Sosial

Dapur Umum bagi Korban Badai Siklon Tropik Seroja

Posted on

Para suster SSpS Timor Komunitas Betun, membuka dapur umum untuk korban bencana Badai Siklon Tropis Seroja sejak tanggal 3 April 2021 hingga saat ini. Hari Sabtu (Sabtu Alleluya) para suster menyiapakn 600 nasi bungkus untuk dibagikan kepada para korban yang di evakuasi dari lokasi bencana dan di tempatkan di gedung SMP Negeri Betun, itu pun tidak cukup karena masih banyak warga yang sedang di evakuasi lanjut oleh pihak yang berwajib. Ketika melihat sesama saudaranya yang lapar dan kedinginan, Para suster SSpS se-komunitas Betun tergerak untuk membuka dapur umum, atas inisiatif mereka sendiri dengan dana sebesar Rp. 500.000.

Selain memberi makanan para korban juga membutuhkan pakaian karena mereka kedinginan sebab rumah mereka terlarut banjir. Para suster menyiapkan 100 paket pakaian yang diperlukan untuk dibagikan kepada warga yang sangat membutuhkan. “Mulanya kami kongregasi SSpS  siapkan sendiri makanan dan pakaian, melihat kebutuhan yang mendesak pemerintah kabupaten Malaka, para pengusaha dan Dinas Sosial ikut memberikan sumbangan melalui kami di komunitas SSpS Betun” kata Sr. Meliana Fahik, SSpS pemimpin komunitas Betun.

Para suster SSpS Timor dari beberapa komunitas: Komunitas Atambua, Kuneru, Halilulik, Betun, Biuduk dan tim relawan terlibat langsung dalam aksi memasak, membagikan makanan dan pakaian di kam pengungian dan juga di lokasi bencana bersama petugas evakuasi korban. Tim Medis dari Rumah Sakit Marianum bertanggung jawab atas orang sakit yang di bawa ke klinik SSpS dan juga di lokasi kam sekitar Betun. “Saya duduk dan dengarkan saja keluhan mereka yang menginap di klinik kita di Betun, sungguh-sungguh kita kehilangan kata untuk menghibur mereka karena mereka kehilangan segala-galanya akibat banjir di malam paska di tengah malam itu mereka tidak bisa lari” kata Sr. Alosia Teti-Provinsial SSpS Timor.

Hingga hari ini, korban masih di evakuasi. Di antarnya keluarga dari para suster kita. Mereka kehilangan segalanya karena mulanya banjir terjadi di malam hari sehingga warga tidak bisa melarikan diri karena gelap sebab listri padam dan hujan lebat beserta angin kencang. Satu-satunya yang para korban bisa lakukan untuk menyelamatkan diri adalah naik duduk di atap rumah sebab rumah mereka adalah rumah loteng.

Hujan angin sejak tanggal 2 – 6 April 2021, menyebabkab gelombang air laut naik hingga 4-meter dan terjadi banjir yang melanda hampir seluruh pulau Timor, pulau Sabu, pulau Rote, pulau Sumba dan pulau Adonara. Badai Siklon Tropis Seroja ini, membawa dampak yang merugikan banyak warga di Propinsi Nusa Tenggara Timor (NTT) – Indonesia.

Ada beberapa jembatan yang putus, listrik padam dan telekomunikasi terputus untuk beberapa waktu karena banyak pohon yang tumbang karena angin kencang dan hujan deras yang berkepanjangan.

Kami terus membantu sejauh kemampuan kami dan terima kasih untuk sumbangan dan kerja sama kita, mari kita tingkatkan pelayanan kita bagi para korban badai Siklon Tropik Seroja.

Sr. Maria Vianney, SSpS