa sekaligus menjadi wakil dari orangtua para suster, selanjutnya pegalungan selendang sebagai ucapan selamat datang kemudian para suster diarak menuju Kapela komunitas dengan tarian dari daerah Soe-TTS oleh anak-anak SEKAMI paroki St. Paulus Oinlasi. Setelah acara penjemputan usai dilanjutkan dengan santap siang bersama umat di komunitas.
Visitasi hari kedua 22 Maret 2024 dimulai pada pukul 08.00-10.00 WITA. Pada Sesi kedua ini, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan input tentang realitas kongregasi, pertumbuhan dan tantangannya, keanggotaan dan misi baru yang akan dimulai dibeberapa negara salah satunya di Kongo. Setelah mendengarkan presentasi dari ibu agung para suster di beri kesempatan untuk mensharingkan perasaan sekaligus memberi memberikan pertanyaan terkait keadaan kongregasi saat ini. Sr. Miriam Altenhofen banyak mensharingkan pengalamannya ketika berkunjung dan mengalami hidup bersama para suster di daerah misi. Ia menjelaskan, “setiap tempat memiliki tantangannya masing-masing, tetapi kita harus bersyukur karena oleh tuntunan Roh Kudus dan doa dari pendiri dan co pendiri kita, misi kita masih terus berkembang hingga saat ini”. Setelah sharing selesai kegiatan dilanjutkan kunjungn ke unit-unit karya di komunitas yaitu Klinik St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi dan juga asrama putri. Ibu Agung juga menyempatkan diri untuk mengunjungi dan bertemu dengan RD Robi Seran Pr. Selaku kepala Sekolah SMPK St. Petrus Oinlasi. Sore hari tepat pukul 16.00-19.00 Wita kegiatan dilanjutkan dengan agenda pertemuan pribadi dengan para suster, setiap suster mendapat kesempatan untuk sharing secara pribadi bersama ibu agung selama 30 Menit. Setelah selesai dilanjutkan dengan makan malam bersama.
Tiba di Kokoi para suster disambut dengan sapaan adat atau sering disebut dengan istilah natoni oleh kepala desa Fatulunu, pegalungan selendang dan tarian gong /tarian tradisional khas dari masyarakat suku Amanatun, rombongan diarak menuju pastoran. Setelah itu, ibu Agung bersama para suster di suguhi tarian oko mama (tarian suguhan sirih pinang) dan sekali lagu ibu Agung dan para suster di berikan pegalungan selendang sebagai ucapan terima kasih karena ibu Agung berkenan mengunjungi umat di Stasi Kokoi. Umat Stasi Kokoi sangat antusias menerima kedatanag ibu Agung bersama Sr. Maria Fransiska, SSpS.


Kegiatan ini dibuka dengan perayaan Ekaristi pada Selasa,06 Februari 2024, pukul 08.00 Wita, di Aula Biara St. Yosef Nenuk. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Yohanes Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor) bersama para Socius Novisiat St.Yosef Nenuk. Dalam kotbahnya Pater Provinsial meminta para LokRetan untuk sungguh- sungguh memanfaatkan moment ini dengan tinggal dan berakar dalam kasih Tuhan. Diakhir perayaan Ekaristi, kegiatan tersebut dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh P. John Edu, SVD sebagai provinsial SVD Timor, Sr. Filomena Bui,SSpS sebagai anggota Dewan Provinsi SSpS Timor dan 2 orang perwakilan dari para LokRetan.
Setelah mendengarkan input para LokRetan diberi pertanyaan – pertanyaan refleksi agar lebih mendalami input yang diberikan. Selanjutnya para LokRetan pun masuk dalam kelompok basis untuk mensharingkan hasil refleksi dan kemudian diplenokan pada sore hari. Kelompok basis yang dimaksudkan ialah kelompok generasi pendiri yakni kelompok St. Arnoldus Janssen, St. Yosef Freinademetz, Beata Maria Helena, Beata Yosepha Stenmanns, Muder Mikhaela, dan kelompok para bruder. Didalam kelompok-kelompok ini kami pun terbuka untuk berbagi pengalaman akan Allah melalui sharing kelompok dan berani menyumbangkan kreativitas dan menampilkannya dalam bentuk dramatisasi tentang latar belakang keluarga, karakter dan spiritualitas dari setiap generasi pendiri yang telah dibagikan.