TIM PIMPINAN PROVINSI SSpS TIMOR DILANTIK HARI INI

” GEMBALAKANLAH KAWANAN DOMBA ALLAH YANG ADA PADAMU, JANGAN DENGAN TERPAKSA TETAPI DENGAN SUKARELA SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH (1 Petrus 5: 2)

Tim Pimpinan Terpilih SSpS Timor Periode 2024-2027

SSpS Timor  News: Hujan berkat mengawali Misa Syukur Pelantikan Tim Pimpinan Rovinsi SSpS Timor. Hari ini Sabtu, 18 Januari 2025, adalah hari istimewa dan penuh berkat bagi para suster SSpS Provinsi Timor. Allah Tritunggal berkenan mencurahkan Roh IlahiNya dan melantik para suster Tim Pimpinan SSpS Provinsi Timor terpilih periode 2024-2027. Para suster se-provinsi berkumpul di Biara Provinsi St. Maria Imakulata Atambua untuk mengikuti perayaan syukur ini. Para suster Tarekat Putri Maranatha (Cucu Arnoldus Janssen) pun turut hadir mendukung dan mendoakan para suster yang akan dilantik.

Upacara Pelantikan dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi di Kapela Biara St. Imakulata Atambua, yang dipimpin oleh Pater Didimus Nai, SVD dan didampingi Pater Andi SVD.

Pater Didi Nai mengawali kotbahnya dengan mengulangi tema; “Gembalakanlah domba-dombaKU, jangan dengan terpaksa melainkan dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah,”

Para suster yang akan dilantik adalah benar-benar pilihan Allah melalui suara sama saudarimu, karena itu jangan takut. Tuhanlah yang memilih anda, Tuhan tahu kelebihan dan keterbatasanmu, Tuhan tahu kebaikanmu, Tuhan tahu kejelekanmu. Kalian diutus Allah untuk mengemban tugas kepemimpinan itu. Karena dipilih oleh Tuhan maka hendaklah harus membuka diri dituntun oleh Roh Kudus, bukan mengikuti kemauan sendiri atau kelompok tetapi maunya Tuhan yang memanggil dan mengutus kita untuk tugas ini. Walau pun berat, dalam spirit transformasi yang ada didalam diri untuk dibagi harus terus dibagi. Semua ini diharapkan bisa mengarahkan semua anggota sebagai peziarah-peziarah untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.

Hari ini adalah moment penuh Rahmat dimana terjadi peralihan tugas dan tanggungjawab dari Tim Pimpinan yang lama ke Tim Pimpinan yang baru. Lebih lanjut Pater Didi menegaskan bahwa kepemimpinan “ Leadership is the power to influence” kemampuan untuk mempengaruhi dapat dilakukan melalui profesionalisme dalam aspek manejerial dan aspek administratif, dan ditambah lagi dengan kepemimpinan religious. Syarat dan kriteria untuk menjadi pemimpin, adalah harus memiliki visi untuk melihat ke depan dan bergerak mengambil langkah-langkah melalui strategi-strategi yang dibangun. Selain itu yang dibutuhkan seorang pemimpin adalah kemampuan untuk membuat-mengambil keputusan. Kemampuan untuk berdishermen sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan. Seorang pemimpin dituntut bukan hanya bisa mengambil keputusan tetapi juga berani mengambil tindakan/eksekusi.

Di akhir kotbahnya Pater Didi berpesan, “Lakukan semuanya dengan hati yang jujur dan bersih, memimpin dengan memberi teladan kepada semua anggota yang menjadi domba-domba penggembalaan.”

