Visitasi General Di Komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi Keuskupan Agung Kupang-Timor Tengah Selatan

Foto: Para Suster Sekomunitas Bersama Sr. Miriam Altenhofen SSpS (Visitatris) dan Sr Fransiska Snae SSpS (Penerjemah)
Visitasi General Komunitas Oinlasi, 21-24 Maret 2024 Dok. Sr. Veronika Bele Bau, SSpS

SSpS Timor News: “Apa yang Engkau kehendaki Aku Perbuat Bagi-Mu?.. Rabuni Supaya aku dapat Melihat (Mrk. 10;51)” menjadi tema visitasi Jenderal tahun 2024 Provinsi SSpS Timor. Visitasi Jenderal SSpS Provinsi Regina Angelorum Timor secara resmi di mulai pada 17 Maret 2024. Sr. Miriam Altenhofen, SSpS dan Sr. Jana Pavla Natalia Tothova, SSpS menjadi Visitatris di Provinsi SSpS Timor. Kegiatan Visitasi ini di buka dengan perayaan misa pembukaan Visitasi Jenderal yang terjadi di Komunitas St. Maria Fatima Belo-Kupang, dihadiri oleh para suster, calon suster dan mitra misi SSpS Timor. Misa dipimpin oleh P. Julius Yasinto, SVD.

Perjalanan Visitasi telah dimulai dan sedang berlangsung. Pada Kamis, 21 Maret 2024 Sr. Miriam Altenhofen, SSpS, pemimpin kongregasi SSpS didampingi oleh Sr. Maria Fransiska Snae, SSpS (penerjemah) tiba di komunitas St. Yohanes Maria Vianney Onlansi untuk melaksanakan Visitasi Jenderal yang akan berlangsung selama tiga hari mulai  21-24 Maret 2024. Para suster disambut dengan sapaan selamat datang oleh bapak Anton Tefa selaku Kepala desa sekaligus menjadi wakil dari orangtua para suster, selanjutnya pegalungan selendang sebagai ucapan selamat datang kemudian para suster diarak menuju Kapela komunitas dengan tarian dari daerah Soe-TTS oleh anak-anak SEKAMI paroki St. Paulus Oinlasi.  Setelah acara penjemputan usai dilanjutkan dengan santap siang bersama umat di komunitas.

Hari pertama visitasi dimulai tanggal 21 Maret 2024 pukul 16.00Wita bertempat di ruang pertemuan komunitas. Kegiatan diawali dengan doa oleh Sr. Veronika, SSpS. Dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Sr. Anna Angela, SSpS sebagai pemimpin komunitas. Sebelum masuk dalam sesi perkenalan ibu Agung mengatakan “Selamat memasuki masa visitasi, saya berada disini untuk mengalami dan melihat secara dekat karya misi dan kehidupan di komunitas ini, sharing bersama sebagai komunitas dan juga secara pribadi”. Kemudian masing-masing suster di berikan kesempatan untuk memperkenalkan diri (nama, asal, perjalan panggilan singkat, Pendidikan, dan tugas saat ini) dan mengungkap kerinduan atau harapan selama visitasi berlangsung.

Setelah Sesi perkenalan selesai, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan ujian singkat bagi para suster dalam komunitas untuk beberapa menit menjadi seperti “Bartimeus” seorang buta yang mendapat penyembuhan dari Yesus, para suster diajak untuk hening dan merefleksikan pengalaman tersebut lalu disharingkan perasaan dan hal yang paling menyenuh kelika menjadi seperti “Bartimeus”. Rangkain kegiatan hari pertama di tutup dengan doa dan santap malam bersama.