Setelah kotbah dilanjutkan upacara pelantikan. Para suster menyanyikan Lagu “Veni Creator” memohon terang Roh Ilahi untuk menerangi dan menguduskan para suster.  Acara selanjutnya adalah pembacaan Surat Resmi dari CLT untuk Pengangkatan Tim Pimpinan Provinsi, Pembacaan Konstitusi Artikel 601 dan 605 tentang Kepemimpinan. Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan Konstitusi, Kitab Suci dan Lilin (simbol Cahaya Kristus) dari Pemimpin Provinsi Lama kepada Pemimpin Provinsi Baru. Para suster pimpinan baru dengan lilin beryala ditangan mendaraskan doa Syukur dan Penyerahan Diri. Setelah upacara Pelantikan, perayaan Ekaristi dilanjutkan

Sr. Fridolianti Seran SSpS Pemimpin Provinsi SSpS Timor yang baru dalam sambutannya mewakili tim pimpinan mengucapkan limpah terimakasih kepada tim pimpinan lama yang sudah memberi diri seutuhnya bekerja dengan penuh tanggungjawab penuh pengorbanan  untuk pertumbuhan dan perkembangan serta kemajuan karya misi SSpS Timor selama ini. “ Banyak hal yang telah para suster buat dan telah membawa banyak perubahan dalam  provinsi kita. Kami akan melanjutkan apa yang para suster sudah kerjakan selama ini demi perkembangan provinsi kita.

Diakhir sambutan Sr. Fridolianti mengajak para suster dan mitra misi untuk bergandengan tangan, berjalan bersama dalam semangat Sinodalitas untuk membangun provinsi kita yang tercinta.

Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Pemimpin Provinsi yang lama menyampaikan limpah terimakasih kepada para suster yang telah mendukung dan mendoakan para suster pimpinan selama 3 tahun masa kepemimpinan mereka. “ Kami bersyukur kepada Allah Tritunggal karena kekuatan KasihNya telah memilih ke-5 saudari kita untuk melanjutkan kepemimpinan dalam  provinsi ini selama tiga tahun kedepan. Kami menyadari bahwa tanpa dukungan doa dan kerjasama yang baik, kami tidak sanggup melakukan tugas kepemimpinan ini. Juga kepada mitra misi, para karyawan/ti yang dengan setia membantu dan menjadi rekan kerja para suster dalam karya misi provinsi ini. Terimakasih berlimpah untuk semua saja, dimana sejak awal bersama dua murid Emaus berjalan bersama selama tiga tahun kepemimpinan kami.

Diakhir sambutan, Sr Immelda menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan dan keterbatasan sebagai sebagai manusia lemah. “Dari hati yang tulus kami memohon maaf dari para suster agar kami melanjutkan tugas yang diberikan kepada kami dengan hati yang bebas dan ringan.”

Proficiat dan selamat bertugas menjalankan misi perutusan Allah dalam Kongregasi Misi Abdi Roh Kudus Provinsi Regina Angelorum Timor. Terimakasih berlimpah kepada Tim Pimpinan Lama; Sr Immelda Maria Obe (Provinsial), Sr. Maria Fransiska Snae, Sr. Helma Nahak, Sr. Angela Salome dan Sr Filomena Bui atas pemberian dirimu yang tulus  dan telah bertanggungjawab penuh cinta dan pengorbanan untuk pertumbuhan dan perkembangan provinsi SSpS Timor dan karyanya.

TIM PIMPINAN SSpS TERPILIH:

Sr. Fridolianti Maria Goreti Seran, SSpS (Provinsial)

Sr. Aloisia Teti, SSpS (Anggota Dewan)

Sr. Dafrosa Muti SSpS (Anggota Dewan)

Sr. Genoveva Bikan SSpS (Anggota Dewan)

Sr. Scholastika Jenau SSpS (Anggota Dewan)

Berita: Sr Innes Maximiliani Amuntoda SSpS
Foto/dok: Sr Fransiska Teme SSpS

Berkobar Untuk Misi, Berbelas Kasih Ditengah Dunia

SSpS Timor News: Mengawali bulan Rosario yang juga bertepatan dengan pesta St.Theresia dari kanak-kanak Yesus pelindung misi,  pada 01 Oktober, Empat bela s suster calon misionaris dari empat  Provinsi; Jawa,  Kalimantan, Flores Timur dan  Timor, memulai Orientasi Misi Bersama (OMB).  Pembukaan Orientasi Misi Bersama ini dibuka secara resmi dalam perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin oleh, bertempat di Kapela Komunitas St.Theresia Halilulik. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P.Jhon Edu, SVD provinsial SVD Timor dan P. Jhon Bere, SVD misionaris Papua Nugini.

Misa pembukaan OMB dengan tema “Berkobar Untuk Misi, Berbelas Kasih Ditengah Dunia” diawali dengan perarakan 14 suster dengan membawa simbol diri dari negara misi masing-masing yang diserahkan kepada Tuhan sebagai simbol persembahan diri untuk misi yang dipercayakan.

Jhon Edu, SVD dalam kotbahnya mengajak ke -14 calon misionaris untuk menjadi misionaris Roh Kudus ditengah dunia yang kehilangan akar iman, harapan dan kasih. Memiliki ketulusan hati, kemurnian hati serta sikap rendah hati seperti anak kecil. Selain itu para suster harus memiliki semangat tobat, lahir sebagai manusia baru dengan hati yang baru karena ketika tiba ditempat misi akan berhadapan dengan pengalaman baru. Biarlah Spirit Kerendahan hati dan kasih menjiwai pelayanan misi.

Menutup homilinya P.Jhon Edu, SVD menambahkan Masa Orientasi Misi adalah masa untuk di isi dengan bekal kasih sampai meluap agar dapat membawa kasih ke tanah misi dalam kelimpahan.

Selanjutnya ke 14 suster peserta OMB  diterima secara resmi Oleh Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor. Acara penerimaan para calon misionaris  dimulai dengan penyerahan Peta Negara misi kepada 14 suster sebagai tanda perutusan dan penyerahann lambang  Allah Tritunggal Maha Kudus Kepada Tim koordinator Program OMB dengan harapan para peserta OMB mampu membangun Komunitas Allah Tritunggal yang unik, satu, sama, dialog dan terbuka untuk satu sama lain dan semua yang dilayani.

Empatbelas suster calon misionaris ini adalah:

  1. Maria Nelde Dau SSpS (Timor to Sudan Selatan Regio Ethiopia)
  2. Rayneldis Bria SSpS ( Timor to Regio Rusia)
  3. Maria Magdalena Mala, SSpS ( Flores Timor to Mozambiq)
  4. Emiliana Supranti SSpS ( Jawa to Argentina Selatan)
  5. Maria Yunita SSpS ( Kalimantan to Vietnam)
  6. Edith Theresia Naben (Timor to Ghana)
  7. Marietha Azi Dhatu SSpS ( Timor to Zambia)
  8. Donasia Suni SSpS ( Timor to Uganda)
  9. Matilda Naat, SSpS ( Timor to Basil Utara)
  10. Sofia Naikteas SSpS ( Timor to Regio Angola)
  11. Yenita M Luruk SSpS ( Timor to Ghana)
  12. Rosdiana Mooy SSpS ( Timor to Australia)
  13. Veronika Bele Bau SSpS ( Timor to Philipina Utara)
  14. Sr Hermina R Bi

Masa Orientasi Misi Bersama akan berlangsung selama satu bulan. Peserta OMB akan didampingi oleh Sr. Apriana Nitti, SSpS, Sr. Kristin Maria, SSpS, Sr. Magdalena Bete, SSpS, Sr. Maria Fransika Snae, SSpS dan Sr. Maria Blandina Bano, SSpS sebagai tim koordinator kegiatan OMB  Provinsi Regina Angelorum Timor.

Perayaan Ekaristi Pembukaan OMB  dihadiri oleh P. Stanis, SVD, Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor, para suster komunitas St. Theresia Halilulik dan calon. Perayaan Ekaristi Pembukaan OMB dibaluti dengan nuansa budaya dan internasionalitas yang berlangsung dengan penuh hikmat.

Berita/Laporan: Sr. Veronika Bele Bau, SSpS
Foto: Sr. Veronika Bele  Bau SSpS
Editor : Sr Innes Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor

 

Maknai Tahun Belaskasih Para Suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik Gelar Bakti Sosial Bagi Umat Di Pedalaman Timor Tengah Selatan

BAKSOS SSpS Timor. Pengobatan Gratis Bagi Masyarakat di Wilayah Sabun-Oinlasi TTS. Sr. dr. Mery Neno SSpS sedang memeriksa pasien.
Dok Keg. BAKSOS di Sabun-Oinlasi TTS

Belaskasih: Tergerak Hati Melintas Batas, Mendengar, Menjamah dan Mengobati yang sakit dan membutuhkan Kasih Tulus.