Visitasi hari kedua 22 Maret 2024 dimulai pada pukul 08.00-10.00 WITA. Pada Sesi kedua ini, Sr. Miriam Altenhofen, SSpS memberikan input tentang realitas kongregasi, pertumbuhan dan tantangannya, keanggotaan dan misi baru yang akan dimulai dibeberapa negara salah satunya di Kongo. Setelah mendengarkan presentasi dari ibu agung para suster di beri kesempatan untuk mensharingkan perasaan sekaligus memberi memberikan pertanyaan terkait keadaan kongregasi saat ini. Sr. Miriam Altenhofen banyak mensharingkan pengalamannya ketika berkunjung dan mengalami hidup bersama para suster di daerah misi. Ia menjelaskan, “setiap tempat memiliki tantangannya masing-masing, tetapi kita harus bersyukur karena oleh tuntunan Roh Kudus dan doa dari pendiri dan co pendiri kita, misi kita masih terus berkembang hingga saat ini”. Setelah sharing selesai kegiatan dilanjutkan kunjungn ke unit-unit karya di komunitas yaitu Klinik St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi dan juga asrama putri. Ibu Agung juga menyempatkan diri untuk mengunjungi dan bertemu dengan RD Robi Seran Pr. Selaku kepala Sekolah SMPK St. Petrus Oinlasi. Sore hari tepat pukul 16.00-19.00 Wita kegiatan dilanjutkan dengan agenda pertemuan pribadi dengan para suster, setiap suster mendapat kesempatan untuk sharing secara pribadi bersama ibu agung selama 30 Menit. Setelah selesai dilanjutkan dengan makan malam bersama.

23 maret 2024, hari ketiga visitasi, para suster mendengarkan dan merefleksikan bersama tentang Lingkaran emas dengan pertanyaan dasar “What, How dan Why”. Ibu Agung menjelaskan bahwa penting bagi setiap suster SSpS sadar akan setiap Tindakan dan rencana yang akan dilakukan, ibu Agung juga mengatakan sebelum memulai sesuatu perlu bertanya diri, misalnya untuk apa saya berdoa?, bagaimana saya berdoa dan mengapa saya berdoa? Sehingga apa yang ingin kita lakukan punya makna dan akan terus kita lakukan karena ada tujuan yang ingin dicapai. Sekecil apapun pekerjaan, misi harus punya rencana yang matang. Kemudian Sr. Miriam memberikan waktu kepada para suster untuk membuat sebuah rencana bersama dalam komunitas dan mensharingkan rencana tersebut. Setelah selesai sharing dan pertemuan sesi ke tiga, Sr. Miriam, SSpS, Sr. Maria Fransiska bersama para suster komunitas Oinlasi melakukan perjalanan singkat menuju Stasi St. Fransiskus Xaverius Kokoi untuk mengunjungi umat di stasi tersebut sekaligus melihat progress pembangunan bakal komunitas SSpS di Kokoi.

Foto: Sr Miriam bersama Tua Adat dan umat stasi Kakoi Paroki St. Fransiskus Xaverius Noetoko

Tiba di Kokoi para suster disambut dengan sapaan adat atau sering disebut dengan istilah natoni oleh kepala desa Fatulunu, pegalungan selendang dan tarian gong /tarian tradisional khas dari masyarakat suku Amanatun, rombongan diarak menuju pastoran. Setelah itu, ibu Agung bersama para suster di suguhi tarian oko mama (tarian suguhan sirih pinang) dan sekali lagu ibu Agung dan para suster di berikan pegalungan selendang sebagai ucapan terima kasih karena ibu Agung berkenan mengunjungi umat di Stasi Kokoi. Umat Stasi Kokoi sangat antusias menerima kedatanag ibu Agung bersama Sr. Maria Fransiska, SSpS.

Foto Bersama Pastor Paroki Kakoi RD. Roby Seran, Pr
Foto: Sr. Miriam Bertemu dengan Pastor Paroki Noetoko RD. Roby Seran Pr

Pada kesempatan tersebut, ibu Agung didampingi oleh Sr. Maria Fransiska, RD. Peter selaku pastor paroki, Rd Andreas dan RD. Robi Seran bertemu dengan para pemilik tanah yang menyerahkan tanah bagi Provinsi SSpS untuk pembangunan komunitas baru. Setelah bertemu dengan para pemilik tanah ibu Agung melanjutkan kunjungan ke bakal komunitas baru, melihat progress pembangunan yang sedang berlangsung.

Ibua Agung mengucapkan terima kasih kepada pastor paroki dan pastor Stasi serta umat Stasi Kokoi karena telah secara sukarela memberikan tanah bagi SSpS dan atas dukungan juga Kerjasama baik yang telah terjalin bersama para suster komunitas St. Yohanes Maria Vianney Oinlasi. Rangkaian kunjungan di Stasi Kokoi di tutup dengan santap siang bersama, lalu para suster Kembali ke komunitas untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Berita: Sr Veronika Bele Bau, SSpS
Foto: Sr. Veronika Bele Bau, SSpS
Editor: Sr. Innes Amuntoda SSpS
KomKom SSpS Timor