SSpS Timor News. Memaknai Tahun Belas Kasih Kongregasi (Year Of Compassion), pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tujuh belas (17) pada Sabtu 01 Juni 2024,  17 suster SSpS Komunitas St. Theresia Halilulik yang bertugas di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik  (Belu) mengadakan Bakti Sosial di Stasi Sabun Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang, wilayah Timor Tengah Selatan.

Untuk menjangkau tempat ini para suster harus menempuh perjalanan selama 5 jam melintasi kabupaten Timor Tengah Utara. Rombongan para suster berangkat dari Halilulik pada Sabtu 01 Juni, pukul 11.00 Wita dengan menumpangi Pick Up dan tiba di Stasi Sabun-Oinlasi pukul 17.00. Kedatangan para suster disambut hangat oleh RD. Yulius Efi, Pr Pastor yang bertugas di stasi ini dan umat Stasi Sabun secara adat oleh para tokoh adat dan sejumlah umat di stasi Sabun.

Pada malam harinya para suster mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan yang akan dilaksanakan besok harinya, diantaranya latihan koor untuk perayaan Hari Minggu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus.

Pada Hari Minggu Pesta Tubuh dan Darah Kristus, para suster merayakan Ekaristi bersama umat. Para suster mempersembahkan suara-suara merdu dalam lagu-lagu selama perayaan ekaristi kudus.  Moment istimewa pada pesta Tubuh dan Darah Kristus sebanyak 20 anak dan remaja dari Stasi Sabun menerima Komuni Suci untuk pertama kalinya.

Setelah perayaan Ekaristi dilanjutkan kegiatan Bakti Sosial diantaranya pengobatan gratis, pembagian kacamata bagi para lansia, pembagian pakaian layak pakai. Umat yang mendapat pelayanan pengobatan gratis berjumlah 285 Orang dari 3 kecamatan diantaranya; Kecamatan Boking, Kecamatan Santian dan Kecamatan Noenbana. Masyakat sederhana ini sangat senang karena diperhatikan oleh para suster.

Kegiatan baksos ini  bukan hanya untuk sesama umat katolik melainkan sesama yang beragama Protestan yang ada di wilayah ini. Menurut penuturan seorang tokoh umat Stasi Sabun,  mereka  di wilayah Sabun pernah mendapat pengobatan gratis dari para suster SSpS di Klinik St Yohanes Maria Vianey Oinlasi.

Romo Lius Efu, Pr selaku Pastor Stasi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Sr. dr. Mery Neno, SSpS Direkttur RSKM Halilulik bersama para suster dari komunitas Halilulik di tengah kesibukan yang padat telah meluangkan waktu datang jauh-jauh dari Halilulik untuk melayani umat sederhana dan pterpencil, pedalaman Timor Tengah Selatan. “Memang selama ini dalam perayaan-perayaan besar Gereja, Stasi Sabun selalu dibantu oleh para suster SSpS Komunitas Oinlasi dan hari ini  para suster yang jauh datang dari Halilulik-Belu, datang lagi memberi pengobatan gratis dan menanggung koor dalam perayaan ekarisi penerimaan komuni pertama, ini merupakan suatu sejarah dan rahmat bagi umat Stasi Sabun”, ungkap Romo Lius.

Sr. dr Mery Neno SSpS Direktur RSKM Halilulik mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada  Romo Lius dan umat setempat. “ Kami berterimakasih kepada Romo Lius atas keterbukaan menerima para suster dari Halilulik dan diterima secara adat, juga antusiasme umat untuk kegiatan kami ini. Kami berharap semoga pelayanan kali ini berkenan di hati para umat di sini,  Jika ada yang membutuhkan pengobatan lanjutan bisa berobat ke RSKM Halilulik.  Terimakasih juga kepada Puskesmas Boking untuk kerjasamanya hari ini secara telah mengambil bagian dalam pelayanan kepada ibu-ibu hamil. Kami juga memohon maaf jika dalam pelayanan kami, ada kekurangan dan belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan umat. Kami juga berharap, kehadiran kami para suster SSpS menumbuhkan panggilan bagi generasi muda untuk menjadi pastor, suster, bruder.” Ungkap Sr. Mery.

Bapak Yermias Baunsele seorang tokoh umat mengungkapkan,” saya sangat senang karena  kehadiran para suster  sungguh membawa dampak yang positif  bagi kami. Kami umat merasa memiliki biarawan/biarawati dan kehadiran para suster membangun dan memperdalam iman kami untuk semakin  berkembang. Pengobatan gratis adalah kesempatan berahmat bagi  kami untuk merasakan perhatian dan jamahan kasih dari para suster yang adalah jamahan dari Tuhan Yesus sendiri bagi kami yang sederhana dan terpencil. Dan ini bukan hanya umat Katolik saja tetapi juga umat gereja muda yaitu umat Protestan. Kehadiran para suster mempersatukan kami untuk merasakah kasih Tuhan” ungkapnya.

Kegiatan Baksos ini berlangsung dari kurang lebih pukul 13.45-19.30 WITA. Umat  menunggu dengan setia pelayanan dari suster dan menemani para puster hingga terselesainya kegiatan ini.

Tepat pukul 20.30 WITA para suster kembali ke Halilulik, diantar oleh beberapa umat Stasi Sabun kembali ke Halilulik dengan penuh sukacita dan haru dan dilepas pergikan secara adat dan pengalungan sebagai ucapan terima kasih dari umat kepada Sr Direktris RSKM Halilulik dan perwakilan pimpinan rumah Komunitas Halilulik.

Perlu diketahui, secara geografis Stasi Sabun terletak di wilayah kecamatan Boking kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Stasi Sabun merupakan salah satu Stasi dari Paroki St. Paulus Oinlasi Keuskupan Agung Kupang. Ada 11 Komunitas Umat Basis (KUB) dan 4 Kapela di wilayah Stasi Sabun.

Berita/Laporan: Sr Emanuela Talan, SSpS
Dokumentasi/Foto: Sr. Sesilia Un SSpS
Editor: Sr Innes Amuntoda SSpS
Komkom SSpS Timor

Visitasi General Di Komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi Keuskupan Agung Kupang-Timor Tengah Selatan

Foto: Para Suster Sekomunitas Bersama Sr. Miriam Altenhofen SSpS (Visitatris) dan Sr Fransiska Snae SSpS (Penerjemah)
Visitasi General Komunitas Oinlasi, 21-24 Maret 2024 Dok. Sr. Veronika Bele Bau, SSpS

SSpS Timor News: “Apa yang Engkau kehendaki Aku Perbuat Bagi-Mu?.. Rabuni Supaya aku dapat Melihat (Mrk. 10;51)” menjadi tema visitasi Jenderal tahun 2024 Provinsi SSpS Timor. Visitasi Jenderal SSpS Provinsi Regina Angelorum Timor secara resmi di mulai pada 17 Maret 2024. Sr. Miriam Altenhofen, SSpS dan Sr. Jana Pavla Natalia Tothova, SSpS menjadi Visitatris di Provinsi SSpS Timor. Kegiatan Visitasi ini di buka dengan perayaan misa pembukaan Visitasi Jenderal yang terjadi di Komunitas St. Maria Fatima Belo-Kupang, dihadiri oleh para suster, calon suster dan mitra misi SSpS Timor. Misa dipimpin oleh P. Julius Yasinto, SVD.

Perjalanan Visitasi telah dimulai dan sedang berlangsung. Pada Kamis, 21 Maret 2024 Sr. Miriam Altenhofen, SSpS, pemimpin kongregasi SSpS didampingi oleh Sr. Maria Fransiska Snae, SSpS (penerjemah) tiba di komunitas St. Yohanes Maria Vianney Onlansi untuk melaksanakan Visitasi Jenderal yang akan berlangsung selama tiga hari mulai  21-24 Maret 2024. Para suster disambut dengan sapaan selamat datang oleh bapak Anton Tefa selaku Kepala desa sekaligus menjadi wakil dari orangtua para suster, selanjutnya pegalungan selendang sebagai ucapan selamat datang kemudian para suster diarak menuju Kapela komunitas dengan tarian dari daerah Soe-TTS oleh anak-anak SEKAMI paroki St. Paulus Oinlasi.  Setelah acara penjemputan usai dilanjutkan dengan santap siang bersama umat di komunitas.

Hari pertama visitasi dimulai tanggal 21 Maret 2024 pukul 16.00Wita bertempat di ruang pertemuan komunitas. Kegiatan diawali dengan doa oleh Sr. Veronika, SSpS. Dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Sr. Anna Angela, SSpS sebagai pemimpin komunitas. Sebelum masuk dalam sesi perkenalan ibu Agung mengatakan “Selamat memasuki masa visitasi, saya berada disini untuk mengalami dan melihat secara dekat karya misi dan kehidupan di komunitas ini, sharing bersama sebagai komunitas dan juga secara pribadi”. Kemudian masing-masing suster di berikan kesempatan untuk memperkenalkan diri (nama, asal, perjalan panggilan singkat, Pendidikan, dan tugas saat ini) dan mengungkap kerinduan atau harapan selama visitasi berlangsung.

Setelah Sesi perkenalan selesai, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan ujian singkat bagi para suster dalam komunitas untuk beberapa menit menjadi seperti “Bartimeus” seorang buta yang mendapat penyembuhan dari Yesus, para suster diajak untuk hening dan merefleksikan pengalaman tersebut lalu disharingkan perasaan dan hal yang paling menyenuh kelika menjadi seperti “Bartimeus”. Rangkain kegiatan hari pertama di tutup dengan doa dan santap malam bersama.

Visitasi hari kedua 22 Maret 2024 dimulai pada pukul 08.00-10.00 WITA. Pada Sesi kedua ini, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan input tentang realitas kongregasi, pertumbuhan dan tantangannya, keanggotaan dan misi baru yang akan dimulai dibeberapa negara salah satunya di Kongo. Setelah mendengarkan presentasi dari ibu agung para suster di beri kesempatan untuk mensharingkan perasaan sekaligus memberi memberikan pertanyaan terkait keadaan kongregasi saat ini. Sr. Miriam Altenhofen banyak mensharingkan pengalamannya ketika berkunjung dan mengalami hidup bersama para suster di daerah misi. Ia menjelaskan, “setiap tempat memiliki tantangannya masing-masing, tetapi kita harus bersyukur karena oleh tuntunan Roh Kudus dan doa dari pendiri dan co pendiri kita, misi kita masih terus berkembang hingga saat ini”. Setelah sharing selesai kegiatan dilanjutkan kunjungn ke unit-unit karya di komunitas yaitu Klinik St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi dan juga asrama putri. Ibu Agung juga menyempatkan diri untuk mengunjungi dan bertemu dengan RD Robi Seran Pr. Selaku kepala Sekolah SMPK St. Petrus Oinlasi. Sore hari tepat pukul 16.00-19.00 Wita kegiatan dilanjutkan dengan agenda pertemuan pribadi dengan para suster, setiap suster mendapat kesempatan untuk sharing secara pribadi bersama ibu agung selama 30 Menit. Setelah selesai dilanjutkan dengan makan malam bersama.

23 maret 2024, hari ketiga visitasi, para suster mendengarkan dan merefleksikan bersama tentang Lingkaran emas dengan pertanyaan dasar “What, How dan Why”. Ibu Agung menjelaskan bahwa penting bagi setiap suster SSpS sadar akan setiap Tindakan dan rencana yang akan dilakukan, ibu Agung juga mengatakan sebelum memulai sesuatu perlu bertanya diri, misalnya untuk apa saya berdoa?, bagaimana saya berdoa dan mengapa saya berdoa? Sehingga apa yang ingin kita lakukan punya makna dan akan terus kita lakukan karena ada tujuan yang ingin dicapai. Sekecil apapun pekerjaan, misi harus punya rencana yang matang. Kemudian Sr. Miriam memberikan waktu kepada para suster untuk membuat sebuah rencana bersama dalam komunitas dan mensharingkan rencana tersebut. Setelah selesai sharing dan pertemuan sesi ke tiga, Sr. Miriam, SSpS, Sr. Maria Fransiska bersama para suster komunitas Oinlasi melakukan perjalanan singkat menuju Stasi St. Fransiskus Xaverius Kokoi untuk mengunjungi umat di stasi tersebut sekaligus melihat progress pembangunan bakal komunitas SSpS di Kokoi.

Foto: Sr Miriam bersama Tua Adat dan umat stasi Kakoi Paroki St. Fransiskus Xaverius Noetoko

Tiba di Kokoi para suster disambut dengan sapaan adat atau sering disebut dengan istilah natoni oleh kepala desa Fatulunu, pegalungan selendang dan tarian gong /tarian tradisional khas dari masyarakat suku Amanatun, rombongan diarak menuju pastoran. Setelah itu, ibu Agung bersama para suster di suguhi tarian oko mama (tarian suguhan sirih pinang) dan sekali lagu ibu Agung dan para suster di berikan pegalungan selendang sebagai ucapan terima kasih karena ibu Agung berkenan mengunjungi umat di Stasi Kokoi. Umat Stasi Kokoi sangat antusias menerima kedatanag ibu Agung bersama Sr. Maria Fransiska, SSpS.

Foto Bersama Pastor Paroki Kakoi RD. Roby Seran, Pr
Foto: Sr. Miriam Bertemu dengan Pastor Paroki Noetoko RD. Roby Seran Pr

Pada kesempatan tersebut, ibu Agung didampingi oleh Sr. Maria Fransiska, RD. Peter selaku pastor paroki, Rd Andreas dan RD. Robi Seran bertemu dengan para pemilik tanah yang menyerahkan tanah bagi Provinsi SSpS untuk pembangunan komunitas baru. Setelah bertemu dengan para pemilik tanah ibu Agung melanjutkan kunjungan ke bakal komunitas baru, melihat progress pembangunan yang sedang berlangsung.

Ibua Agung mengucapkan terima kasih kepada pastor paroki dan pastor Stasi serta umat Stasi Kokoi karena telah secara sukarela memberikan tanah bagi SSpS dan atas dukungan juga Kerjasama baik yang telah terjalin bersama para suster komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi. Rangkaian kunjungan di Stasi Kokoi di tutup dengan santap siang bersama, lalu para suster Kembali ke komunitas untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Berita: Sr Veronika Bele Bau, SSpS
Foto: Sr. Veronika Bele Bau, SSpS
Editor: Sr. Innes Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor

Putra-Putri Arnoldus Janssen Provinsi Timor Adakan Lokakarya dan Retret AJS Gabungan Di Nenuk

  “BERKOBAR – KOBAR DALAM SEMANGAT GENERASI PENDIRI”

Komkom SSpS Timor News: Tim AJS Provinsi SSpS dan SVD Timor menyelenggarakan Lokakarya dan Retret Gabungan untuk para Novis SVD dan SSpS  selama 3 minggu Timor bertempat di Biara St. Yosef Nenuk. Para peserta berjumlah 33 orang, yang terdiri dari 26 Frater Novis dan 7 suster Novis SSpS.

Kegiatan ini dibuka dengan perayaan Ekaristi pada Selasa,06 Februari 2024, pukul 08.00 Wita, di Aula Biara St. Yosef Nenuk. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh  P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor) bersama para Socius Novisiat St.Yosef Nenuk. Dalam kotbahnya Pater Provinsial meminta para LokRetan untuk sungguh- sungguh  memanfaatkan moment ini dengan tinggal dan berakar dalam kasih Tuhan. Diakhir perayaan Ekaristi, kegiatan tersebut dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh P. John Edu, SVD sebagai  provinsial SVD Timor, Sr. Filomena Bui,SSpS sebagai anggota Dewan Provinsi SSpS Timor dan 2 orang perwakilan dari para LokRetan.

Bertolak dari tema umum, “Tinggalah Dalam kasihKu” (Yoh. 15:19)  kami peserta LokRetan  dibekali dengan berbagai input yang diberikan oleh para pemateri diantaranya: Pater Karni Doman, SVD,  (Magister Novis) Pater Aris Gah, SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo, SVD, P. Edi Agun, SVD, P. Linu, SVD,  Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,  (Maagistra Novis) Sr. Filomena Bui, SSpS (Pendamping Novis) dan Sr. Rosa Da Lima, SSpS. (Tim AJS SSpS Timor)

Kami mendalami materi tentang Sejarah Spiritualitas Arnoldus Janssen, Latar Belakang Spiritualitas Generasi Pendiri, Lima unsur Teologis Generasi Pendiri, Pertumbuhan dan Perkembangan Kapitel General SVD dan SSpS, juga materi tentang Kaul-kaul yang perlu dihayati dalam mengikuti Yesus yaitu kaul Kemiskinan, Ketaatan dan Kemurnian. Dan untuk lebih memperdalam pemahaman akan input- input yang telah diberikan, para LokRetan diajak untuk mengalami kasih Allah dalam kontemplasi Life History melalui nama-nama penuh kenangan cinta, pencinta- pencinta anonim, mengalami cinta Allah dalam penderitaan dan mengalami cinta Allah dalam alam semesta.

Setelah mendengarkan input para LokRetan diberi pertanyaan – pertanyaan refleksi agar  lebih mendalami input yang diberikan. Selanjutnya  para LokRetan pun masuk dalam kelompok basis untuk mensharingkan hasil refleksi dan kemudian diplenokan pada sore hari.   Kelompok basis yang dimaksudkan ialah kelompok generasi pendiri yakni kelompok St. Arnoldus Janssen, St. Yosef Freinademetz, Beata Maria Helena, Beata Yosepha Stenmanns, Muder Mikhaela, dan kelompok para bruder. Didalam kelompok-kelompok ini kami pun terbuka untuk berbagi pengalaman akan Allah melalui sharing kelompok dan berani menyumbangkan kreativitas dan menampilkannya dalam bentuk dramatisasi tentang latar belakang keluarga, karakter dan spiritualitas dari setiap generasi pendiri yang telah dibagikan.

Puncak dari kegiatan Lokakarya adalah Retret Terbimbing selama 8 hari. Kami membuka retret ini pada tanggal 19 Pebruari malam tepat pukul 20.00 Wita.  Pembukaan Retret  dipimpin oleh P. Kons Talung, SVD. Para pembimbing retret diantaranya adalah P. Lukas Uran, SVD, P. Kons Talung, SVD, Sr. Laurensina Namok, SSpS, Sr. Emiliana Bere, SSpS, Sr. Rosa Da Lima, SSpS. P. Karni Doman,SVD,  P.Aris Gah,SVD,  P. Iden Tober, SVD, P. Mikhael Taneo,SVD, P. Edi Agun, SVD, P.Linu,SVD, Br. Vinsen Knaofmone, SVD, Sr. Fridolianti Seran, SSpS,   dan Sr. Filomena Bui, SSpS.

Kami sangat bersyukur dan berterimakasih karena mendapat kesempatan untuk memperdalam hidup rohani melalui kontemplasi yang dilaksanakan sebanyak 4 kali dalam sehari  dan kemudian mensharingkannya kepada pembimbing sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Melalui teks-teks yang diberikan, kami pun dihantar untuk menyadari kasih Allah yang tak bersyarat, dan  kami pun mampu membuat komitmen pribadi dan mempersembahkannya dalam perayaan Ekaristi penutupan Retret.

Kegiatan Lokret  AJS ini ditutup pada 27 Pebruari 2024 dengan misa penutupan yang dipimpin oleh P. Yohanes  Eduard, SVD (Provinsial SVD Timor). Pemukulan gong oleh Pater  Yohanes Eduard SVD, Provinsial SVD Timor dan Sr. Immelda Maria Obe, SSpS Provinsial SSpS Timor dan perwakilan dari 2 lokretan sebagai tanda kegiatan Lokakarya dan Retret Gabungan AJS ditutup secara resmi.

Berita: Novis Sr. Maria Petrodina dan Sr.Carla Hello

Foto: Sr. Fridolianty Seran, SSpS

Editor: Sr. Innes Maximiliani SSpS
KomKom SSpS Timor